Terbit: 28 Agustus 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Kaldu jamur atau nutritional yeast adalah salah satu bumbu atau penyedap masakan yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Simak informasi selengkapnya mulai dari definisi, kandungan, manfaat, hingga cara menggunakannya di bawah ini!

Kaldu Jamur (Nutritional Yeast): 8 Manfaat, Kandungan, Cara Menggunakan

Apa Itu Kaldu Jamur?

Kaldu jamur adalah bumbu penyedap masakan yang terbuat dari ekstrak jamur Saccharomyces cerevisiae. Bumbu ini tersedia dalam bentuk serpihan, butiran atau bubuk seperti keju parmesan bubuk dan rasanya pun mirip.

Jamur Saccharomyces cerevisiae dapat tumbuh dari media yang dicampurkan berbagai sumber seperti tetesan tebu, air dadih, dan gula bit. Jamur kemudian dinonaktifkan melalui suhu panas, dipanen, dicuci, dikeringkan, dihancurkan, dan dikemas.

Nutritional yeast bebas dari susu dan gluten, sehingga bisa menjadi suplemen yang berguna bagi orang-orang yang memiliki alergi. Kandungan nutrisi di dalamnya membuat kaldu ini bermanfaat menurunkan kolesterol hingga melindungi tubuh dari radikal bebas.

Kandungan Nutrisi Kaldu Jamur

Kaldu jamur adalah sumber vitamin, mineral, dan protein berkualitas tinggi yang sangat baik untuk tubuh. Seperempat cangkir kaldu ini mengandung beberapa gizi berikut:

  • 60 kalori
  • 8 gram protein
  • 3 gram serat
  • 11,85 miligram tiamin atau vitamin B1
  • 9,70 miligram riboflavin atau vitamin B2
  • 5,90 miligram vitamin B6
  • 17,60 mikrogram vitamin B12

Nutritional yeast juga mengandung vitamin B3, kalium, kalsium, dan zat besi.

Manfaat Kaldu Jamur untuk Kesehatan

Kaldu jamur biasanya ditambahkan ke dalam berbagai masakan sebagai penyedap yang membuat makanan terasa gurih. Selain menyedapkan masakan, kaldu ini memiliki manfaat yang bagus untuk kesehatan.

Berikut ini adalah sejumlah manfaat kaldu jamur:

1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Penelitian telah menunjukkan bahwa jamur Saccharomyces cerevisiae yang digunakan untuk nutritional yeast dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan akibat infeksi bakteri.

Jenis jamur ini mengandung dua karbohidrat utama, yakni alpha-mannan dan beta-glukan. Penelitian menunjukkan bahwa menambahkan kedua karbohidrat ini ke dalam pakan ternak dapat mengurangi frekuensi infeksi bakteri seperti E. coli dan Salmonella pada babi, serta mengurangi pembentukan tumor pada tikus.

Alpha-mannan dan beta-glukan membantu mencegah infeksi dengan beberapa cara berikut:

  • Melawan bakteri patogen yang menempel pada lapisan usus.
  • Merangsang sel kekebalan tubuh, yang membuatnya lebih efektif melawan infeksi.
  • Karbohidrat ini menempel pada jenis racun tertentu yang diproduksi jamur dalam tanaman pangan dan mengurangi efek berbahaya.

2. Meningkatkan Energi

Beberapa produsen memperkuat kaldu jamur dengan vitamin B12, jadi pastikan periksa labelnya. Vitamin B12 mampu membantu meningkatkan energi, karena jika kekurangan vitamin ini menyebabkan tubuh terasa lemas dan lelah.

Kaldu yang ditambahkan vitamin B12 ini sangat membantu para vegetarian dan vegan, karena vitamin ini kebanyakan terdapat pada produk hewani seperti daging.

Orang dewasa membutuhkan sekitar 2,4 mikrogram vitamin B12 per hari. Seperempat cangkir kaldu ini memiliki lebih dari tujuh kali lipat jumlah tersebut.

3. Meningkatkan Kesehatan Kulit, Rambut, dan Kuku

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kaldu jamur dapat membantu mengatasi masalah penampilan, termasuk mencegah kuku rapuh dan rambut rontok.

Kaldu ini juga dapat membantu mengurangi kemunculan jerawat dan memperbaiki masalah kulit umum lainnya, terutama pada masa remaja.

4. Meningkatkan Sensitivitas Glukosa

Sebagian orang meyakini bahwa manfaat nutritional yeast dapat membantu meningkatkan sensitivitas glukosa pada penderita diabetes tipe 2.

Namun, beberapa penelitian tentang ragi yang diperkaya kromium (biasanya merupakan ragi pembuat bir), telah menemukan bahwa jenis ragi ini mampu membantu menurunkan kadar glukosa darah puasa dan kolesterol pada hewan. Meski begitu, manfaat kaldu jamur masih memerlukan lebih banyak penelitian yang akurat.

5. Membantu Kehamilan yang Sehat

United States Preventive Services Task Force atau Gugus Tugas Layanan Pencegahan Amerika Serikat menyarankan agar semua wanita yang merencanakan kehamilan mengonsumsi sebanyak 400-800 mikrogram asam folat sehari untuk mencegah kelainan bawaan dan membantu pertumbuhan janin.

Nutritional yeast diketahui dapat membantu kehamilan yang sehat, karena produsen kaldu ini biasanya memperkuat dengan asam folat. Inilah alasan mengapa kaldu ini menjadi suplemen yang bermanfaat bagi wanita hamil.

Beberapa merek kaldu ini mungkin mengandung lebih dari satu porsi standar asam folat, jadi sebaiknya ibu hamil berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakannya sebagai suplemen.

6. Mencegah Kekurangan Vitamin B12 pada Vegan

Vitamin B12 diperlukan untuk sistem saraf yang sehat, produksi DNA, metabolisme energi, dan pembentukan sel darah merah. Vitamin ini hanya ditemukan secara alami dalam produk hewani, jadi vegan harus menambahkan ke dalam makanannya untuk menghindari kekurangan vitamin B12.

Mengingat kaldu jamur memiliki vitamin B12, mengonsumsi penyedap ini dapat menjadi cara efektif untuk mencegah kekurangan vitamin B12 saat menjalani pola makan vegan.

7. Menangkal Radikal Bebas

Tubuh manusia mungkin sering dihadapkan pada potensi kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas yang berasal dari polusi udara, radiasi ultraviolet, pestisida, dan asap rokok.

Kaldu ini juga memiliki kandungan antioksidan kuat glutathione dan selenomethionine, yang membantu melawan kerusakan dari radikal bebas. Antioksidan ini melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dan logam berat serta membantu tubuh menghilangkan racun yang berasal dari lingkungan.

Mengkonsumsi makanan kaya antioksidan seperti kaldu jamur, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, dapat membantu meningkatkan kadar antioksidan dan melawan penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, kanker, dan degenerasi makula.

8. Menurunkan Kolesterol

Beta-glukan yang ditemukan dalam kaldu ini juga dapat menurunkan kadar kolesterol. Ini telah dibuktikan melalui sebuah penelitian.

Pria penderita kolesterol tinggi yang mengonsumsi 15 gram beta-glukan yang berasal dari jamur Saccharomyces cerevisiae setiap hari selama delapan minggu, hasilnya telah menurunkan kadar kolesterol total sebesar 6%.

Tidak hanya pada jamur saccharomyces cerevisiae, beta-glukan ternyata juga ditemukan dalam bahan makanan lain seperti gandum dan rumput laut.

Baca Juga: 20 Macam-Macam Jamur yang Bisa Dimakan dan Sehat, Sudah Coba?

Cara Menggunakan Nutritional Yeast untuk Makanan

Kaldu jamur tersedia dalam bentuk serpihan, butiran, atau bubuk. Kaldu ini memiliki rasa gurih, pedas, atau terasa mirip keju. Kebanyakan orang biasanya menambahkannya sebagai bumbu penyedap yang memberikan rasa gurih ke berbagai masakan.

Berikut beberapa cara menggunakan nutritional yeast untuk masakan:

  • Menaburkan pada popcorn alih-alih menggunakan mentega atau garam.
  • Menaburkan ke dalam makanan sebagai alternatif vegan untuk saus keju.
  • Menaburkan ke dalam sup krim untuk menambah nutrisi.
  • Menaburkannya di atas telur orak-arik dan orak-arik tempe atau tahu.
  • Mencampurkannya ke dalam berbagai macam makanan lainnya.

 

  1. Dresden, Danielle. 2018. What are the benefits of nutritional yeast?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323245. (Diakses pada 28 Agustus 2020)
  2. Greger, Michael . 2017. Benefits of Nutritional Yeast to Prevent the Common Cold. https://nutritionfacts.org/2017/02/14/benefits-of-nutritional-yeast-to-prevent-the-common-cold/. (Diakses pada 28 Agustus 2020)
  3. Julson, Erica. 2017. Why Is Nutritional Yeast Good for You?. https://www.healthline.com/nutrition/nutritional-yeast#section6. (Diakses pada 28 Agustus 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi