Terbit: 10 Agustus 2018 | Diperbarui: 29 Desember 2019
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang paling sering ditemui. Tidak jarang juga jerawat muncul bergerombol dengan bentuk yang kecil-kecil dan biasa disebut dengan jerawat pasir atau bruntusan. Simak penyebab dan berbagai cara menghilangkan jerawat pasir berikut ini!

Jerawat Pasir: Penyebab, Bahaya, Cara Menghilangkan

Jerawat pasir bisa muncul di bagian wajah mana saja, tapi biasanya paling sering muncul di bagian dahi, baru kemudian di bagian wajah lainnya seperti pipi dan dagu. Banyak orang yang mengira bahwa jerawat pasir ini sama seperti komedo. Hal ini tidak sepenuhnya benar dan tidak juga salah.

Jerawat pasir juga bisa terbentuk dari kumpulan komedo putih yang muncul di suatu spot di wajah. Tapi bedanya dengan komedo adalah jerawat pasir juga sering kali berupa papula (jerawat berbentuk bintik merah kecil) dan juga pustula (jerawat merah kecil yang terdapat nanah di dalamnya). Jerawat pasir yang terdiri dari komedo putih biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tapi berbeda dengan papula dan pustula.

Bentuknya yang kecil namun muncul dalam jumlah yang banyak tentunya membuat jerawat pasir ini sangat mengganggu. Sebelum melihat cara meghilangkan jerawat pasir, kenali dulu penyebab dan bahaya jerawat pasir berikut ini!

Baca Juga: Mengenal Purging, Apa Bedanya dengan Jerawat Biasa?

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Penyebab Jerawat Pasir

Sama seperti jenis jerawat lainnya, penyebab jerawat pasir juga bermacam-macam. Faktor penyebab jerawat pasir bisa berasal dari dalam tubuh maupun dari luar tubuh. Berikut adalah faktor penyebab jerawat pasir yang paling sering ditemukan!

1. Kurang Menjaga Kebersihan Wajah

Jerawat terjadi akibat penumpukan kotoran di pori-pori wajah yang kemudian meradang. Penumpukan kotoran di pori-pori ini sangat mungkin terjadi akibat kurang menjaga kebersihan wajah. Kebiasaan malas mencuci wajah dan menghapus make up dengan kurang baik sangat berpotensi untuk menimbulkan jerawat pasir.

Kebiasaan sehari-hari lainnya juga bisa menjadi penyebab jerawat pasir. Seperti kebiasaan membiarkan rambut poni yang kotor atau penggunaan helm yang kurang bersih bisa menjadi penyebab jerawat pasir di dahi.

2. Salah Menggunakan Produk

Penyebab jerawat pasir yang kedua adalah penggunaan produk kosmetik yang salah.

Produk ini bisa bebentuk skin care maupun make up. Jika timbul jerawat pasir setelah penggunaan suatu produk, ada kemungkinan Anda tidak cocok menggunakan produk tersebut. Kebanyakan kosmetik juga mengandung minyak sehingga bisa memperparah penumpukan minyak di wajah.

3. Pengaruh Hormon

Penyebab jerawat pasir selanjutnya adalah pengaruh hormon.

Meningkatnya hormon testosteron adalah salah satu yang bisa menjadi penyebab jerawat pasir. Tingginya hormon testosteron bisa memicu kelenjar minyak memproduksi sebum lebih banyak. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa banyaknya minyak di wajah sangat mungkin menjadi pemicu timbulnya jerawat.

4. Stres

Faktor penyebab jerawat selanjutnya juga berasal dari dalam tubuh yaitu stres. Memang belum ada studi ilmiah yang menunjukkan keterkaitan antara stres dan juga jerawat. Tetapi terdapat beberapa kasus dimana orang yang biasanya tidak berjerawat, tiba-tiba timbul jerawat di wajahnya ketika sedang banyak pikiran.

Hal ini bisa terjadi kemungkinan karena stres dapat memicu berbagai kebiasaan jelek yang kemudian menyebabkan jerawat seperti malas membersihkan wajah, rokok, konsumsi makanan tidak sehat, hingga konsumsi alkohol. Di sisi lain, sebagian orang justru merasakan hal sebaliknya yaitu baru merasa stres akibat munculnya jerawat.

5. Pengaruh Makanan

Terdapat beberapa jenis makanan yang sering dituduh sebagai penyebab jerawat seperti makanan berminyak, makanan olahan susu dan juga kacang-kacangan. Makanan penyebab jerawat biasanya adalah makanan yang dapat meningkatkan gula darah.

Meningkatnya gula darah akan menyebabkan insulin dalam tubuh meningkat dan produksi minyak di wajah juga meningkat. Tapi penyebab jerawat pasir akibat makanan ternyata hanya terjadi pada sebagian orang saja. Jadi jangan merasa heran ketika ada makanan yang menyebabkan Anda jerawatan sedangkan tidak untuk orang lain.

6. Faktor Genetik

Faktor genetik bisa menjadi salah satu penyebab jerawat pasir. Tapi tentunya faktor ini bukan faktor utama dan umumnya masih dibarengi dengan faktor-faktor yang sudah disebutkan sebelumnya. Faktor genetik hanya berpengaruh pada seberapa rentannya kulit Anda pada jerawat.

Baca Juga : 6 Penyebab Jerawat di Pipi dan Tips Mengatasinya

Apakah Jerawat Pasir Berbahaya?

Jerawat pasir memang mengganggu, tapi sebenarnya tidak berbahaya pada kesehatan Anda. Namun tetap saja keberadaan jerawat pasir bisa merugikan Anda. Jerawat pasir yang meradang, tentunya akan menimbulkan rasa sakit pada wajah. Jika satu jerawat biasa saja bisa membuat Anda merasa sakit, bagaimana jika jumlahnya banyak dan menyebar di seluruh wajah? Tentunya rasa sakitnya juga akan lebih mengganggu.

Jerawat pasir juga biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh. Bentuk jerawat pasir dari komedo putih adalah yang paling tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi justru lebih bertahan lama di wajah karena kondisi pori-pori yang juga tertutup.

Selain itu, jerawat juga sering kali meninggalkan bekas berupa flek hitam dan jaringan parut, apalagi jika tidak ditangani dengan benar. Tentunya jerawat pasir di wajah juga menimbulkan bekas yang lebih besar dan lebih banyak di wajah. Proses penyembuhan bekas jerawat pasir juga akan memakan waktu yang lebih lama.

Cara Menghilangkan Jerawat Pasir

Cara mengatasi jerawat pasir bisa dilakukan dengan berbagai cara mulai dari cara alami hingga cara medis. Memilih cara menghilangkan jerawat pasir juga bisa Anda sesuaikan dengan penyebab jerawat pasir yang Anda alami.

1. Menggunakan Masker Alami

Cara menghilangkan jerawat pasir yang pertama adalah dengan menggunakan masker alami.

Beberapa masker wajah alami yang dipercaya ampuh untuk mengatasi jerawat pasir antara lain seperti masker jus tomat, pepaya, jus lemon, hingga lidah buaya. Masker alami memang merupakan obat yang paling aman untuk jerawat tapi jangan lupa untuk tetap menyesuaikan bahan alami yang digunakan dengan kondisi kulit Anda.

2. Menggunakan obat jerawat

Cara menghilangkan jerawat yang kedua adalah dengan menggunakan obat jerawat. Terdapat dua jenis obat jerawat yaitu obat minum dan obat berbentuk salep. Sebelum memilih obat yang tepat sebaiknya Anda berkonsultasi dulu pada ahli.

3. Menjaga Kebersihan

Usaha untuk menghilangkan jerawat tidak akan berhasil jika Anda tidak rajin membersihkan wajah. Jika jerawat sedang dalam keadaan yang cukup parah, Anda juga sebaiknya menghindari penggunaan make up agar proses penyembuhan jerawat juga tidak terhambat.

4. Manajemen Stres

Meskipun stres dan jerawat tidak terkait secara ilmiah, tapi Anda tetap harus menguasai manajemen stres agar tidak terjerumus pada masalah jerawat. Jangan biarkan stres yang menimpa Anda membuat Anda jadi tidak peduli terhadap kesehatan kulit Anda.

Selain itu, Anda juga tidak boleh membiarkan diri Anda merasa semakin stres ketika jerawat sudah terlanjur muncul. Jika jerawat yang muncul membuat Anda stres, bukan saja jerawat jadi sulit disembuhkan, tapi Anda juga bisa terserang masalah kesehatan lainnya.

Jika masalah jerawat tidak kunjung selesai dan justru semakin memburuk, segara konsultasikan pada dokter spesialis kulit untuk mendapatkan perawatan yang lebih tepat.

 

Sumber:

  1. Burke, Darla. 2019. What Causes Acne?. https://www.healthline.com/health/skin/acne. (Diakses 29 Desember 2019).
  2. Frothingham, Scott. 2019. What Causes Acne Papules, and How Are They Treated?. https://www.healthline.com/health/papules-acne. (Diakses 29 Desember 2019).
  3. Wint, Carmella. 2019. What Is a Papule?. https://www.healthline.com/health/papule#signs. (Diakses 29 Desember 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi