Terbit: 24 September 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Berbicara tentang jenis orgasme –terutama pada wanita– pada dasarnya merupakan hal yang sangat luas dan dapat dikatakan misterius. Meskipun para ahli belum memiliki klasifikasi yang pasti, tapi ada banyak istilah-istilah yang dapat menggambarkan beberapa bentuk orgasme pada wanita. Berikut adalah jenis dan hal lainnya tentang orgasme wanita yang perlu Anda ketahui!

6 Jenis Orgasme Wanita, Tanda Mencapai Kepuasan Seksual

Jenis Orgasme pada Wanita

Orgasme adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan puncak gairah seksual. Baik wanita maupun pria dapat mengalaminya. Orgasme pada pria umumnya ditandai dengan ejakulasi, sedangkan pada wanita ditandai dengan munculnya beberapa sensasi pada tubuh.

Orgasme pada wanita dapat hadir dalam beberapa bentuk yang berbeda. Ini dapat bergantung pada titik di mana atau bagaimana cara rangsangan seksual diberikan. Hingga kini memang jenis orgasme pada wanita belum dapat diklasifikasikan dengan pasti. Namun, terdapat beberapa istilah populer yang dianggap dapat mewakili bentuk-bentuk dari orgasme pada wanita.

Berikut adalah beberapa jenis orgasme pada wanita:

1. Orgasme Klitoris

Jenis orgasme yang paling umum adalah orgasme klitoris, yaitu orgasme yang didapatkan dengan cara merangsang klitoris. Klitoris dapat dikatakan merupakan titik paling sensitif dan paling mudah diberi rangsangan pada organ intim wanita.

Tonjolan kecil yang terletak di bagian atas vulva ini memiliki banyak sekali serabut saraf sehingga sangat sensitif akan rangsangan. Selain itu, letaknya yang berada di bagian luar alat kelamin membuat rangsangan pada klitoris lebih mudah diberikan.

Hal ini lah yang membuat orgasme klitoris dianggap sebagai orgasme yang paling umum dan mudah didapatkan. Tanpa perlu penetrasi, wanita sudah dapat mendapatkan orgasme yang satu ini.

2. Orgasme G-Spot

Keberadaan titik yang satu ini memang selalu menjadi misteri. Pada dasarnya memang tidak ada titik pasti pada bagian vagina wanita yang dapat disebut sebagai g-spot.

Namun, titik ini dapat mengacu pada titik paling sensitif pada bagian vagian wanita dan setiap wanita kemungkinan memiliki titik yang berbeda-beda. Jadi, setiap wanita harus dulu mengenali titik paling sensitifnya tersebut, jika ingin mendapatkan orgasme g-spot.

Bukan hanya wanita saja yang memiliki g-spot, tapi titik paling sensitif ini juga dimiliki oleh pria. Bagian yang dapat disebut sebagai g-spot pada pria adalah kelenjar prostat.

3. Orgasme Vagina

Banyak pakar yang menyebutkan bahwa pada dasarnya orgasme vagina dan orgasme klitoris adalah hal yang sama. Hanya saja, sensasi ini terjadi karena rangsangan di bagian yang lebih dalam, yaitu vagina. Orgasme bisa didapatkan jika terjadi penetrasi.

4. Orgasme Campuran

Bukan merupakan jenis orgasme berdasarkan titik yang dirangsang, tapi istilah blended orgasm atau orgasme campuran juga cukup populer.

Orgasme ini dianggap perpaduan dari lebih dari satu orgasme yang bercampur menjadi satu. Contohnya ketika wanita mengalami orgasme vagina bersamaan dengan orgasme klitoris.

5. Orgasme Multiple

Baik orgasme vagina, orgasme g-spot, maupun orgasme klitoris, dapat berkemungkinan menjadi sebuah multiple orgasm.

Multiple orgasm adalah lebih dari satu orgasme yang muncul dalam waktu yang cukup singkat. Orgasme ini biasanya didapatkan oleh wanita. Hal ini disebabkan karena wanita tidak memerlukan jeda yang lama untuk dapat terangsang kembali setelah mendapatkan orgasme.

6. Orgasme Fantasi

Orgasme fantasi adalah orgasme yang didapatkan dari hanya berpikir atau berfantasi saja. Hal ini mungkin sedikit sulit dipercaya. Namun nyatanya, terdapat wanita yang mengakui bahwa dirinya bisa mendapatkan orgasme hanya dengan memikirkan tentang orgasme, bahkan tanpa mendapatkan rangsangan seksual apa pun.

Tahapan dalam Orgasme

Terdapat beberapa teori berbeda yang membahas tentang tahapan menuju orgasme. Namun, sebagian besar teori membahas tentang 4 tahapan berikut ini:

  • Excitement (rangsangan), gairah mulai terbangun.
  • Plateau, gairah mulai meningkat.
  • Orgasme, munculnya perasaan menyenangkan yang intens.
  • Resolution (resolusi), gairah berkurang atau menurun kembali.

Setelah mencapai tahapan resolusi, wanita dapat kembali lagi mengalami orgasme. Seperti yang disebutkan sebelumnya, wanita cenderung tidak membutuhkan waktu istirahat untuk dapat terangsang kembali, sedangkan pria membutuhkannya. Waktu yang dibutuhkan untuk istirahat ini dapat berbeda-beda pada setiap individu.

Apa yang Terjadi Ketika Wanita Mengalami Orgasme?

Terdapat sumber yang menyebutkan bahwa pada dasarnya orgasme klitoris, vagina, dan g-spot adalah orgasme yang sama dan cukup disebut sebagai orgasme wanita. Sebagian pakar beranggapan bahwa klitoris sebenarnya tetap menjadi titik paling sensitif dan sebagai sumber orgasme.

Ketika melakukan penetrasi –yang dianggap sebagai cara untuk mendapatkan orgasme vagina atau g-spot­–, klitoris pada dasarnya juga mendapatkan rangsangan. Hal ini yang membuat orgasme dapat terjadi.

Hal ini kemungkinan ada benarnya karena pada dasarnya berbagai jenis orgasme tersebut memang menghasilkan sensasi yang sama. Namun sensasi yang dirasakan setiap wanita ketika orgasme bisa jadi berbeda-beda. Sensasi yang paling umum dirasakan adalah adanya kontraksi yang ritmis pada otot genital.

Beberapa wanita juga mengalami ejakulasi saat mengalami orgasme. Sensasinya seperti buang air kecil, namun cairan yang keluar bukan merupakan urine. Rangsangan seksual yang intens dapat menyebabkan cairan bening keluar dari kelenjar dekat uretra (kelenjar Skene).

Baca Juga: 9 Ciri-Ciri Wanita Orgasme yang Wajib Diketahui Oleh Pria

Seberapa Pentingnya Orgasme dalam Hubungan Seksual?

Dilansir dari Medical News Today, sebuah studi melaporkan bahwa banyak wanita yang menemukan pengalaman seksual paling memuaskan justru terkait dengan perasaan yang terhubung dengan pasangan dan bukan hanya mendasarkan kepuasan dari orgasme saja.

Perlu diketahui juga bahwa orgasme tidak selalu didapatkan melalui rangsangan seksual. Seperti sebelumnya disebutkan adanya jenis orgasme fantasi. Selain itu, kegiatan fisik seperti olahraga juga diketahui dapat menimbulkan orgasme pada sebagian wanita.

Mendapatkan kepuasan seksual dalam hubungan seksual memang hal penting. Namun, sama halnya seperti orgasme yang tidak melulu soal hubungan seksual, maka kepuasan seksual juga tentunya tidak melulu soal orgasme saja.

Intinya, dalam sebuah hubungan, Anda harus bekerja sama dengan baik dengan pasangan jika memang ingin mendapatkan kepuasan dan kesenangan seksual. Jika Anda memiliki masalah tentang orgasme, jangan ragu untuk berdiskusi dengan pasangan.

Jika masalah orgasme kemungkinan terkait dengan kondisi medis tertentu, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan.

 

  1. Anonim. What is an orgasm?. https://www.nhs.uk/common-health-questions/sexual-health/what-is-an-orgasm/. (Diakses 24 September 2020).
  2. Brenza, Amber. 2015. 5 Types Of Orgasms—And How To Have More Of Each. https://www.prevention.com/sex/a20473328/types-of-orgasms/. (Diakses 24 September 2020).
  3. Buchanan, Rose Troup. VAGINAL ORGASMS ARE A ‘MYTH’, RESEARCHERS CLAIM. https://www.independent.co.uk/life-style/health-and-families/vaginal-orgasms-are-myth-claim-researchers-9781706.html. (Diakses 24 September 2020).
  4. McIntosh, James. 2018. Everything you need to know about orgasms. https://www.medicalnewstoday.com/articles/232318#common-misconceptions. (Diakses 24 September 2020).
  5. Taylor, Morgan S. Types of Orgasm. https://www.pathwaytopleasure.com/types-of-orgasm.html. (Diakses 24 September 2020).
  6. Villines, Zawn. 2020. Female orgasms: What you need to know. https://www.medicalnewstoday.com/articles/female-orgasm#health-benefits. (Diakses 24 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi