Jumlah Urine Menurun? Waspada Hipertensi Berat

tekanan-darah-normal-doktersehat

DokterSehat.Com– Hipertensi atau tekanan darah dikenal luas sebagai penyakit yang tidak menunjukkan gejala yang kentara. Pakar kesehatan bahkan menyebut masalah kesehatan ini sebagai pembunuh diam-diam. Banyak penderitanya yang tidak menyadari tingginya tekanan darah dalam tubuhnya hingga akhirnya mengalami serangan jantung atau stroke.

Dalam realitanya, National Health Services (NHS) Inggris menyebut seperempat orang dewasa di negara tersebut tidak tahu bahwa mereka terkena hipertensi. Padahal, jika mereka lebih teliti saat mengecek kebiasaan buang air kecil, maka bisa jadi mereka langsung mewaspadai adanya masalah kesehatan ini. Hal ini disebabkan oleh salah satu gejala hipertensi magnila, kondisi dimana tekanan darah sangat tinggi, yang berupa menurunnya kadar urine dengan signifikan, yakni hingga mencapai kurang dari 400 ml dalam sehari.

Hanya saja, selain tanda dari masalah hipertensi, bisa jadi menurunnya jumlah urine saat buang air kecil ini juga menandakan adanya dehidrasi atau penyakit ginjal. Jika hal ini disebabkan oleh hipertensi maligna, biasanya penderitanya akan mengalami gejala lain seperti sakit kepala yang luar biasa, gangguan penglihatan, nyeri pada dada, mimisan, adanya darah pada urine saat buang air kecil, hingga mual-mual dan muntah.

Sebagai informasi, hipertensi maligna adalah kondisi dimana tekanan darah sudah mencapai lebih dari 180/120 mmHg. Hipertensi magnila bisa berkembang dengan sangat cepat dan akhirnya menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah, jantung, dan organ-organ lainnya. Beberapa dampak yang bisa didapatkan dari masalah kesehatan ini adalah adanya cairan di dalam paru-paru, pembengkakan atau perdarahan otak, hingga stroke.

Agar tidak sampai mengalami hipertensi dan gejala yang disebabkan oleh masalah kesehatan ini, pakar kesehatan menyarankan kita untuk rajin-rajin melakukan pemeriksaan tekanan darah. Bagi mereka yang sudah berusia lebih dari 40 tahun, ada baiknya melakukan pemeriksaan tekanan darah setiap enam bulan sekali. Pemeriksaan ini bisa dilakukan di dokter, apotek, puskesmas, atau bahkan melakukannya sendiri jika memiliki peralatannya di rumah. Meski terlihat sebagai hal yang sepele, pemeriksaan tekanan darah bisa membantu menjaga tekanan darah tetap normal.