Terbit: 30 Juni 2020 | Diperbarui: 6 Juli 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Jerawat adalah masalah kulit umum yang mungkin pernah dialami banyak orang. Ada beberapa jenis jerawat mulai dari gejala ringan hingga serius. Ketahui penyebab, gejala, dan obat jerawat dalam pembahasan ini.

Jerawat: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Jerawat?

Jerawat adalah gangguan kulit umum yang terjadi akibat penyumbatan folikel rambut pada kulit oleh sel-sel kulit mati, bakteri, dan minyak (sebum) berlebihan. Gejalanya berbeda tergantung pada setiap jenis jerawat. Ada yang berupa benjolan kecil kemerahan dan bertekstur lunak namun ada juga yang berbentuk benjolan besar dengan nanah di dalamnya.

Umumnya, jerawat paling sering muncul di kulit wajah namun bisa juga terjadi dada, bahu, dan punggung. Sebagian kasus wajah berjerawat tidak parah dan dapat sembuh perlahan, namun ada juga jerawat serius hingga menimbulkan bekas luka atau jaringan parut fisik permanen.

Gejala Jerawat

Gejala jerawat bervariasi tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Berikut ini gejala paling umum:

  • Komedo putih (whiteheads), pori-pori yang tertutup dengan permukaan berwarna putih.
  • Komedo (blackheads), pori-pori terbuka dengan permukaan berwarna hitam akibat kotoran yang terperangkap di pori-pori terpapar udara.
  • Papula, benjolan lunak dan kecil dengan warna kemerahan. Ini merupakan gangguan kulit paling umum.
  • Pustula, benjolan kemerahan dengan nanah di bagian ujungnya.
  • Nodul, benjolan besar berwarna kemerahan yang menyakitkan.
  • Jerawat kistik, benjolan kemerahan yang berisi nanah. Kondisi kulit berjerawat paling parah.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagian besar kondisi kulit berjerawat tidak parah dan biasanya dapat diatasi dengan perawatan kulit dan wajah dengan berbagai produk khusus untuk kulit. Anda disarankan untuk memilih produk yang sesuai dengan jenis kulit dan gangguan kulit yang dialami.

Apabila kondisi kulit Anda tidak membaik dan gejala berlanjut parah, Anda dapat konsultasi ke dokter kulit. Terlebih lagi bila Anda mengalami pembengkakan di wajah, mata, gatal, atau kondisi kulit yang sangat menyakitkan.

Penyebab Jerawat

Penyebab jerawat yang paling utama adalah penyumbatan pori-pori oleh:

  • Sebum, minyak alami untuk menjaga kelembapan kulit namun bila berlebihan dapat menyumbat folikel rambut pada kulit dan memicu kulit berjerawat.
  • Sel-sel kulit mati.
  • Bakteri, Propionibacterium acnes (P. acnes).
  • Perubahan hormon atau kelebihan hormon androgen yang umumnya terjadi pada remaja.

Gangguan kulit ini mungkin juga dipicu oleh jenis bakteri lain. Penumpukan kotoran dari udara dan kebiasaan tidak membersihkan kulit dengan benar juga dapat menyebabkan jerawat atau masalah kulit lainnya.

Baca Juga: 13 Penyebab Jerawat dan Cara Mengatasinya

Faktor Risiko Jerawat

Berikut ini beberapa faktor risiko yang dapat memicu kulit berjerawat atau memperburuk kondisi kulit Anda:

  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid dan pil KB tertentu.
  • Faktor genetik dari orang tua atau keluarga yang memiliki kulit berjerawat parah.
  • Perubahan hormon akibat kehamilan atau masa pubertas.
  • Faktor stress.
  • Perubahan hormon saat menstruasi.
  • Alergi atau iritasi kulit akibat penggunaan produk kosmetik atau perawatan kulit tertentu.
  • Konsumsi makanan tertentu seperti diet karbohidrat dan makanan tinggi gula termasuk roti, keripik, dll.

Sementara jenis makanan seperti kacang, cokelat, atau gorengan juga dikaitkan sebagai pemicu jerawat, namun belum ada penelitian medis yang membuktikannya.

Diagnosis Jerawat

Dokter akan memberikan diagnosis dengan bertanya seputar gejala yang Anda alami dan memeriksa kondisi kulit Anda. Dokter akan melakukan identifikasi untuk jenis lesi, tingkat keparahan, risiko kesehatan kulit, dan pilihan perawatan terbaik untuk mengatasinya.

Jenis Jerawat

Jerawat memiliki jenis, ukuran, dan level keparahan yang berbeda. Lesi kulit ini dibedakan menjadi lesi noninflamasi dan lesi inflamasi, sebagai berikut:

1. Jerawat Noninflamasi

Gangguan kulit yang tidak menyebabkan pembengkakan. Kondisi ini umumnya bersifat ringan dan mudah diatasi dengan produk perawatan kulit atau obat topikal yang dijual secara bebas. Contoh gangguan kulit noninflamasi, termasuk:

  • Komedo putih (whiteheads) atau komedo terbuka.
  • Komedo (blackheads), komedo terbuka dengan titik hitam pada permukaan.

Kondisi ini dapat diatasi dengan melembapkan kulit dan membersihkan sel-sel kulit mati yang menyebabkan komedo.

2. Jerawat Inflamasi

Jenis lesi kulit yang menyebabkan pembengkakan dan kemerahan pada kulit. Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh bakteri yang memicu infeksi kulit lebih parah dan menyakitkan.

