Kalazion – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Doktersehat-kalazion-benjolan-di-kelopak-mata
Photo Credit: Flickr.com/Muhammad Taufan

DokterSehat.Com – Kalazion adalah benjolan di kelopak mata yang diakibatkan oleh penyumbatan kelenjar meibom atau kelenjar minyak. Hal ini dapat menyebabkan nyeri namun jarang sekali menyebabkan masalah yang serius. Kebanyakan kalazion akan sembuh tanpa terapi khusus.

Kalazion menyerupai kondisi hordeolum, yaitu benjolan pada kelopak mata, namun hordeolum nyeri dan merah, sedangkan kalazion biasanya lebih besar dan tidak nyeri.

Kalazion terjadi ketika kelenjar minyak di kelopak mata terhalang. Jika hordeolum internal tidak terdrainasi dan tidak sembuh, maka kondisi hordeolum ini akan berubah menjadi kalazion.

Gejala Kalazion dan Hordeolum

Hordeolum biasanya dimulai sebagai benjolan di kelopak mata yang terlihat seperti jerawat sepanjang tepi kelopak mata.

  • Ketika hordeolum tumbuh, kelopak mata menjadi bengkak dan sakit, dan mata mungkin berair.
  • Kebanyakan hordeolum membengkak selama sekitar 3 hari sebelum mereka membuka dan mengeluarkan isinya sendiri.
  • Hordeolum biasanya sembuh dalam waktu sekitar seminggu.

Sementara kalazion dimulai sebagai benjolan atau kista di bawah kulit kelopak mata.

  • Tidak seperti hordeolum, kalazion sering kali tidak nyeri.
  • Kalazion tumbuh lebih lambat dari hordeolum. Jika kalazion cukup besar, hal itu dapat memengaruhi pandangan.
  • Peradangan dan pembengkakan dapat menyebar ke daerah sekitar mata.
  • Kalazion sering reda dalam beberapa bulan tanpa pengobatan.

Diagnosis Kalazion

Dokter mendiagnosis masalah ini dengan cara memeriksa kelopak mata. Mungkin sulit untuk membedakan antara hordeolum dan kalazion. Jika ada benjolan keras di dalam kelopak mata, dokter mungkin akan mendiagnosa sebagai kalazion.

Perawatan Kalazion

Perawatan di rumah dapat mengatasi semua yang diperlukan untuk penanganan kalazion.

  • Saat benjolan di kelopak mata muncul, terapkan kompres hangat selama 5 sampai 10 menit pada area benjolan, lakukan cara ini 3-6 kali sehari. Hal ini biasanya membantu daerah yang terkena untuk lebih cepat sembuh. Cara ini juga dapat membantu membuka pori-pori tersumbat sehingga dapat menguras dan mengeluarkan isi benjolannya.
  • Biarkan kalazion atau hordeolum terbuka sendiri. Jangan memencet atau membukanya, kecuali memang dibantu oleh dokter mata.
  • Jangan memakai make up mata atau kontak lensa sampai benjolan di mata benar-benar sembuh
  • Jika kalazion tidak menunjukkan perbaikan, bicara dengan dokter mata. Anda mungkin perlu resep untuk salep mata antibiotik atau obat tetes mata. Menggunakan pengobatan salep antibiotik seperti salep tetrasiklin, bukan karena ada bakteri di dalam kalazion atau hordeolumnya, tetapi untuk meregulasi ulang jaringan minyak yang tersumbat di sana, dan ini perlu resep dokter.
  • Anda mungkin perlu untuk mengambil pil antibiotik jika infeksi telah menyebar ke kelopak mata atau mata.
  • Jika hordeolum atau kalazion sangat besar, dokter mungkin perlu untuk menusuk sedikit jaringan kelopak sehingga isinya dapat mengalir keluar dan sembuh. Jangan mencoba untuk menusuk sendiri benjolan di kelopak mata.

Mencegah Kalazion

  • Jangan mengucek mata. Hal ini dapat mengiritasi mata dan membiarkan bakteri menyebar. Jika Anda perlu menyentuh mata, cuci tangan terlebih dahulu.
  • Lindungi mata dari debu dan polusi udara. Misalnya, memakai kacamata keselamatan saat Anda melakukan tugas-tugas berdebu seperti menyapu atau memotong rumput.
  • Ganti riasan mata, terutama maskara, setidaknya setiap 6 bulan. Bakteri dapat tumbuh dari make up.
  • Jika Anda mengalami kalazion dengan sering, cuci kelopak mata Anda secara teratur dengan sedikit sampo bayi dicampur dengan air hangat.
  • Segera obati peradangan atau infeksi apapun dari kelopak mata dengan.

Perlu diperhatikan, jika cairan dalam benjolan mengalami infeksi dan menyebar ke seluruh kelopak mata dan jaringan di sekitar mata, maka kondisi ini dapat menyebabkan selulitis orbita. Kondisi ini menyebabkan kelopak mata memerah dan bengkak, sehingga penderita tidak dapat membuka mata, merasakan nyeri hebat, hingga demam.