Awas, 5 Kandungan Makanan Ini Bisa Bikin Lebih Sering Kentut!

kentut-doktersehat
Photo Source: Meteoweb.eu

DokterSehat.Com– Kentut adalah hal yang wajar untuk kita lakukan. Hanya saja, jika melakukannya di depan orang lain, kita tentu akan dianggap melakukan hal yang tidak sopan. Penyebab sering kentut juga bisa dipicu oleh beberapa kandungan makanan tertentu. Kira-kira apa saja kandungan makanan penyebab kentut?

Apa penyebab kentut?

Pakar kesehatan menyebut kentut sebagai gas yang diproduksi saat perut mengolah makanan menjadi sumber energi. Normalnya, kita bisa mengeluarkan kentut hingga 20 kali dalam sehari. Jika frekuensi kentut yang kita keluarkan lebih dari jumlah tersebut, bisa jadi hal ini disebabkan oleh beberapa kondisi tertentu.

Sebagai contoh, sering kentut bisa jadi terkait dengan kondisi sindrom malabsorbsi atau gangguan penyerapan nutrisi makanan. Hal ini terkait dengan menurunnya produksi beberapa jenis enzim pencernaan, terjadinya gangguan pada kantung empedu, atau tidak bekerjanya usus dengan maksimal.

Peningkatan frekuensi kentut juga bisa disebabkan oleh perkembangan bakteri di dalam usus yang berperan dalam menghancurkan makanan. Jika di dalam perut keseimbangan bakteri terganggu, kita bisa saja mengalami gejala sering kentut, perut begah, hingga mual-mual atau diare.

Terkadang peningkatan sering kentut juga terkait dengan beberapa penyakit tertentu seperti gangguan pencernaan, pembengkakan di usus besar, pankreatitis, dan beberapa kondisi kesehatan lainnya. Beruntung, menurut pakar kesehatan, kondisi-kondisi ini cukup jarang terjadi. Seringkali peningkatan frekuensi kentut lebih terkait dengan makanan apa yang kita konsumsi.

Kandungan makanan penyebab kentut

Pakar kesehatan menyebut beberapa jenis kandungan makanan penyebab kentut. Makanan ini mungkin bisa kita hindari terlebih dahulu jika kita akan melakukan acara penting yang membuat kita berada di tengah-tengah orang banyak.

Berikut adalah beberapa kandungan makanan penyebab kentut:

  1. Makanan dengan kandungan rafinosa

Makanan dengan kandungan rafinosa seperti sayuran dari keluarga kubis, brokoli, dan asparagus bisa menyebabkan kenaikan frekuensi kentut. Kandungan yang sama juga bisa didapatkan dari kacang.

  1. Makanan dengan kandungan serat larut

Serat bisa dibagi menjadi serat larut dan serat tak larut, namun jika kita mengonsumsi makanan dengan kandungan serat larut, maka di dalam perut kandungan ini tidak akan mudah dihancurkan hingga mencapai usus besar. Serat ini juga bisa menyebabkan produksi gas meningkat. Beberapa jenis makanan dengan kandungan serat larut adalah kacang hitam, wortel, brokoli, kacang merah, ubi, dan buah apel.

  1. Makanan dengan kandungan fruktosa

Makanan dengan kandungan fruktosa tinggi seperti minuman bersoda atau jus buah kemasan ternyata juga bisa meningkatkan frekuensi kentut. Jika Anda merasa sering kentut, maka ada baiknya untuk mengurangi konsumsi minuman bersoda.

  1. Makanan dengan kandungan sorbitol

Kandungan sorbitol ternyata bisa juga menjadi salah satu penyebab kentut. Makanan dengan kandungan sorbitol seperti permen karet ternyata juga bisa membuat kentut terjadi lebih sering dari biasanya.

  1. Makanan dengan kandungan amilum

Kandungan amilum bisa didapatkan pada makanan seperti kentang, gandum atau jagung. Kandungan ini bisa menyebabkan produksi gas di dalam usus besar meningkat dengan signifikan.

Perlukah ke dokter jika lebih sering kentut?

Pakar kesehatan menyebut peningkatan frekuensi kentut seringkali tidak berbahaya dan bisa reda dengan sendirinya seiring dengan waktu. Hanya saja, jika kita mulai mengalami gejala ini perlu segera memeriksakan diri ke dokter:

  • Kram perut
  • Perubahan siklus buang air besar seperti diare atau sembelit
  • Mual-mual dan muntah
  • Sakit perut yang cukup parah dan tidak tertahankan
  • Demam

Kalau Anda mengalaminya, jangan tunda lagi. Sebaiknya segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter karena bisa jadi terkait dengan masalah kesehatan yang tidak bisa disepelekan.