Terbit: 6 November 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Jenis tumor otak berbagai macam, ada yang berawal dari sel otak sendiri, sumsum tulang belakang, atau bagian lain tubuh kemudian menyebar ke otak. Apa saja jenis tumor yang harus Anda kenali? Simak selengkapnya.

11 Jenis Tumor Otak yang Perlu Anda Ketahui

Mengenali Berbagai Jenis Tumor Otak

Penting untuk dipahami bahwa seberapa cepat tumor otak berkembang bisa sangat bervariasi. Tingkat pertumbuhan serta lokasi tumor menentukan bagaimana tumor memengaruhi fungsi sistem saraf. Selain itu, pilihan pengobatan juga tergantung pada jenis, ukuran, dan lokasinya.

Berikut berbagai jenis tumor otak yang harus kenali, antara lain:

1. Neuroma Akustik

Neuroma akustik atau dikenal dengan sebutan vestibular schwannoma adalah tumor jinak yang biasanya berkembang di saraf utama (vestibular) yang mengarah dari telinga bagian dalam ke otak. Keadaan ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran hingga telinga berdenging. Tumor ini jarang tumbuh dengan cepat dan jarang mengganggu fungsi vital otak.

2. Astrositoma

Astrositoma adalah jenis kanker yang dapat terbentuk di otak atau sumsum tulang belakang. Jenis tumor ini bisa dimulai pada sel yang disebut astrosit, yaitu sel glial utama pada sistem saraf pusat dan berperan penting dalam fungsi fisiologis otak.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Tanda dan gejala penyakit ini bergantung pada lokasi tumor. Astrositoma yang terjadi di otak dapat menyebabkan kejang, sakit kepala, dan mual. Sedangkan jika terjadi pada sumsum tulang belakang, hal tersebut dapat menyebabkan kelemahan dan kecacatan pada area di mana tumor tumbuh. Agresivitas (tingkat) astrositoma menentukan prognosis dan pilihan pengobatan.

3. Karsinoma Pleksus Koroid

Karsinoma plekus koroid atau choroid plexus carcinoma adalah jenis tumor otak ganas, langka, dan umumnya terjadi pada anak-anak. Tumor ini dimulai dekat jaringan otak yang mengeluarkan cairan serebrospinal.

Sementara itu, tumor jinak pada area ini disebut papiloma pleksus koroid atau choroid plexus papilloma.  Ketika tumor tumbuh semakin membesar, hal tersebut bisa memengaruhi fungsi struktur sekitar otak. Keadaan ini bisa menyebabkan kelebihan cairan pada otak (hidrosefalus), mudah tersinggung, mual atau muntah, dan sakit kepala.

4. Craniopharyngioma

Kraniofaringioma atau craniopharyngioma adalah jenis tumor jinak yang langka. Craniopharyngioma dimulai dekat kelenjar pituitari. Saat tumor ini tumbuh perlahan, hal tersebut dapat memengaruhi fungsi kelenjar pituitari dan struktur terdekat lainnya di otak.

Tumor jenis ini dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling sering menyerang anak-anak dan orang lanjut usia. Gejala yang bisa muncul adalah perubahan penglihatan secara bertahap, kelelahan, buang air kecil berlebihan, dan sakit kepala.

Anak-anak dengan craniopharyngioma mungkin akan mengalami pertumbuhan yang lambat dan mungkin memiliki tubuh yang lebih kecil dari seharusnya.

5. Ependymoma

Ependymoma adalah jenis tumor yang dapat terbentuk di otak atau sumsum tulang belakang. Tumor ini berawal di sel ependimal yang ada pada otak dan sumsum tulang belakang yang melapisi saluran tempat cairan serebrospinal.

Meski bisa terjadi pada segala usia, tumor jenis ini paling sering menyerang anak kecil. Seorang anak yang memiliki kondisi ini mungkin mengalami sakit kepala dan kejang. Ependymoma pada orang dewasa lebih cenderung terbentuk pada sumsum tulang belakang, serta dapat menyebabkan kelemahan pada bagian tubuh yang dikendalikan oleh saraf yang terkena tumor.

6. Glioblastoma

Glioblastoma adalah jenis kanker agresif yang dapat terjadi di otak atau sumsum tulang belakang. Tumor ganas ini terbentuk dari sel yang disebut astrosit yang mendukung sel saraf.

Meski bisa terjadi pada semua usia, tumor ini cenderung lebih sering terjadi pada orang yang sudah lanjut usia. Keadaan ini dapat menyebabkan sakit kepala, mual, muntah, dan kejang. Perawatan hanya dapat memperlambat perkembangan kanker dan mengurangi gejala.

Baca Juga: 7 Gejala Tumor Otak yang Harus Anda Waspadai (Mudah Dikenali)

7. Medulloblastoma

Medulloblastoma adalah jenis tumor otak ganas yang berawal pada bagian otak kecil atau cerebellum. Otak kecil ini terlibat dalam koordinasi, keseimbangan, dan gerakan otot.

Tumor ini cenderung menyebar melalui cairan serebrospinal ke area lain sekitar sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Tumor jenis ini jarang menyebar ke area lain tubuh.

Meskipun medulloblastoma tidak diturunkan, sindrom tertentu seperti sindrom Gorlin atau sindrom Turcot dapat meningkatkan risiko. Meski jarang terjadi, penyakit ini paling sering menyerang anak kecil.

8. Meningioma

Meningioma adalah tumor yang muncul dari meninges, selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Meskipun secara teknis bukan termasuk tumor otak, kondisi ini dapat menekan otak, saraf, dan pembuluh darah yang berdekatan.

Pada banyak kasus, meningioma tumbuh sangat lambat bahkan hingga bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala. Namun terkadang, efeknya pada jaringan otak, saraf, atau pembuluh darah dapat menyebabkan kecacatan serius.

Meski bisa terjadi pada semua usia, meningioma lebih sering terjadi pada wanita dan orang-orang yang sudah lanjut usia.

9. Oligodendroglioma

Oligodendroglioma adalah tumor yang dapat terjadi di otak atau sumsum tulang belakang. Tumor ini terbentuk dari oligodendrosit, sel di otak dan sumsum tulang belakang yang menghasilkan zat yang melindungi sel saraf.

Oligodendroglioma dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling sering menyerang orang dewasa. Tanda dan gejala dapat berupa kejang dan sakit kepala. Kelemahan atau kecacatan bisa terjadi pada bagian tubuh yang dikendalikan oleh sel saraf yang terkena tumor.

10. Pineoblastoma

Pineoblastoma adalah jenis kanker langka dan agresif yang berawal di sel-sel kelenjar pineal di otak. Kelenjar yang menghasilkan hormon melatonin ini berfungsi untuk mengatur siklus tidur.

Pineoblastoma dapat terjadi pada semua usia, tetapi cenderung paling sering terjadi pada anak kecil. Keadaan ini dapat menyebabkan sakit kepala, kantuk, dan perubahan halus pada cara mata bergerak. Jenis tumor ini dapat menyebar di dalam otak dan cairan serebrospinal, tetapi jarang menyebar ke luar sistem saraf pusat.

11. Tumor Hipofisis

Tumor hipofisis adalah tumor yang ada pada kelenjar pituitari (hipofisis). Beberapa tumor hipofisis dapat menyebabkan kelenjar pituitari memproduksi hormon dengan kadar yang lebih rendah. Pada umumnya tumor hipofisis adalah jenis tumor yang jinak.  Tumor tetap berada di kelenjar pituitari atau jaringan sekitarnya, dan tidak menyebar ke bagian lain tubuh.

Nah, itulah berbagai jenis tumor otak yang perlu Anda kenali. Mempelajari sebanyak mungkin jenis dapat membantu menentukan perawatan yang terbaik.

 

  1. Anonim. Brain tumor. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/brain-tumor/symptoms-causes/syc-20350084. (Diakses pada 6 November 2020).
  2. Lights, Verneda. 2017. Brain Tumor. https://www.healthline.com/health/brain-tumor. (Diakses pada 6 November 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi