Apakah Terapi Jinjit Bisa Menyembuhkan Stroke? Cek Faktanya

terapi-jinjit-doktersehat

DokterSehat.Com – Pada akhir tahun 2018, terdapat sebuah informasi yang beredar di media sosial mengatakan bahwa seorang pria bisa sembuh dari stroke hanya dengan rutin berjinjit-jinjit 50 kali dalam sehari. Sebenarnya, apakah terapi jinjit benar-benar ampuh mengatasi stroke?

Benarkah Terapi Jinjit Efektif Menyembuhkan Stroke?

Menurut pakar kesehatan, terapi jinjit untuk mengatasi stroke tidaklah benar. Penyakit stroke tidak akan sembuh hanya dengan terapi kaki jinjit. Bahkan, meskipun penderita stroke rajin berolahraga, hal ini tidak akan menyembuhkan penyakitnya. Pada akhirnya, terapi jinjit untuk stroke adalah tindakan yang tidak berefek apa-apa terhadap penderitanya.

Terapi bagi Penderita Stroke

Jika sebelumnya pakar kesehatan telah membantah tidak ada manfaat dari terapi jinjit, namun penderita stroke juga perlu mendapatkan terapi tertentu agar kondisinya tetap baik dan mencegah gangguan fungsi tubuh lainnya.

Hal penting yang harus Anda ketahui bahwa kerusakan otak yang  diakibatkan oleh stroke bisa menyebar dan menjadi masalah jangka panjang. Agar kualitas hidup penderita stroke dapat meningkat, maka diperlukan terapi stroke.

Beberapa jenis terapi  yang bisa dilakukan oleh penderita stroke adalah terapi bicara, terapi fisik, dan terapi kerja. Selain terapi, penderita juga harus minum obat yang disesuaikan dengan kondisi kesehatannya seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan kondisi lainnya. Pada umumnya, penderita stroke akan mengonsumsi obat yang bisa mencegah datangnya penggumpalan darah.

Bukan terapi jinjit, inilah beberapa terapi stroke yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

  1. Terapi keterampilan motorik

Terapi ini dilakukan demi mengembalikan koordinasi sekaligus meningkatkan otot. Sebagai contoh, jika otot lidah penderita stroke melemah, maka penderita akan kesulitan untuk berbicara atau menelan. Terapi ini diharapkan bisa mengembalikan kemampuan penderita untuk melakukan hal ini.

  1. Terapi mobilitas

Banyak penderita stroke yang akhirnya harus memakai kursi roda, tongkat, atau alat bantu berjalan lainnya, namun mereka biasanya diminta untuk belajar kembali berjalan sebagaimana anak kecil dengan cara memegangi tembok atau memakai alat bantu lainnya.

  1. Terapi range of motion

Terapi ini dilakukan untuk membuat ketegangan otot kembali sehingga otot kembali lentur dan membuat pergerakan tubuh menjadi lebih lancar.

  1. Terapi gangguan kognitif

Terapi ini bisa berupa terapi bicara dan melatih kemampuan daya ingat, berpikir, memecahkan masalah dan cara berkomunikasi dengan orang lain. Diharapkan, terapi ini bisa membantu penderita stroke kembali berbicara, mendengar, memahami orang lain, menulis, dan melakukan hal-hal lainnya.

  1. Terapi psikologis

Penderita stroke juga rentan terkena gangguan emosi, apalagi dengan fakta bahwa kondisi kesehatannya tidak sebaik seperti sebelum saat terkena stroke. Jika dibiarkan, bisa jadi penderita stroke akan terkena depresi.

Selain mengadakan kelas konseling atau ikut berpartisipasi dalam kelompok yang saling mendukung, dokter juga bisa memberikan antidepresan atau obat-obatan yang bisa mengatasi rasa gelisah.

Salah satu terapi psikologis setelah stroke yang bisa dilakukan adalah terapi perilaku kognitif (CBT). Terapi ini bertujuan membantu pasien beradaptasi dengan keadaan yang terjadi. Tak lupa, dukungan orang-orang terdekat adalah sesuatu yang sangat penting guna mengembalikan kondisi jiwa penderita.

6. Terapi rekreasi

Terapi ini dapat diberikan pada pasien pasca-stroke agar dapat menikmati hal-hal membahagiakan yang pernah dilakukannya. Misalnya, membuat kerajinan, berjalan-jalan, atau bermain dengan hewan peliharaan. Kegiatan yang dipilih berdasarkan minat penderita stroke.

Nah, itulah sejumlah terapi yang bisa Anda coba terapkan. Pada akhirnya, setelah mendapatkan penjelasan bahwa terapi jinjit untuk menyembuhkan stroke adalah sesuatu yang tidak benar dan beberapa terapi yang sering digunakan dalam dunia medis, terdapat terapi lain yang juga bisa Anda gunakan yaitu terapi alternatif.

Meski begitu, konsultasikan dahulu dengan dokter sebelum melakukan beberapa terapi alternatif ini, karena penelitian terkait terapi ini belum bisa dibuktikan sepenuhnya. Beberapa terapi alternatif itu di antaranya:

1. Menggunakan bahan herba

Sejumlah obat herba diklaim mampu memperbaiki siklus darah ke otak dan menghindarkan dari serangan stroke. Sebelum mengonsumsi obat herba, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

2. Yoga

Yoga adalah salah satu aktivitas yang bisa memperbaiki kualitas hidup seseorang pasca-stroke. Melalui gerakan lambat dan latihan olah napasnya, yoga membuat meningkatnya fokus mental yang hilang akibat stroke.

3. Pijat

Terapi pijat adalah terapi yang umum dilakukan oleh penderita stroke. Terapi ini bisa mengurangi kecemasan, membuat tubuh lebih rileks, dan menurunkan tekanan darah. Selain itu, pijat juga dapat membantu masalah otot dengan meningkatkan aliran darah ke daerah yang terkena gangguan.

4. Akupunktur

Akupuntur adalah terapi yang menggunakan jarum khusus yang ditusukan ke kulit. Terapi ini diklaim bisa mengurangi masalah otot akibat stroke dan kelumpuhan.

Penanganan Stroke

Terdapat beberapa jenis pengobatan yang bisa diberikan pada penderita stroke. Satu hal yang pasti, seseorang yang baru saja terkena serangan stroke harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis demi menyelamatkan nyawanya.

Stroke disebabkan oleh gumpalan darah yang akhirnya menyumbat sirkulasi darah menuju otak. Otak yang tidak mendapatkan darah yang berisi nutrisi dan oksigen akhirnya mengalami gangguan fungsi dan kematian sel yang bisa berbahaya. Dalam banyak kasus, kematian sel ini bisa memicu kelumpuhan atau bahkan kematian.

Penderita diabetes harus ditolong dalam waktu 3 hingga 4,5 jam setelah terkena serangan. Dokter biasanya memberikan obat pengencer darah seperti aspirin, klopidogrel, warfarin, dan heparin demi mengatasi penggumpalan darah yang menyumbat.

Dampak terburuknya, penyakit stroke bisa menyebabkan tak berfungsinya beberapa organ tubuh seperti kehilangan kemampuan berbicara, kehilangan kemampuan menggerakkan tubuh, hingga benar-benar mengalami kelumpuhan.

Guna mengatasi hal ini, penderita stroke biasanya diminta untuk melakukan terapi yang sayangnya belum tentu berhasil mengembalikan kondisi tubuh seperti semula, termasuk terapi jinjit.