Terbit: 16 Juni 2018 | Diperbarui: 19 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Apa makanan lebaran favorit Anda? Berbagai makanan khas lebaran yang banyak tersaji memang menjadikan momen makan saat lebaran tidak terlupakan.

Rendang Hingga Sambal Goreng, Ini Jumlah Kalori & Gizi pada Ragam Makanan Lebaran

Makanan khas lebaran dibuat khusus dan memiliki beberapa filosofi terkait makna hari raya Idulfitri, lalu bagaimana dengan kandungan gizi atau kalori yang ada pada makanan khas lebaran? Yuk kita simak di bawah ini!

Mendapatkan manfaat kesehatan maksimal dari makanan khas lebaran

Makanan khas lebaran yang kerap dicap tidak sehat, nyatanya memiliki beragam kandungan gizi yang sangat baik dijadikan bahan makanan pasca sebulan puasa.

Sebut saja lemak nabati yang ada pada santan, lontong atau ketupat yang rendah kalori, serta sajian jajanan kue kering yang diolah dengan metode masak rendah lemak.

doktesehat makanan hari raya

photo credit: Pexels

Nah, agar mendapatkan manfaat maksimal dari makanan khas tersebut, satu-satunya kunci yang perlu diperhatkikan adalah porsi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Kita haruslah mampu menjadikan makanan khas lebaran sebagai bagian dari pola makan yang tetap bergizi seimbang dan beragam jenisnya.

Kandungan gizi yang ada pada berbagai jenis masakan khas lebaran

Nah, agar bisa menempatkan makanan khas lebaran dengan maksimal, maka kita harus tahu terlebih dulu apa saja kandungan gizi yang ada pada berbagai jenis makanan khas lebaran, ya. Ini dia kandungan gizi dan kalori yang ada ragam menu masakan khas lebaran!

1. Sambal goreng hati

Lebaran tentu tak lengkap tanpa sambal goreng kentang hati, ya, Menu masakan khas lebaran ini menjadi populer karena rasanya yang nikmat dan cocok dipadukan untuk berbagai sajian khas lebaran seperti lontong.

Sambal goreng yang umum diolah dengan bahan baku kentang, wortel dan hati merupakan perpaduan menu yang bergizi lengkap, yaitu karbohidrat, serat, vitamin, mineral dan protein hewani.

Konsumsi kentang bisa mengurangi kebutuhan atau porsi nasi dan lontong, wortel sebagai sayuran dan hati sapi yang kaya akan zat besi.

Dalam satu porsi sambal goreng, yang setara dengan 2-3 sendok makan, terdapat kandungan kalori 30-40 kkal, 0,8 gram lemak, 3-4 gram karbohidrat dan 2,7 gram protein.

2. Opor ayam

Anda penggemar opor ayam? Sajian ayam dengan kuah kental berbumbu lezat ini memang tak boleh ketinggalan mengisi meja makan saat lebaran, ya.

Dalam 100 gram opor ayam, yang setara 1 potong ayam ukuran sedang dan 10 sendok makan kuah santan dengan bumbu terdapat 163 kalori.

Sebagai makanan berprotein hewani maka tentu opor ayam adalah sumber protein yang baik karena dalam angka tersebut opor ayam dapat mencukupi 40% kebutuhan protein harian orang dewasa.

Kandungan lemak yang ada pada 100 gram opor ayam cukup tinggi yaitu mencukupi 47% kebutuhan lemak harian orang dewasa. Untuk mengurangi hal ini usahakan tidak menggunakan bagian kulit ayam dan tidak memanaskan opor berulang, ya.

3. Rendang

Makanan yang dinilai sebagai makanan paling lezat di dunia ini memang layak karena manfaat dari penggunaan berbagai bumbunya juga disebut berefek pada kesehatan tubuh, lho.

Ya, perpaduan berbagai bumbu alami pada rendah memberikan asupan antioksidan dan fitonutrien yang baik bagi tubuh, selain itu daging pada rendang merupakan sumber protein yang baik.

gizi-dan-cara-sehat-makan-rendang-doktersehat-1

Photo Credit: Flickr.com/Kyle Lam

Dalam 100 gram rendang, yang setara 1-2 potong rendang ukuran sedang Anda akan mendapatkan 195 kkal dan 19,6 gram protein.

Akan tetapi, rendang memiliki kandungan lemak yang paling tinggi diantara makanan khas lebaran lainnya, yaitu 11 gram lemak yang setara dengan 51% kebutuhan lemak harian orang dewasa. Untuk mengurangi hal ini usahakan untuk menggunakan bagian daging rendah lemak, yaitu daging yang tidak memiliki banyak serat atau garis putih saat belum diolah, ya.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi