Terbit: 3 Agustus 2020 | Diperbarui: 4 Agustus 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Jerawat pustula adalah jenis jerawat parah berupa benjolan kecil dengan nanah kekuningan. Ketahui penyebab, gejala, serta cara mengatasi jerawat pustula dalam pembahasan ini.

Jerawat Pustula: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Jerawat Pustula?

Jerawat pustula adalah peradangan kulit di mana pori-pori kulit tersumbat oleh minyak berlebih (sebum), sel kulit mati, dan membentuk nanah putih kekuningan. Jerawat ini berbentuk seperti benjolan lunak yang lebih besar dari jerawat biasa atau komedo.

Pustula pada kulit terjadi akibat ketidakseimbangan hormon dalam tubuh yang umumnya dialami pada pada remaja atau orang dewasa. Kondisi ini menyebabkan kulit berwarna merah, nyeri bila tersentuh, dan mengganggu penampilan penderitanya.

Dalam banyak kasus, cara mengatasi jerawat pustula adalah dengan perubahan gaya hidup seperti membersihkan wajah secara teratur dan tidak memencet jerawat. Selain itu, perawatan dengan obat topikal yang mengandung asam salisilat, retinoid, atau benzoil peroksida juga dianjurkan.

Gejala Jerawat Pustula

Pustula pada permukaan kulit memiliki karakteristik, berupa:

  • Jerawat berupa benjolan besar.
  • Peradangan merah.
  • Terdapat nanah putih atau kekuningan di puncak benjolan.
  • Memiliki tekstur lunak saat disentuh.
  • Benjolan mungkin lebih kecil namun tetap berisi nanah.

Pustula biasanya terjadi pada permukaan kulit dekat kelenjar minyak, seperti:

  • Wajah
  • Bahu
  • Dada
  • Punggung
  • Ketiak
  • Leher
  • Garis rambut
  • Area kemaluan

Selain itu, benjolan pustula juga sakit saat disentuh. Gejala pustula mudah diidentifikasi dari penampakan permukaan kulit yang meradang merah.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter kulit apabila perawatan sederhana di rumah seperti dengan menggunakan produk kecantikan atau obat topikal bebas tidak menyembuhkan jerawat. Selain itu, segera konsultasi apabila pustula memburuk dan menyebabkan gejala parah lainnya, seperti:

  • Demam
  • Kulit lembap
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri di area pustula
  • Kondisi pustula semakin besar, bernanah, dan menyakitkan

Dalam beberapa kasus, kondisi pustula mungkin memburuk akibat infeksi bakteri dan peradangan. Apabila peradangan kulit memburuk, cari pertolongan dari dokter kulit terpercaya untuk memberikan Anda resep obat dan perawatan yang lebih efektif.

Penyebab Jerawat Pustula

Pustula adalah istilah medis untuk kondisi kulit berupa benjolan akibat peradangan yang juga menyebabkan nanah di dalam kulit. Pustula mungkin terjadi akibat alergi, paparan zat kimia di lingkungan, gigitan serangga, atau komplikasi dari gangguan kulit lainnya.

Pada kasus jerawat pustula, kondisi ini disebabkan oleh penyumbatan pori-pori kulit akibat penumpukan sel kulit mati dan sebum. Penyumbatan tersebut pun memburuk dan menyebabkan peradangan kulit, bercak kulit, hingga pembengkakan kulit yang kemudian berkembang menjadi pustula.

Kondisi ini juga terjadi akibat perubahan hormon remaja dan infeksi bakteri penyebab jerawat, yaitu Propionibacterium acnes. Pustula pada permukaan kulit mungkin juga bertambah parah akibat pola hidup yang kurang bersih seperti kebiasaan menyentuh wajah atau memencet jerawat yang meradang.

Baca Juga: Jerawat: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Faktor Risiko Jerawat Pustula

Berikut ini beberapa kondisi yang meningkatkan faktor risiko Anda terkena jenis jerawat ini:

  • Memiliki kulit wajah berminyak
  • Anak remaja yang sedang mengalami perubahan hormon secara alami
  • Tidak membersihkan kulit secara teratur

Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja. Beberapa wanita mungkin juga mengalami jerawat sebelum atau selama menstruasi akibat perubahan hormon.

Diagnosis Jerawat Pustula

Pustula sangat mudah dikenali. Dokter akan melakukan diagnosis jerawat pustula dengan pemeriksaan permukaan kulit serta bertanya seputar gejala yang Anda rasakan. Dokter juga akan mengidentifikasi penyebab pustula yang Anda alami, apakah akibat perubahan hormonal atau mungkin komplikasi dari gangguan kulit lainnya.

Cara Mengatasi Jerawat Pustula

Dalam kondisi ringan, pustula kecil dapat sembuh tanpa perawatan khusus. Anda cukup mencuci muka dengan air hangat serta pembersih wajah dan menggunakan perawatan kecantikan yang cocok dengan kulit Anda dua kali sehari.

Apabila perawatan tersebut dirasa tidak cukup, berikut ini cara mengatasi jerawat pustula:

1. Perawatan Alami

Beberapa orang lebih memilih perawatan alami untuk mengatasi pustula, termasuk:

  • Tree Tea Oil: Tree tea oil adalah minyak esensial yang mengandung efek antiinflamasi alami. Gunakan minyak tree tea oil 5% untuk mengatasi pustula.
  • Gel Lidah Buaya: Lidah buaya dipercaya dapat mengatasi berbagai masalah kulit, termasuk pustula. Gel lidah buaya mengandung antibakteri alami untuk mengurangi peradangan kulit.
  • Clay Mask: Masker tanah liat dapat membantu membersihkan sel-sel kulit mati dan penumpukan sebum. Gunakan clay mask bentonit sesuai dengan anjuran yang tertulis di balik kemasan.
  • Minyak Esensial: Cara mengatasi jerawat pustula dengan berbagai minyak esensial lain juga dianjurkan, seperti minyak rosemary.

Anda dapat menggunakan alternatif perawatan jerawat tersebut, namun harus tetap berhati-hati. Apabila perawatan tersebut tidak berhasil, harap hubungi dokter kulit untuk pengobatan yang lebih efektif.

2. Perawatan dengan Obat Topikal

Obat topikal (krim atau salep) dapat membantu mengeringkan lapisan kulit sehingga pustula akan kering dan mengelupas. Sebagian orang juga biasa menggunakan obat topikal untuk mengatasi jerawat, termasuk:

  • Asam Salisilat: Krim atau salep asam salisilat mengandung antiinflamasi dan berperan sebagai eksfoliator untuk menghilangkan lapisan kulit yang meradang dan iritasi.
  • Benzoil Peroksida: Banyak produk kecantikan yang mengandung benzoil peroksida. Kandungan ini memiliki sifat antiinflamasi dan agen untuk membunuh penyebab jerawat.
  • Retinoid: Turunan dari vitamin A untuk memperbaiki kondisi kulit yang rusak, teriritasi, atau meradang.
  • Calamine Losion: Membantu mengeringkan pustula, tapi tidak sepenuhnya menyembuhkan jerawat. Kandungan ini dapat membantu mencegah peradangan jerawat.

Obat topikal lain seperti adapalene, klindamisin, dan eritromisin juga dapat digunakan untuk meringankan gejala jerawat. Anda dapat konsultasi lagi dengan apoteker Anda seputar penggunaannya.

3. Obat Jerawat

Berikut ini beberapa obat jerawat (oral) yang dapat membantu membunuh bakteri penyebab jerawat:

  • Antibiotik: Antibiotik seperti amoksisilin dan doksisiklin biasa digunakan untuk mengurangi pembengkakan dan membunuh bakteri penyebab jerawat.
  • Isotretinoin: Turunan dari vitamin A yang biasa digunakan untuk mengatasi jerawat jenis kistik dan nodul yang parah. Obat ini juga mengandung sifat antibakteri dan antiinflamasi.

Itulah beberapa cara mengatasi jerawat pustula. Anda juga harus menyesuaikan pengobatan dengan jenis kulit dan tingkat keparahan jerawat. Menggunakan perawatan yang tidak tepat dapat memperburuk kondisi kulit Anda.

Baca Juga: 17 Cara Mencegah Jerawat Secara Alami (Mudah dan Efektif)

Cara Mencegah Jerawat Pustula

Cara mencegah jerawat adalah dengan rajin membersihkan wajah dua kali sehari, serta melakukan beberapa tindakan preventif berikut ini:

  • Ketahui jenis kulit Anda dan pakain produk cuci muka dan perawatan kulit yang sesuai.
  • Gunakan produk bebas minyak.
  • Gunakan pelembap, tabir surya, serta bersihkan wajah setelah menggunakan riasan.
  • Gunakan produk dengan label non-comedogenic yang diformulasikan untuk mencegah jerawat.
  • Bersihkan tubuh atau mandi setelah aktivitas berkeringat.

Itulah pembahasan lengkap tentang gejala, penyebab, pencegahan, dan cara mengatasi jerawat pustula. Anda dapat konsultasi dengan dokter kulit untuk diagnosis dan pengobatan lebih efektif. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Fletcher, Jenna. 2019. What to know about pustules. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325342. (Diakses pada 3 Agustus 2020).
  2. Hati, Abhisikta. 2020. How To Treat Pustules On Face?. https://skinkraft.com/blogs/articles/pustules-acne. (Diakses pada 3 Agustus 2020).
  3. Kahn, April. 2019. What Causes Pustules?. https://www.healthline.com/health/pustules. (Diakses pada 3 Agustus 2020).
  4. Palmer, Angela. 2020. Acne Pustule. https://www.verywellhealth.com/what-is-acne-pustule-15579#diagnosis. (Diakses pada 3 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi