Terbit: 15 April 2020 | Diperbarui: 20 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Adrian Setiaji


Kandungan kentang yang utama adalah sebagai sumber karbohidrat dan sering dijadikan makanan pokok maupun camilan. Perlu Anda tahu bahwa kandungan gizi dalam bentuk umbi dan tepung memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Apa saja? Yuk baca terus untuk menemukan kandungan nutrisi dari makanan populer ini.

kandungan-dalam-kentang-doktersehat

Kandungan Kentang yang Bagus untuk Kesehatan

Sebagian besar masyarakat mengonsumsi kentang dalam bentuk umbi yang diolah dengan cara digoreng, direbus, atau dipanggang. Selain itu, umbi kentang juga bisa diproses menjadi tepung dan bisa dimanfaatkan untuk membuat kue atau makanan jenis lainnya.

Berikut sejumlah kandungan kentang yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh:

1. Karbohidrat

Kentang adalah sumber karbohidrat, terutama dalam bentuk pati. Kadar karbohidrat di dalamnya sekitar 66-90% dari berat kering. Juga mengandung sedikit gula sederhana, seperti sukrosa, glukosa, dan fruktosa.

Kandungan gizi kentang biasanya memiliki indeks glikemik (IG) yang tinggi, sehingga tidak cocok untuk penderita diabetes. IG mengukur bagaimana makanan memengaruhi kenaikan gula darah setelah makan. Akan tetapi, beberapa kentang mungkin berada dalam kisaran IG menengah, tergantung pada jenis dan cara memasak kentang.

Lain halnya dengan mendinginkan kentang setelah dimasak karena dapat mengurangi pengaruhnya terhadap gula darah dan menurunkan IG sebesar 25-26%.

2. Serat

Meskipun kandungan kentang tidak memiliki banyak serat, tapi sumber karbohidrat ini dapat memberikan sumber serat yang signifikan bagi mereka yang mengonsumsinya secara teratur.

Jumlah seratnya banyak terkandung di dalam kulit, yang merupakan 1-2% dari kentang. Faktanya, kulit kering memiliki sekitar 50% serat. Sebagian besar serat kentang tidak larut, seperti pektin, selulosa, dan hemiselulosa.

Serat ini juga mengandung berbagai jumlah pati resisten, sejenis serat yang memberi makan bakteri baik di usus dan meningkatkan kesehatan pencernaan. Pati resisten juga dapat mengontrol gula darah, menstabilkan kenaikan gula darah setelah makan (13).

Dibandingkan dengan kentang panas, kentang yang didinginkan memberikan jumlah pati resisten yang lebih tinggi.

3. Protein

Kandungan gizi kentang memiliki sedikit protein, yakni sekitar 1-1,5% saat segar dan 8-9% berdasarkan berat kering. Faktanya, dibandingkan dengan tanaman lainnya (seperti gandum, beras, dan jagung) kentang memiliki jumlah protein terendah.

Namun, kualitas protein kentang sangat tinggi untuk tanaman, bahkan lebih tinggi dari kedelai dan kacang-kacangan lainnya. Protein utama dalam kentang disebut patatin, yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang.

4. Antioksidan

Kandungan kentang memiliki banyak senyawa seperti flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik. Senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh dengan menetralkan molekul berbahaya yang dikenal sebagai radikal bebas. Ketika radikal bebas menumpuk, senyawa tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

Menurut penelitian yang dilansir Healthline, menemukan bahwa antioksidan yang ada dalam kentang dapat menekan pertumbuhan sel kanker hati dan usus besar. Sebagian besar bukti ini berasal dari studi tabung, sehingga masih memerlukan lebih banyak penelitian lebih lanjut.

5. Vitamin C

Vitamin C adalah vitamin utama yang ditemukan dalam kandungan kentang. Vitamin C dapat membantu mencegah penyakit kudis hingga pilek biasa.

Vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan untuk membantu mencegah kerusakan akibat sinar matahari, polusi, dan asap. Juga membantu kolagen menghaluskan kerutan dan memperbaiki tekstur kulit secara keseluruhan.

Perlu diperhatikan, vitamin C berkurang secara signifikan ketika kentang dimasak, tetapi tanpa mengupas kulit kentang tampaknya mencegah berkurangnya vitamin.

6. Vitamin B6

Vitamin B6 ditemukan di sebagian besar makanan, salah satunya kentang. Kandungan gizi kentang sebagai sumber vitamin B6 yang bagus untuk kesehatan

Selain membantu pembentukan sel darah merah, B6 memainkan peran penting dalam metabolisme energi, dengan memecah karbohidrat dan protein menjadi glukosa dan asam amino. Senyawa yang lebih kecil ini lebih mudah digunakan untuk energi di dalam tubuh.

7. Kalium

Kalium adalah mineral utama dalam kentang. Mineral ini terutama terkandung dalam kulitnya yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Kandungan kentang memiliki sejumlah mineral dan senyawa tanaman yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Zat lain dalam kentang yang dapat menurunkan tekanan darah termasuk asam klorogenat dan kukoamina.

Hipertensi adalah kondisi berbahaya yang ditandai dengan tekanan darah tinggi yang tidak normal, adalah salah satu faktor risiko utama penyakit jantung.

8. Folat

Selain di kulitnya, folat kebanyakan ditemukan dalam daging kentang. Kandungan gizi kentang ini berperan dalam sintesis dan memperbaiki DNA, sehingga mencegah terbentuknya berbagai jenis sel kanker karena mutasi pada DNA.

Rutin mengonsumsi serat dari buah-buahan dan sayuran seperti kentang terkait dengan penurunan risiko kanker kolorektal.

9. Kolin

Kolin adalah nutrisi penting dan serbaguna yang ada dalam kandungan kentang. Kolin dapat membantu pergerakan otot, suasana hati, dan meningkatkan daya ingat. Satu kentang besar mengandung 57 miligram kolin. Pria dewasa membutuhkan 550 miligram,dan wanita 425 miligram sehari.

Kandungan folat dalam kentang juga membantu:

  • Mempertahankan struktur membran sel
  • Mentransmisikan impuls saraf
  • Penyerapan lemak
  • Perkembangan otak

10. Magnesium

Kandungan gizi kentang dalam 175 gram yang direbus tanpa dikupas kulitnya memiliki 8% magnesium, asupan yang disarankan.

Magnesium membantu pemeliharaan gigi dan tulang, serta memiliki fungsi dalam proses pembelahan sel dan membantu mengurangi kelelahan, ketika dikonsumsi sebagai bagian dari diet dan gaya hidup sehat.

Baca Juga: 5 Resep Olahan Kentang yang Sehat dan Sederhana

Kandungan Gizi dalam Tepung Kentang dan Kentang Hitam

Setelah dijelaskan tentang kandungan nutrisi jenis kentang yang umum, yakni kentang kuning, berikut ini beberapa kandungan yang ada dalam tepung kentang dan kentang hitam:

1. Kandungan Gizi Tepung Kentang

Nilai kandungan kentang dalam bentuk tepung di antaranya adalah 347 kkal energi; 0.30 gram protein; 0.10 gram lemak; 85.60 gram karbohidrat; 20.00 mg kalsium; 30 mg fosfor; 1.00 mg zat besi; dan 0.04 mg vitamin B.

Kandungan vitamin B yang ada di dalam umbi kentang dan tepung kentang memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan dan kecantikan kulit lho. Anda cukup mengoleskan masker dari kentang yang telah diiris tipis maupun yang telah dihaluskan pada kulit.

Masker kentang memiliki manfaat untuk menjaga kelembapan kulit Anda karena kandungan vitamin B yang ada di dalamnya. Vitamin B berfungsi sebagai moisturizer atau pelembap sehingga kulit Anda pun tidak menjadi kering.

2. Kandungan Gizi Kentang Hitam

Banyak orang yang tidak tahu akan adanya varietas kentang hitam. Kentang hitam ini memiliki kandungan gizi yang berbeda dari varietas kentang secara umum. Nilai kandungan pada beberapa zat gizi juga berbeda.

Nilai kandungan kentang di antaranya adalah 142 kkal energi; 0.90 gram protein; 0.40 gram lemak; 37.70 gram karbohidrat; 34.00 mg kalsium; 75 mg fosfor; 0.02 mg vitamin B; dan 38 mg vitamin C.

Sejarah Kentang

Kentang yang berasal dari Amerika Selatan ditemukan oleh para penjelajah asal Spanyol. Penjelajah Spanyol tersebut membawa tanaman kentang untuk ditanam di tanah Spanyol. Sejak saat itu, Spanyol juga memperkenalkan tanaman kentang ke beberapa wilayah di Eropa seperti Portugal, Austria, Jerman, Perancis, dan Swiss.

Inggris juga memperkenalkan tanaman kentang ke berbagai wilayah Eropa lainnya hingga ke Asia dan Afrika. Belanda pun juga turut memperkenalkan tanaman kentang ke wilayah Rusia. Tanaman kentang akhirnya sampai di tanah Indonesia tetapi belum diketahui secara pasti negara mana yang memperkenalkan kentang ke masyarakat Indonesia.

Baca Juga: 6 Kreasi Resep Donat Kentang yang Empuk dan Sehat

Jenis-Jenis Kentang

Kentang tidak hanya terdiri dari satu jenis varietas saja. Ada beberapa jenis varietas kentang berdasarkan warna umbinya. Varietas kentang yang umumnya banyak beredar di pasaran adalah kentang kuning.

Rasa kentang kuning ini adalah yang paling enak, gurih, dan tidak lembek. Mungkin karena hal tersebut, pembudidayaan kentang kuning lebih banyak daripada varietas kentang lainnya. Telah disebutkan sebelumnya jika ada juga varietas kentang hitam.

Selain kedua varietas tersebut, masih ada dua varietas kentang yang lain. Kedua varietas kentang tersebut adalah kentang putih dan kentang merah. Namun, pada keduanya memiliki daging umbi yang lembek dan kurang enak bahkan terasa pahit.

 

  1. Arnarson, Atli. 2019. Potatoes 101: Nutrition Facts and Health Effects. https://www.healthline.com/nutrition/foods/potatoes#nutrition. (Diakses pada 15 April 2020).
  2. Explore the many varied health and nutrition benefits of potatoes in this section. https://www.potato.ie/health/nutritional-information/#collapse-0. (Diakses pada 15 April 2020).
  3. Litbang Kementrian Pertanian Indonesia: Umbi Kentang (Solanum tuberosum L.)
    Klon 395195.7 dan CIP 394613.32 yang Ditanam di Dataran
    Medium Mempunyai Harapan untuk Keripik. 2013. http://hortikultura.litbang.pertanian.go.id/IPTEK/7_Umbi%20kentang_Ali%20Asgar.pdf (Diakses pada 7 Februari 2019).
  4. Pitojo, Setijo. 2004. Penangkaran Benih Kentang. Yogyakarta: Kanisius.
  5. Raman, Ryan. 2018. 7 Health and Nutrition Benefits of Potatoes. https://www.healthline.com/nutrition/benefits-of-potatoes#section1. (Diakses pada 15 April 2020).
  6. Samadi, Budi. 2007. Kentang Dan Analisis Usaha Tani. Yogyakarta: Kanisius.
  7. Szalay, Jessie. 2017. Potatoes: Health Benefits, Risks & Nutrition Facts. https://www.livescience.com/45838-potato-nutrition.html. (Diakses pada 15 April 2020).
  8. UIN-Malang: Kajian Pustaka (Tanaman Kentang): http://etheses.uin-malang.ac.id/869/6/07620038%20Bab%202.pdf (Diakses pada 7 Februari 2019).
  9. UIN-Malang: Kajian Pustaka (Tanaman Kentang). http://etheses.uin-malang.ac.id/2567/6/07620027_Bab_2.pdf. (Diakses pada 7 Februari 2019).
  10. Ware, Megan. 2017. How can potatoes benefit my health?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/280579. (Diakses pada 15 April 2020).



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi