Terbit: 23 September 2020 | Diperbarui: 24 September 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ada sejumlah jenis tepung yang lebih sehat ketimbang tepung terigu yang biasa digunakan. Apa saja macam-macam tepung tersebut? Berikut informasinya!

11 Jenis Tepung yang Sehat bagi Tubuh

Tepung Terigu Kurang Sehat, Mengapa?

Tepung adalah salah satu bahan yang umum digunakan dalam membuat suatu masakan. Nah, dari semua jenis tepung yang ada, tepung terigu yang terbuat dari biji gandum yang dihaluskan menjadi jenis yang paling sering dipakai.

Sayangnya, kandungan nutrisi pada tepung terigu mengalami degradasi akibat proses penyaringan yang dilakukan guna menghilangkan dedak. Selain itu, tepung ini mengandung gluten yang bagi sebagian orang dapat menimbulkan reaksi alergi.

Jenis Tepung yang Sehat bagi Tubuh

Jangan khawatir. Masih banyak, kok jenis tepung lainnya yang lebih sehat daripada tepung terigu. Dikatakan demikian karena tepung-tepung ini memiliki kandungan nutrisi yang banyak, bahkan beberapa di antaranya juga bebas gluten. Apa sajakah itu?

1. Tepung Almond

Tepung almond adalah tepung yang dibuat dengan cara menggiling kacang almond yang sudah direbus menjadi bubuk halus. Karena tidak mengandung biji-bijian, maka secara alami tepung ini bebas gluten.

Tepung almond mengandung sejumlah nutrisi penting bagi tubuh, yaitu:

  • Protein
  • Lemak
  • Karbohidrat
  • Serat
  • Kalsium
  • Zat besi
  • Potasium
  • Magnesium
  • Vitamin E
  • Asam lemak omega-3

Nutrisi yang terkandung di dalam tepung ini menawarkan beberapa manfaat, seperti meningkatkan resistensi insulin, menurunkan kolesterol,  dan juga menurunkan tekanan darah.  Selain itu, tepung almond juga dapat melindungi kesehatan otak berkat kandungan vitamin E.

2. Tepung Kelapa

Tepung kelapa adalah tepung bebas gluten yang dibuat dengan cara menggiling daging kelapa kering hingga menjadi bubuk halus dan lembut.

Jenis tepung ini lebih padat kalori dan lemak daripada tepung berbasis biji-bijian tradisional. Lemak yang terkandung dalam tepung kepala ini utamanya lemak jenuh dan sebagian besar terdiri dari trigliserida rantai menengah yang dapat mengurangi peradangan dan mendukung metabolisme yang sehat.

Meskipun kontroversial, lemak jenuh dari kelapa kemungkinan memengaruhi kesehatan Anda secara berbeda dari makanan cepat saji, makanan yang digoreng, dan daging olahan. Alih-alih berbahaya, lemak justru menawarkan manfaat.

Kandungan nutrisi pada tepung kelapa secara keseluruhan adalah sebagai berikut:

  • Kalori
  • Protein
  • Lemak
  • Karbohidrat
  • Serat
  • Zat besi
  • Potasium

3. Tepung Soba

Tepung soba terbuat dari soba bubuk, tanaman yang terkenal dengan bijinya yang seperti biji gandum. Terlepas dari hal tersebut, soba tidak terkait dengan gandum dan karena itu bebas gluten.

Tepung soba biasa digunakan untuk membuat mie soba tradisional Jepang. Nutrisi yang terkandung di dalam tepung ini meliputi:

  • Serat
  • Protein
  • Mangan
  • Magnesium
  • Tembaga
  • Besi
  • Fosfor

Penelitian menunjukkan bahwa tepung ini dapat menurunkan gula darah pada penderita diabetes dan meningkatkan kesehatan jantung. Selain itu, tepung soba kemungkinan juga memiliki sifat antikanker, antiinflamasi, dan prebiotik.

4. Tepung Quinoa

Jenis tepung yang sehat bagi tubuh selanjutnya adalah tepun quinoa. Hal yang hebat tentang tepung quinoa adalah bahwa ini adalah sumber protein lengkap yang sangat baik, bahkan melebihi tepung dari biji-bijian.

Tidak hanya protein, kacang ini juga diperkaya oleh sejumlah nutrisi penting lainnya yaitu:

  • Kalori
  • Lemak
  • Karbohidrat
  • Serat
  • Zat besi
  • Potasium

Adanya kandungan nutrisi-nutrisi tersebut menjadikan tepung quinoa ini memiliki sejumlah manfaat, seperti mencegah peradangan tubuh, menjaga kesehatan sistem pencernaan, bahkan meminimalisir risiko penyakit berbahaya seperti kanker.

5. Tepung Gandum Utuh

Tepung gandum utuh (whole-wheat flour) dan tepung terigu adalah dua hal yang berbeda, kendati sama-sama terbuat dari tepung. Pada tepung gandum utuh, proses penggilingan biji gandum dilakukan dengan tanpa mengurangi atau menghilangkan elemen-elemen nutrisi di dalamnya, tidak seperti yang terjadi pada tepung terigu.

Kandungan nutrisi pada tepung gandum utuh meliputi:

  • Kalori
  • Protein
  • Lemak
  • Karbohidrat
  • Serat
  • Zat besi
  • Potasium

Akan tetapi, tepung ini—sama seperti tepung terigu—mengandung gluten sehingga tidak dapat dikonsumsi oleh Anda yang memiliki alergi gluten maupun penyakit celiac.

6. Tepung Tapioka

Tepung tapioka dibuat dari ekstrak singkong. Jenis tepung ini sering digunakan sebagai pengental dalam sup dan saus, pun digunakan dalam resep roti.

Akan tetapi, sebaiknya penggunaan tepung ini dikombinasikan dengan tepung lainnya karena jika tidak dapat menyebabkan makanan menjadi padat atau lengket. Kandungan nutrisi yang ada pada tepung tapioka adalah sebagai berikut:

  • Serat
  • Karbohidrat
  • Protein

7. Tepung Garbanzo

Tepung Garbanzo adalah jenis tepung yang dibuat dengan cara menggiling buncis kering hingga menjadi halus. Tepung ini masuk ke dalam kategori jenis tepung yang sehat dikarenakan kandungan proteinnya dua kali lipat lebih banyak dari tepung terigu, sementara seratnya lima kali lipat lebih banyak.

Salah satu ciri tepung Garbanzo yang menonjol adalah kemampuannya dalam mengikat adonan, sehingga dapat membantu memberikan tekstur yang kokoh pada roti dan muffin.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa tepung ini memang menghadirkan rasa khas buncis, yang mungkin membuatnya tidak bisa digunakan untuk membuat makanan manis.

8. Tepung Jagung

Tepung jagung—sesuai dengan namanya—merupakan tepung hasil mengolah biji jagung, termasuk dedak dan endosperma. Tepung ini biasanya difungsikan sebagai pengental, namun dapat juga digunakan untuk membuat tortilla dan roti.

Tepung jagung memiliki kandungan nutrisi berupa:

  • Serat
  • Mangan
  • Magnesium
  • Riboflavin
  • Niasin
  • Folat
  • Zat besi
  • Tiamin

9. Tepung Beras

Seperti namanya, tepung ini terbuat dari beras yang digiling. Tepung beras mengandung dedak dan endosperma. Jenis tepung ini kaya akan asam amino esensial, serat makanan, protein, dan berbagai vitamin dan mineral lainnya.

Tepung beras merah dapat menggantikan tepung terigu dengan perbandingan 1: 1 bila digunakan sebagai bahan pengental dalam sup, saus, atau kuah. Tepung ini juga dapat digunakan untuk membuat mie, roti, kue, dan kue kering.

10. Tepung Bayam

Tepung bayam terbuat dari biji tanaman bayam. Tepung ini dapat digunakan untuk membuat tortilla, roti, dan kulit pai. Tepung diperkaya dengan fitokimia yang menawarkan manfaat antioksidan yang sangat baik.

Selain itu, pada tepung bayam juga terkandung nutrisi lainnya seperti:

  • Protein
  • Serat
  • Vitamin A
  • Vitamin B
  • Vitamin C
  • Kalsium
  • Mangan

11. Tepung Rye

Jenis tepung yang sehat untuk menggantikan tepung terigu lainnya adalah tepung rye (rye flour). Tepung ini sebenarnya terbuat dari gandum, namun kandungan glutennya sedikit sehingga lebih aman untuk dikonsumsi terutama bagi mereka yang menderita penyakit Celiac.

Tepung ini memiliki kandungan nutrisi berupa:

  • Kalori
  • Lemak
  • Karbohidrat
  • Serat protein

 

  1. Anonim. 2015. 6 Great Healthy Flour Options To Use When Baking. https://www.shawacademy.com/blog/6-great-healthy-flour-options-to-use-when-baking/ (diakses pada 23 September 2020)
  2. Anonim. 2019. 10 gluten-free flours that are super healthy
    https://timesofindia.indiatimes.com/life-style/food-news/10-gluten-free-flours-that-are-super-healthy/photostory/70364211.cms (diakses pada 23 September 2020)
  3. Bacharach, E. 2019. 11 Flour Substitutes That Taste Just As Good As The Regular Stuff
    https://www.womenshealthmag.com/food/a19982466/flour-substitute/ (diakses pada 23 September 2020)
  4. Panoff, L. 2020. 5 of the Healthiest Flours for Every Purpose. https://www.healthline.com/nutrition/healthiest-flour#5.-Whole-wheat-flour (diakses pada 23 September 2020)
  5. Vespa, J. 2020. 6 of the Healthiest Flours to Use
    http://www.eatingwell.com/article/7595251/the-healthiest-flours-to-use/ (diakses pada 23 September 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi