Kalah Taruhan Piala Dunia, Banyak Orang Ingin Bunuh Diri

atap_bunuh_diri_piala_dunia_doktersehat_1
Photo Source: Flickr/Toni Hisgett

DokterSehat.Com– Piala Dunia 2018 memang menyuguhkan kisah yang luar biasa. Banyak tim besar yang berguguran di babak-babak awal. Bagi penggemar sepak bola, hal ini tentu bisa memberikan hiburan yang sangat menyenangkan, sayangnya, bagi pemerintah Tiongkok, hal ini bisa mengundang mara bahaya tersendiri. Bagaimana tidak, sebuah penelitian menghasilkan fakta mengejutkan bahwa banyak orang yang mulai berpikir untuk bunuh diri karena depresi berat setelah kalah taruhan.

Dilansir dari South China Morning Post, salah satu apartemen yang ada di Weifang, Provinsi Shandong, telah mengunci jalan ke atap apartemen dengan rantai besi pada 23 Juni 2018 lalu. Hal ini dilakukan setelah pihak manajemen gedung menemukan beberapa penghuninya berpikir untuk bunuh diri karena kalah taruhan akibat tim yang didukungnya justru gagal di Piala Dunia.

Pihak manajemen gedung juga mengeluarkan pengumuman resmi terkait dengan penutupan pintu atap apartemen ini yang dipicu oleh menurunnya pasar saham dan kejutan di Piala Dunia. Hingga kondisi parsa saham di Negeri Tirai Bambu membaik dan Piala Dunia selesai, pintu atap apartemen akan tetap ditutup.

Salah seorang penghuni apartemen mendukung keputusan manajemen gedung dan menganggap hal ini sebagai kepedulian mereka pada para penghuni.

Belakangan ini, di media sosial sedang cukup viral meme bertuliskan “sampai jumpa di atap” dengan latar belakang gambar orang yang sedang berada di atap gedung tinggi dan melihat ke bawah. Meme ini awalnya dilakukan sebagai olok-olok bagi mereka yang kalah taruhan di Piala Dunia. Sayangnya, ternyata banyak orang yang menganggap hal ini sebagai ajakan untuk bunuh diri.

Tak hanya kalah bertaruh dengan teman-temannya, warga Tiongkok juga banyak yang bertaruh di bandar judi. Perputaran uang di bandar judi yang ada di Tiongkok bahkan sudah melebihi 2 kali lipat jika dibandingkan dengan saat Piala Dunia 2014.