5 Tanda Wanita Mengalami Jerawat Akibat Hormon

doktersehat jerawat hormonal

DokterSehat.Com – Saat masih remaja atau memasuki masa puber, wanita akan sering berjerawat. Munculnya bisul di kulit wajah terjadi akibat perubahan hormon di dalam tubuh. Mulai banyaknya hormon seks dihasilkan oleh tubuh, perubahan terjadi pada fisik wanita. Kondisi jerawat ini biasanya akan usai saat wanita sudah matang secara seksual.

Wanita yang memasuki usia 20-an tahun biasanya sudah tidak memiliki jerawat atau kalau pun muncul tidak akan banyak. Nah, kalau jerawat sering muncul padahal Anda sudah berusia di atas 20 tahun, berarti sedang ada masalah pada tubuh. Masalah itu adalah fluktuasi hormon yang memicu jerawat muncul lagi.

Kalau Anda mengalami beberapa tanda di bawah ini, bisa jadi kondisi hormonal di dalam tubuh tidak stabil.

  1. Jerawat muncul saat Anda tidak lagi muda

Jerawat seharusnya muncul di usia puber dari wanita sekitar usia 12 tahun ke atas dan akan berhenti di usia 20-an. Jerawat biasanya muncul sesekali dan mudah diatasi. Kalau Anda mengalami jerawat saat berusia 20 tahun ke atas atau malah setelah melahirkan, jerawat yang muncul bisa terjadi akibat perubahan hormon.

Perubahan hormon yang terjadi pada wanita saat hamil atau saat sedang menyusui bisa dipastikan terjadi karena perubahan hormon. Saat menyusui wanita akan mengalami fluktuasi estrogen yang berdampak juga pada kehidupan seksualnya. Wanita akan susah menghasilkan pelumas di dalam vagina.

  1. Jerawat muncul di sekitar dagu

Area dagu sering mengalami perubahan yang besar saat wanita mengalami kenaikan berat badan. Lipatan kulit di dagu akan muncul sebagai tanda ada banyak lapisan lemak di sana. Nah, lapisan lemak ini muncul dan menyebabkan gangguan pada produksi kelenjar minyak dan memicu terjadi infeksi.

Kondisi ini semakin diperparah lagi dengan fluktuasi hormon yang memicu produksi minyak berlebihan. Kondisi ini menyebabkan jerawat muncul dalam jumlah yang banyak dan susah diatasi.

  1. Mengalami stres yang terlalu berat

Wanita yang sering mengalami stres akibat tekanan pekerjaan atau karena ada masalah dengan keluarga akan menghasilkan kortisol. Hormon yang bekerja saat stres=s muncul itu akan memengaruhi kerja dari hormon dengan masif. Akibatnya jerawat sering sekali muncul di area wajah.

Stres juga menyebabkan wanita mengalami gangguan tidur sehingga kesehatan kulit menurun. Kalau kesehatan dari kulit menurun, kemungkinan terjadi infeksi akan semakin mudah.

  1. Jerawat susah hilang dan alami gangguan kesuburan

Kalau wanita sering mengalami jerawat bahkan jerawat ini tidak kunjung hilang begitu saja dan bertahan hingga bertahun-tahun ada kemungkinan terjadi masalah pada kesuburan. Wanita dengan kondisi ini bisa saja mengalami PCOS atau sindrom yang menyebabkan ovarium tidak bekerja dengan maksimal.

Sindrom yang bisa merusak kesuburan dari wanita ini terjadi akibat ada fluktuasi hormon seperti androgen yang terlalu berlebihan dan menekan kerja dari estrogen. Androgen yang juga menghasilkan testosteron ini harusnya rendah karena identik dengan hormon seks pria.

  1. Muncul sebulan sekali dan berulang

Perubahan hormon pada wanita adalah hal yang wajar dan kadang terjadi sebulan sekali. Beberapa wanita mengalami jerawat yang berulang setiap bulan menjelang menstruasi. Kondisi ini akan berulang-ulang dan hilang saat menstruasi usai.

Kalau Anda mengalami ini, usahakan untuk mengalami perawatan sebelum menstruasi muncul. Perawat di wajah akan mengurangi efek dari jerawat yang berlebihan seperti muncul flek hitam di wajah.

Inilah beberapa tanda kalau wanita mengalami jerawat hormonal. Semoga bisa Anda gunakan sebagai rujukan sehingga tahu bagaimana cara menyembuhkannya secara maksimal.