DokterSehat.Com – Selama ini wanita hanya memperhatikan perawatan wajahnya agar selalu tampil cantik setiap saat. Untuk melakukan perawatan, wanita rela mengeluarkan banyak uang untuk membeli aneka kosmetik atau ke dokter ahli kulit untuk mendapatkan perawatan yang maksimal dari teknologi terbaru.

perawatan-vagina-doktersehat

Perawatan Vagina yang Salah

Selain perawatan untuk wajah, wanita harus memperhatikan juga kesehatan dari vagina. Wanita harus melakukan perawatan vagina dengan baik agar organ ini bisa sehat dan fungsi seksual dan reproduksinya tidak menurun.

Nah, karena vagina termasuk organ yang cukup sensitif terhadap apa pun, perawatan tidak bisa dilakukan sembarangan. Wanita harus menghindari perawatan yang terbilang ekstrem seperti beberapa hal di bawah ini.

  1. Ratus pada Vagina

Ratus vagina adalah metode perawatan vagina yang diklaim mampu memberikan efek kencang pada vagina. Dengan melakukan ratus atau spa vagina ini, organ kewanitaan akan menjadi lebih wangi dan aliran darah ke organ ini berjalan dengan baik. Wanita yang melakukan perawatan ini akan mendapatkan pengalaman seks yang hebat.

Faktanya ratus vagina cukup berbahaya untuk wanita. Perawatan dengan menguapi vagina ini bisa membuat organ ini jadi terluka. Uap panas dari air yang mendidih bisa saja membuat iritasi.

  1. Douching

Douching adalah mencuci vagina khususnya di rongga bagian dalam. Pencucian ini dilakukan untuk menghilangkan cairan berlebih dari keputihan hingga memberikan aroma harum yang awalnya hilang.

Douching dilakukan dengan memasukkan cairan atau semi padat yang dibuat dari bahan-bahan herba. Setelah dimasukkan ke dalam vagina, cairan itu didiamkan selama beberapa saat sebelum akhirnya dikeluarkan dan cuci bersih.

Perawatan ini memang memberikan efek kesat pada vagina. Namun, flora normal yang ada di dalam vagina jadi mati sehingga infeksi dari luar mudah sekali terjadi.

  1. Menggunakan Sabun Cuci Berbahan Herbal

Agar vagina jadi sehat dan terbebas dari berbagai penyakit, cairan pencuci yang dibuat dari bahan herba dibuat. Cairan tersebut diklaim bisa menjaga pH alami dari vagina sehingga segala bentuk infeksi tidak akan terjadi. Selain itu, wanita juga bisa lebih sehat secara seksual.

Obat cuci ini mungkin saja bermanfaat. Tapi, tidak semua wanita tahan dengan ramuan tertentu. Bahkan, kemungkinan flora normal yang ada di dalam vagina mati cukup besar.

  1. Tongkat Vagina

Salah satu ketakutan terbesar dari wanita adalah memiliki vagina yang terlalu longgar. Kondisi ini membuat mereka tidak bisa menikmati aktivitas seksual dan suami juga tidak menikmatinya juga.

Nah, untuk mengembalikan kondisi alami dari vagina, wanita banyak melakukan perawatan seperti menggunakan tongkat vagina. Tongkat ini diklaim mampu membuat otot di dalam vagina menjadi kencang seperti sedia kala.

Tongkat vagina sebenarnya sangat berbahaya untuk wanita. Bahan yang digunakan bisa saja berbahaya dan membuat vagina mengalami gangguan.

Ketimbang Anda mengambil risiko yang cukup berbahaya, kenapa tidak olahraga saja seperti melakukan squat. Selanjutnya, wanita juga bisa melakukan senam kegel untuk melatih otot yang kendur.

  1. Waxing Rambut Kemaluan

Perawatan terakhir yang cukup berbahaya kalau dilakukan sembarangan adalah waxing. Tidak semua wanita suka dengan rambut kemaluannya yang terlalu tebal. Akhirnya mereka melakukan waxing dengan mencabut semua rambut yang ada di sana.

Waxing yang dilakukan sembarangan bisa membuat iritasi pada bagian pubis. Iritasi ini bisa menyebabkan munculnya borok atau perasaan panas dan tidak nyaman saat wanita mengenakan celana dalam.

Perawatan Vagina yang Tepat

Anda tidak disarankan untuk melakukan perawatan vagina yang sangat berbahaya di atas. Untuk itu coba lakukan perawatan vagina di bawah ini dengan saksama.

  • Menggunakan air yang bersih sebagai komponen utama kebersihan. Air yang bersih digunakan untuk membasuh vagina bagian luar hingga ke dalam. Jangan campurkan apa pun ke air meski itu herbal yang konon memiliki kemampuan untuk membuat vagina jadi lebih sehat dan kesat.
  • Langsung membersihkan vagina usai melakukan seks. Anda tidak disarankan untuk langsung tidur tanpa membersihkan area vagina terlebih dahulu. Saat melakukan seks khususnya ejakulasi pria dilakukan di dalam, kemungkinan vagina jadi kotor akan besar dan memicu masuknya bakteri.
  • Rutin mengganti celana dalam setiap harinya. Anda harus mengganti celana dalam minimal dua kali dalam sehari. Kalau sedang menstruasi bisa lebih banyak agar area di selangkangan tetap bersih dan baunya bisa terkontrol.
  • Mengganti pembalut secara rutin. Pembalut tidak diganti sampai penuh dengan darah menstruasi saja. Pembalut diganti setiap beberapa jam sekali, normalnya 4-5 jam sekali kalau menstruasi cukup intens atau 6 jam kalau menstruasi tidak terlalu banyak.
  • Ada baiknya untuk merapikan rambut kemaluan secara rutin. Anda tidak perlu sampai mencukurnya sampai habis atau melakukan waxing. Cukup dengan merapikannya pada bagian-bagian yang berantakan.
  • Jangan berada di lingkungan yang terlalu panas karena bisa membuat area selangkangan jadi lembab dan berkeringat berlebihan. Kondisi ini bisa diatasi dengan rutin mengganti celana dalam.

Anda boleh melakukan perawatan vagina dengan menjaga kebersihannya. Namun, jangan melakukan hal aneh-aneh karena kalau terjadi sesuatu pada vagina Anda akan menyesal di kemudian hari.

 

 

Sumber:

  1. Brenza, Amber. 2018. 10 Ways To Stay In Your Vagina’s Good Graces. https://www.womenshealthmag.com/health/a19988510/healthy-vagina/. (Diakses pada 25 November 2019)
  2. Steber, Carolyn. 2017. 11 Signs You Should Take Better Care Of Your Vagina. https://www.bustle.com/p/11-signs-you-should-take-better-care-of-your-vagina-51954. (Diakses pada 25 November 2019)
  3. Kaywin, Emma. 2016. 10 Ways You’re Cleaning Your Vagina All Wrong (That’s Right, We Said It). https://www.bustle.com/articles/179243-10-ways-youre-cleaning-your-vagina-all-wrong-thats-right-we-said-it. (Diakses pada 25 November 2019)
  4. Schlinger, Amy. 2016. 6 Ways You’ve Been Cleaning Your Vagina All Wrong. https://www.glamour.com/story/6-ways-youve-been-cleaning-your-vagina-all-wrong. (Diakses pada 25 November 2019)