Cegah Diabetes, Ketahui Kadar Gula yang Normal

tes-diabetes-doktersehat
Photo Source: Flickr/v1ctor

DokterSehat.Com– Jika kita membahas tentang diabetes, hal pertama yang akan langsung terpikirkan tentu saja adalah gula darah. Dalam realitanya, dua hal ini memiliki kaitan langsung, yakni gula darah yang tinggi dan melebihi batas normal akhirnya akan menyebabkan datangnya diabetes.

Pakar kesehatan dariĀ American Diabetes Association menyebut peningkatan kadar gula darah tidak langsung menyebabkan diabetes. Masih ada satu fase yang harus dilalui orang dengan kadar gula darah yang tinggi, yakni fase prediabetes. Jika sampai saat di fase prediabetes ini mereka yang memiliki kadar gula darah tinggi mau mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, maka kedatangan diabetes masih bisa dicegah.

Menurut pakar kesehatan, ada empat jenis spektrum gula darah yang bisa kita ketahui berdasarkan hasil tes gula darah. Jika kadar gula darah kita berada di bawah 200 mg/dL, maka kadar gula darah dianggap berada dalam kondisi normal. Jika angkanya lebih dari 200 mg/dL, maka kita mengalami risiko besar untuk terkena diabetes.

Jika kita melakukan tes gula darah puasa, maka kadar gula darah yang normal adalah yang lebih rendah dari 100 mg/dL, kondisi prediabetes di angka 100-125 mg/dL, dan kondisi diabetes di angka lebih dari 125 mg/dL. Sementara itu, jika kita melakukan tes toleransi glukosa, kadar gula darah yang normal adalah yang kurang dari 140 mg/dL, prediabetes diantara 140 hingga 200 mg/dL, dan diabetes di angka lebih dari 200 mg/dL. Untuk tes HbA1c, kadar gula darah normal di bawah 5,7 persen, di kondisi prediabetes di angka 5,7-6,4 persen dan di kondisi diabetes saat melebihi 6,4 persen.

Hanya saja, kadar gula darah ini bisa berubah jika kita juga mengalami perubahan gaya hidup, baik itu perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat ataupun yang menjadi tidak sehat. Satu hal yang pasti, kondisi prediabetes tidak menunjukkan gejala yang jelas sehingga ada baiknya kita melakukan pengecekan kadar gula darah secara rutin demi mencegahnya.

Mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah diabetes, memiliki berat badan berlebih, dan berusia lebih dari 45 tahun sebaiknya juga rutin melakukan pengecekan gula darah.