Jenis lesi kulit yang menyebabkan peradangan, termasuk:

  • Papula, peradangan serius yang menyebabkan kerusakan pada dinding pori-pori. Kondisi ini menyebabkan kulit menjadi kemerahan dengan tekstur lunak.
  • Pustula, kerusakan atau pori-pori pecah akibat peradangan dan menyebabkan pembengkakan dengan nanah.
  • Nodula, pembengkakan kulit akibat iritasi kulit yang terjadi pada lapisan kulit lebih dalam dari kondisi papula atau pustula. Kondisi ini membutuhkan perawatan kulit dengan dokter kulit.
  • Kistik, jenis kulit berjerawat yang lebih parah dari jerawat batu. Kondisi ini terjadi akibat paparan bakteri dan sel kulit mati yang terjadi di lapisan kulit lebih dalam.

Jenis lesi kulit yang meyebabkan pembengkakan harus diatasi dengan serius. Pasalnya, kondisi ini mungkin mengganggu penampilan dan kepercayaan diri Anda. Anda berbagai produk kecantikan atau obat topikal yang dijual di pasaran, namun Anda harus berhati-hati dalam menggunakannya.

Baca Juga: Jerawat Batu: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, dll

Cara Mengatasi Jerawat Secara Alami

Ada beragam cara mengatasi jerawat secara alami, namun sebagian besar perawatan ini belum didasari penelitian medis, di antaranya:

  • Tea Tree Oil: Berdasarkan laporan dari Indian Journal of Dermatology, Venereology, and Leprology, tea tree oil 5% dapat membantu mengatasi kulit berjerawat dengan gejala ringan dan sedang. Penelitian ini didapat dari studi pada 60 pasien.
  • Teh: Teh mengandung antioksidan polifenol yang dipercaya dapat memperbaiki kondisi kulit. Obat topikal atau produk perawatan kulit dengan kandungan hijau dinilai dapat membantu mengatasi kulit berjerawat.
  • Pelembap: Pelembap dapat mengontrol produksi minyak dan menjaga kondisi kulit tetap sehat. Berdasarkan penelitian, pelembap dengan kandungan lidah buaya 10% dapat menenangkan kulit dan mencegah pembengkakan.
  • Vitamin untuk Kulit: Gunakan produk perawatan kulit atau makanan yang tinggi vitamin A dan E.

Ada beragam rekomendasi alami lainnya untuk mengatasi gangguan kulit ini. Hal terpenting adalah dengan rajin membersihkan wajah dari minyak berlebih dan kotoran serta tidak memencet jerawat tersebut.

Obat Jerawat di Apotek

Berikut ini beberapa obat jerawat topikal (salep atau krim) yang sering digunakan:

  • Retinoid: Obat retinoid berasal dari vitamin A untuk mengatasi berbagai gangguan kulit. Obat ini digunakan setiap malam tiga kali seminggu.
  • Antibiotik Topikal: Antibiotik yang dikombinasikan dengan retinoid atau benzoil peroksida agar Anda tidak kebal antibiotik. Antibiotik digunakan untuk membunuh bakteri penyebab jerawat.
  • Asam Salisilat dan Asam Azelaic: Mencegah penyumbatan folikel rambut dan memiliki sifat antibakteri. Obat ini digunakan dua kali sehari selama empat minggu.

Ada berbagai obat topikal lain untuk mengatasi gangguan kulit ini. Tanyakan pada dokter atau apoteker Anda untuk pilihan perawatan kulit yang sesuai dengan kondisi Anda.

Cara Mencegah Jerawat

Berikut ini beberapa cara mencegah jerawat:

  • Cuci muka setidaknya dua kali sehari dengan sabun cuci muka khusus wajah berjerawat.
  • Jangan menyentuh atau memencet jerawat karena akan memperburuk infeksi.
  • Gunakan perawatan kulit khusus untuk wajah berjerawat.
  • Cuci muka sebelum tidur.
  • Usahakan untuk mengelola stres.
  • Bersihkan riasan wajah sesegera mungkin.
  • Cuci tangan sebelum menyentuh wajah.
  • Rajin keramas untuk menghindari paparan bakteri atau minyak dari rambut yang mengenai wajah.
  • Ganti sarung bantal secara berkala untuk menghindari kotoran yang mungkin menempel di wajah.
  • Bila jerawat ada di bagian tubuh, hindari pakaian ketat.

Anda juga harus mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin untuk kulit, termasuk vitamin C, E, dan A. Selain itu, gunakan produk perawatan kulit yang cocok untuk Anda dan ketahui apa saja yang memicu kulit berjerawat.

Itulah pembahasan lengkap tentang penyebab, gejala, dan obat jerawat. Kulit berjerawat adalah masalah umum namun dapat memengaruhi penampilan Anda. Bila berbagai perawatan alami tidak dapat menyembuhkan kulit Anda, maka hubungi dokter kulit untuk perawatan terbaik.

 

  1. Brazier, Yvette. 2017. What you need to know about acne. https://www.medicalnewstoday.com/articles/107146. (Diakses pada 20 Juni 2020).
  2. Cherney, Kristeen. 2019. Types of Acne and How to Treat Them. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/types-of-acne. (Diakses pada 20 Juni 2020).
  3. Cobb, Cynthia DNP, APRN. 2019. What Causes Acne?. https://www.healthline.com/health/skin/acne. (Diakses pada 20 Juni 2020).
  4. Mayo Clinic. 2019. Acne. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acne/symptoms-causes/syc-20368047. (Diakses pada 20 Juni 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi