Terbit: 3 September 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Jenis operasi plastik tertentu menjadi pilihan kebanyakan orang untuk mengatasi masalah kesehatan atau meningkatkan penampilan. Apa saja jenisnya? Ketahui selengkapnya di bawah ini!

10 Jenis Operasi Plastik Penampilan yang Paling Diminati

Jenis Operasi Plastik

Operasi plastik rekonstruktif dan kosmetik digunakan untuk memperbaiki jaringan kulit yang hilang atau rusak, mengobati penyakit, atau menangani cacat bawaan. Tujuan utama operasi plastik adalah mengembalikan fungsi jaringan dan kulit agar kembali normal.

Berikut ini adalah beberapa jenis operasi plastik:

1. Operasi Sedot Lemak (Liposuction)

Sedot lemak adalah prosedur kosmetik untuk memperbaiki bentuk tubuh dengan menghilangkan lemak berlebih. Prosedur ini tidak hanya dimaksudkan untuk menjaga bentuk tubuh, tetapi juga mengatasi kondisi kesehatan tertentu.

Penumpukan lemak yang terlokalisasi diangkat di bawah kulit menggunakan alat khusus berbentuk seperti pena. Prosedur ultrasonografi (USG) juga dapat dilakukan untuk memecah penumpukan lemak sebelum diangkat.

Prosedur sedot lemak dapat dilakukan pada perut, pinggul, wajah, bokong, lengan, paha, dan punggung. Sedot lemak juga dapat membantu mengangkat tumor lemak (lipoma) dan memperkecil ukuran payudara pada pria.

2. Operasi Hidung (Rhinoplasty)

Jenis operasi plastik ini dapat membentuk, memperbaiki penampilan hidung, mengatasi kesulitan bernapas, dan cacat lahir. Prosedur ini dilakukan untuk membuat hidung terlihat mancung atau mengurangi punuk tulang di atas hidung.

Prosedur dapat dilakukan dengan sayatan kecil yang tersembunyi dengan baik, biasanya di dalam lubang hidung. Namun, dokter bedah tidak merekomendasikan operasi hidung sampai pasien berusia minimal 15 tahun, untuk memungkinkan pertumbuhan penuh tulang rawan dan tulang hidung.

3. Operasi Pengencangan Kulit (Rhytidectomy)

Rhytidectomy atau juga dikenal sebagai facelift, bertujuan untuk menghilangkan keriput dan mengencangkan kulit wajah dengan operasi untuk meningkatkan penampilan lebih muda.

Prosedur dilakukan dengan sayatan di depan dan di belakang telinga, meluas ke garis rambut di area pelipis. Kulit kemudian diangkat dari jaringan wajah yang lebih dalam, dikikis lebih erat, dan kelebihan kulit dihilangkan. Sayatan kemudian ditutup dengan jahitan.

4. Operasi Bekas Luka

Prosedur ini dilakukan pada bekas luka untuk menghilangkan atau menyamarkan bekas luka pada kulit. Jenis operasi plastik ini dapat memperbaiki tampilan bekas luka atau mengembalikan fungsi bagian tubuh yang mungkin dapat menghambat gerakan. Namun, bekas luka tidak dapat dihilangkan sepenuhnya.

5. Operasi Membesarkan Payudara

Operasi pembesaran payudara sangat populer di kalangan wanita. Operasi dilakukan karena berbagai alasan, yakni untuk memperbesar kedua payudara, membentuk payudara, atau mengatasi payudara asimetris atau tidak seimbang.

Wanita memilih operasi ketika payudaranya tidak berkembang selama masa pubertas, suatu kondisi yang disebut mikromastia bawaan.

Setelah prosedur operasi pembesaran payudara, kebanyakan pasien memiliki waktu satu atau dua minggu pemulihan sebelum kembali beraktivitas. Selama pemulihan ini dilarang melakukan aktivitas berdampak tinggi seperti berlari.

Baca Juga: 7 Jenis Operasi Plastik Pria yang Paling Digemari

6. Operasi Pengecilan Payudara

Selain pembesaran payudara, pengecilan payudara wanita adalah salah satu operasi plastik yang juga populer untuk berbagai alasan. Misalnya, wanita yang memiliki payudara terlalu besar sering kali kesulitan menemukan pakaian yang pas, mengalami nyeri punggung kronis, dan postur tubuh yang buruk.

Idealnya, prosedur operasi bertujuan untuk mengurangi ukuran dan berat payudara akan meredakan sakit punggung dan memperbaiki postur tubuh.

Jenis operasi plastik ini adalah solusi permanen untuk payudara yang tidak proporsional dan sebagian besar wanita akan kembali beraktivitas normal dalam dua minggu.

7. Operasi Pengencangan Perut (Tummy Tuck)

Pengencangan perut atau lebih dikenal sebagai tummy tuck, dilakukan untuk memperbaiki bentuk perut. Prosedur tummy tucks dapat menghilangkan lemak dan kulit berlebih, serta mengembalikan otot perut yang melemah atau terpisah. Pengencangan perut ini memperbaiki tampilan kulit yang kendur, tetapi tidak dapat menghilangkan tanda kerutan.

Perlu diingat, operasi pengencangan perut bukanlah pengganti olahraga atau makan dengan benar untuk menurunkan berat badan. Meskipun hasil pengencangan perut bersifat permanen, tetapi mempertahankan berat badan yang tepat adalah langkah yang sangat penting untuk mempertahankan bentuk tubuh.

8. Dermabrasi

Dermabrasi adalah prosedur operasi plastik yang bertujuan untuk menghilangkan kerutan halus dan mengurangi bekas luka pada kulit.

Dermabrasi dilakukan oleh ahli bedah yang menggunakan alat khusus, yakni sikat yang berputar berkecepatan tinggi untuk mengangkat lapisan atas kulit. Ukuran dan kedalaman bekas luka, serta tingkat kerutan, dapat menentukan tingkat kulit yang akan dikelupas melalui operasi.

Baca Juga: 11 Cara Menghilangkan Bekas Operasi dan Pencegahan (Alami dan Medis)

9. Operasi Kelopak Mata (Blepharoplasty)

Operasi plastik ini bertujuan untuk membentuk kembali kelopak mata yang kendur, cedera, atau cacat. Seiring bertambahnya usia, kulit menjadi kendur dan mungkin ada kelopak atau kantong mata yang terkulai atau tertutup.

Operasi kelopak mata mungkin bertujuan untuk fungsional, kosmetik, atau keduanya. Biasanya operasi dilakukan dengan pengangkatan atau mengembalikan posisi kulit dan lemak berlebih. Prosedur ini dapat memperkuat otot dan tendon di sekitarnya. Pembedahan ini juga bisa mengubah bentuk wajah atau mengencangkan kulit.

10. Transplantasi Rambut

Operasi transplantasi rambut juga dikenal sebagai restorasi rambut, yang dilakukan untuk mengatasi kebotakan. Dalam prosedur ini, rambut yang sehat dan tebal dipindahkan ke area yang botak.

Dalam satu sesi operasi, lebih dari seribu rambut dapat ditanamkan. Beberapa orang mungkin membutuhkan lebih dari satu sesi. Rambut-rambut yang tanamkan bersifat permanen, yang berarti tidak memerlukan perawatan jangka panjang. Biasanya, jenis operasi plastik ini menghasilkan pertumbuhan rambut yang sukses setelah prosedur operasi ini.

 

  1. Anonim. 2016. 8 Most Common Types of Cosmetic Plastic Surgery. https://www.floridamedicalclinic.com/blog/eight-most-common-types-of-cosmetic-surgery/. (Diakses pada 3 September 2020)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. Dermabrasion – Dermaplaning. https://stanfordhealthcare.org/medical-treatments/d/dermabrasion-dermaplaning.html. (Diakses pada 3 September 2020)
  3. Anonim. Tanpa Tahun. Scar Revision – Scar Treatment. https://stanfordhealthcare.org/medical-treatments/s/scar-revision-surgery.html. (Diakses pada 3 September 2020)
  4. Brazier, Yvette. 2017. Cosmetic surgery: What you should know. https://www.medicalnewstoday.com/articles/155757. (Diakses pada 3 September 2020)
  5. Whitlock, Jennifer. 2019. The 10 Most Common Plastic Surgery Procedures. https://www.verywellhealth.com/most-popular-plastic-surgeries-3157239. (Diakses pada 3 September 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi