Terbit: 24 Desember 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ada banyak sekali mitos yang terkait dengan penyakit kanker payudara. Salah satunya adalah kafein yang bisa kita temukan di dalam minuman seperti kopi atau teh disebut-sebut bisa meningkatkan risiko terkena penyakit mematikan ini. Apakah anggapan ini memang sesuai dengan fakta kesehatan?

kopi-kafein-doktersehat

Kaitan Antara Kafein dengan Risiko Kanker Payudara

Selain ditemukan di dalam kopi atau teh, kita juga bisa menemukan kafein di dalam cokelat atau minuman bersoda. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Harvard University, disebutkan bahwa orang-orang yang cenderung sering mengonsumsi kafein memiliki risiko terkena kanker payudara lebih tinggi. Meskipun penelitian ini belum menemukan alasan dari kaitan ini, ada dugaan bahwa kafein bisa berperan sebagai stimulan yang mempengaruhi pertumbuhan tumor.

Hanya saja, penelitian ini dianggap masih belum benar-benar membuktikan bahwa kafein memang bisa memicu datangnya kanker payudara. Penelitian lain yang dilakukan pada 2013 bahkan menunjukkan bahwa tidak ada kaitan sama sekali antara kafein dengan risiko kanker payudara.

Dalam penelitian yang dilakukan dengan mengecek 37 studi sebelumnya yang melibatkan sekitar 59 ribu kasus kanker payudara, justru ditemukan bahwa kafein sepertinya bisa menurunkan risiko kanker payudara meskipun sedikit dan hanya dialami oleh wanita yang sudah dalam fase menopause.

Penelitian lain juga membuktikan bahwa wanita yang rutin mengonsumsi kopi 5 cangkir dalam sehari bisa membantu menurunkan risiko kanker payudara dengan signifikan. Hanya saja, pakar kesehatan menyebut konsumsi kopi dalam jumlah ini kurang disarankan karena dikhawatirkan akan menyebabkan efek samping tersendiri.

Meskipun begitu, para peneliti menyebut kandungan polifenol di dalam kopi diduga memang bisa menurunkan risiko kanker.

Melihat hasil dari penelitian-penelitian yang cenderung tidak menunjukkan fakta yang pasti tentang kaitan antara kafein dan risiko kanker payudara, pakar kesehatan pun menyarankan siapa saja untuk tidak begitu khawatir mengonsumsi kopi. Asalkan kopi yang dikonsumsi porsinya masih wajar dan tidak diberi tambahan gula atau bahan tidak sehat lainnya, kita bisa tetap mendapatkan manfaat kesehatannya.

Menurunkan Risiko Kanker Payudara

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa cara yang bisa dilakukan demi mencegah kanker payudara.

Berikut adalah cara-cara tersebut.

  1. Rutin Berolahraga

Pakar kesehatan menyebut berolahraga 30 menit sehari bisa membantu menurunkan risiko terkena kanker payudara. Hal ini disebabkan oleh terbakarnya lemak tubuh dan membuat berat badan kita menurun.

Sebagai informasi, tumpukan lemak di dalam tubuh bisa mempengaruhi keseimbangan hormon. Padahal, kekacauan hormon adalah salah satu faktor penyebab kanker payudara.

  1. Menghindari Asap Rokok

Kebiasaan merokok terbukti bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Hal ini disebabkan oleh kerusakan yang disebabkan oleh asap rokok yang bisa merangsang perkembangan sel-sel abnormal. Bahkan, tak hanya menjadi perokok aktif, jika kita juga sering menjadi perokok pasif, risiko terkena penyakit ini juga akan ikut meningkat.

  1. Rutin Makan Sayur dan Buah

Rutin mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang tinggi kandungan antioksidan bisa membantu sistem kekebalan tubuh melawan perkembangan sel-sel tidak normal yang bisa saja menjadi awal mula dari kanker.

  1. Menghindari Alkohol

Sudah menjadi rahasia umum jika minuman beralkohol sangat tidak baik bagi kesehatan. Jika kita sering mengonsumsinya, bisa memicu kerusakan DNA yang akhirnya memicu perkembangan sel kanker payudara. Wanita yang meminumnya tiga kali seminggu bisa meningkatkan risiko kanker ini hingga 15 persen.

  1. Menurunkan Asupan Gula

Konsumsi gula dengan berlebihan diduga bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Hanya saja, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.

 

Sumber:

  1. Stephan, Pam. 2019. Caffeine and Breast Cancer. verywellhealth.com/link-between-caffeine-breast-health-430046. (Diakses pada 24 Desember 2019).

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi