Terbit: 23 Januari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Ikan lele termasuk ikan yang mudah dijangkau baik dalam hal ketersediaan maupun harganya. Meskipun harganya cukup murah, kandungan gizi ikan lele tidak bisa dikatakan murahan. Ketahuilah jenis kandungan gizi lele dan nilainya.

Kandungan Gizi Ikan Lele Dumbo, Lele Segar, dan Lele Goreng

Baca terus untuk mengetahui apa saja zat gizi yang ada di dalam ikan lele beserta nilainya. Ketahui pula beberapa informasi bermanfaat lainnya yang terkait.

Mengenal Apa Itu Ikan Lele

Ikan lele yang memiliki nama latin Clarias gariepinus sp adalah ikan air tawar yang berasal dari benua Afrika. Lele mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1984. Setelah ikan lele ada di Indonesia, masyarakat mulai membudidayakannya.

Tubuh ikan lele agak pipih dan cukup licin karena memiliki banyak lendir. Jadi, jangan heran jika lele yang Anda pegang akan mudah tergelincir. Ikan lele memiliki kumis menyerupai kucing sehingga lele disebut catfish dalam bahasa Inggris.

Di dalam mulut ikan lele terdapat patil meskipun tidak semua jenis lele memiliki patil. Patil lele adalah duri yang terletak pada sirip di bagian dada ikan lele. Berhati-hatilah terhadap patil lele, karena patil lele tidak hanya tajam tetapi juga beracun.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Kandungan Gizi Ikan Lele Dumbo dan Lele Goreng

Sebagaimana yang berlaku, harga suatu bahan tidak ditentukan berdasarkan nilai gizinya. Harga lele memang termasuk murah jika dibandingkan ikan air tawar pada umumnya. Akan tetapi, kandungan gizi lele tidak murah alias ‘mahal’.

Berikut ini tersedia informasi kandungan gizi lele dumbo, lele segar, dan lele goreng:

1. Lele mengandung banyak jenis zat gizi

Ikan lele baik yang segar maupun goreng sama-sama mengandung zat gizi makro dan mikro. Zat gizi mikro yang dikandung oleh ikan lele di antaranya adalah protein, lemak, dan karbohidrat. Kandungan gizi ikan lele juga terdapat beberapa jenis zat gizi mikro.

Zat gizi mikro yang dikandung oleh ikan lele yaitu kalsium, fosfor, zat besi, natrium, vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niasin). Lele segar memiliki kandungan air yang cukup tinggi yaitu lebih dari 70%.

2. Nilai kandungan gizi lele dumbo

Nilai kandungan gizi ikan lele cukup tinggi. Di dalam 100 gram ikan lele dumbo mengandung energi sebanyak 372 kalori; 7,80 gram protein; 36,30 gram lemak; dan 3,50 gram karbohidrat.

Kandungan mineral yang ada di dalam lele dumbo juga dinilai ‘mahal’ karena memiliki nilai gizi mineral yang cukup tinggi. Lele mengandung 289 mg kalsium; 295 mg fosfor; 5,30 mg zat besi; 150 mg natrium; 210 IU vitamin A; 0,1 mg vitamin B1; 0,05 mg vitamin B2; dan 2 mg vitamin B3.

Baca Juga: 6 Manfaat Super Makan Ikan Lele bagi Kehamilan

3. Nilai kandungan gizi ikan lele segar dan goreng

Kandungan gizi ikan lele segar mengandung 17 gram protein; 4,5 gram lemak; 200 mg kalsium; 20 mg fosfor; 1 mg zat besi; 150 IU vitamin A; dan 0,05 mg vitamin B. Nilai kandungan gizi lele segar memiliki perbedaan dengan nilai gizi pada lele goreng.

Nilai gizi pada 100 gram ikan lele goreng terdiri dari 19,9 gram protein; 19,1 gram lemak; 233 mg kalsium; 23,8 mg fosfor; 1,2 mg zat besi; 53 IU vitamin A; dan 0,58 mg vitamin B.

Keunggulan Gizi Ikan Lele

Ikan lele memiliki beberapa keunggulan pada kandungan gizinya bila dibandingkan dengan kandungan gizi daging hewan lainnya. Keunggulan utama kandungan gizi lele mudah dicerna dan diserap secara optimal oleh tubuh.

Anak-anak, orang dewasa, maupun lansia bisa mencerna gizi ikan lele lebih mudah. Ikan lele juga memiliki keunggulan pada kandungan asam amino. Lele mengandung semua unsur asam amino termasuk asam amino esensial yang berjumlah 8.

Kandungan leusin dan lisin pada lele cukup banyak dan melimpah. Leusin merupakan salah satu asam amino esensial yang penting untuk pertumbuhan. Selain itu leusin juga berperan terhadap perombakan dan pembentukan protein otot.

Keunggulan pada gizi lele juga terletak pada kandungan asam lemak omega-3. Asam lemak omega 3 adalah zat gizi yang bermanfaat untuk perkembangan sel otak. Sel otak anak di bawah usia 12 tahun akan berkembang pesat jika mendapatkan asupan omega-3.

Kandungan gizi ikan lele mengandung asam lemak tidak jenuh yang lebih banyak daripada asam lemak jenuh. Ini adalah kabar baik bagi kesehatan tubuh Anda terutama kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Ikan lele juga memiliki keunggulan pada kandungan vitamin A. Vitamin A adalah vitamin yang sangat bermanfaat bagi kesehatan mata dan kulit. Tak hanya vitamin A, kandungan gizi lele juga mengandung vitamin B1 yang berperan pada proses metabolisme tubuh. Vitamin B1 juga memiliki manfaat untuk mencegah penyakit saraf.

Karakteristik Ikan Lele

Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa lele yang bukan ikan asli Indonesia kini dikonsumsi oleh banyak orang terutama di Pulau Jawa. Ini dikarenakan lele termasuk ikan yang sangat tahan dengan penyakit.

Ikan lele tidak mudah mati dan mampu bertahan hidup. Selain itu, karakteristik ikan lele juga bisa tinggal di lingkungan yang padat. Hal inilah yang membuat banyak petani ikan yang memilih membudidayakan lele.

Baca Juga: Waspadalah, 9 Ikan Ini Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Ibu Hamil

Budidaya lele yang sangat berkembang membuat lele mudah didapat dan banyak ketersediaannya. Harga lele pun menjadi murah sehingga dipilih oleh masyarakat kebanyakan sebagai lauk.

Nama Lain Ikan Lele

Ikan lele telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Lele yang terdapat di daerah lain ternyata memiliki perbedaan nama. Di daerah Sumatera Barat, lele dikenal dengan nama ikan kalang, ikan kali, atau ikan lumat.

Nama lain dari ikan lele di antaranya ikan maut (Sumatera Utara), ikan duri (Sumatera Selatan), ikan pinlet (Kalimantan Selatan), ikan penang (Kalimantan Timur), ikan keling (Makassar), dan ikan lepi (Bugis).

 

Sumber:

  1. Ir. Abbas Siregar Djarijah. 2004. Teknologi Tepat Guna Sale Ikan Lele. Yogyakarta: Kanisius
  2. SYR Pandiangan. 2017. Tinjauan Pustaka (Ikan Lele). http://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/122/3/BAB%20II.pdf [diakses pada 22 Januari 2019]
  3. Ika Apriyana. 2013. Pengaruh Penambahan Tepung Kepala Ikan Lele (Clarias Sp) Dalam Pembuatan Cilok Terhadap Kadar Protein Dan Sifat Organoleptiknya (Skripsi). Semarang: Universitas Negeri Semarang. https://lib.unnes.ac.id/18556/1/6450408069.pdf [diakses pada 22 Januari 2019]
  4. Anas Ubaidillah dan Wikanastri H. 2010. Kadar Protein Dan Sifat Organoleptik Nugget Rajungan Dengan Substitusi Ikan Lele (Jurnal Pangan dan Gizi Vol 01 no 02. https://media.neliti.com/media/publications/116029-ID-none.pdf [diakses pada 22 Januari 2019]


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi