Terbit: 23 November 2018 | Diperbarui: 23 November 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Dalam mengendalikan diabetes, ada sejumlah obat yang harus dikonsumsi oleh penderitanya  selain tentunya menerapkan pola hidup yang sehat. Apa saja jenis-jenis obat diabetes tersebut dan mana yang paling ampuh? Berikut informasinya.

11 Obat Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 Paling Ampuh

Jenis Obat Diabetes Tipe 1 dan 2

Diabetes adalah penyakit ketika kadar gula darah (glukosa) tubuh terlalu tinggi. Hal ini terjadi akibat ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi insulin secara maksimal. Insulin inilah yang seharusnya bertugas untuk mengendalikan kadar glukosa tersebut.

Penyakit ini bersifat kronis dan tidak dapat sembuh. Akan tetapi, para penderitanya dapat menerapkan pola hidup sehat seperti menghindari makanan tinggi gula dan rajin berolahraga. Selain itu, pada beberapa kasus, terapi obat-obatan juga perlu guna menjaga kadar glukosa tetap seimbang. Berbicara tentang obat, apa saja jenis obat yang biasa para pasien konsumsi?

1. Insulin

Obat yang pertama adalah insulin. Ini adalah obat yang umumnya untuk mengendalikan gula darah pada kasus diabetes tipe 1. Obat berfungsi sebagai pengganti insulin alami tubuh. Pasalnya, penyakit tersebut terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin. Alhasil, kadar glukosa menjadi tidak terkendali.

Selain diabetes tipe 1, terapi insulin juga untuk penderita diabetes tipe 2 atau kita kenal sebagai penyakit kencing manis. Obat ini tersedia dalam bentuk cairan suntik dan terdiri dari berbagai macam jenis, yaitu:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

  • Long-acting
  • Regular-acting
  • Intermediate-acting
  • Rapid-acting

2. Meglitinid

Jenis obat untuk diabetes—khususnya tipe 2—selanjutnya yang bisa Anda dapatkan di apotek adalah meglitinid. Obat ini memiliki mekanisme kerja yaitu merangsang pankreas untuk mengeluarkan insulin. Respons obat terbilang cepat sehingga cocok untuk penderita yang kondisinya cukup parah.

Obat meglitinid terdiri dari:

  • Nateglinid
  • Repaglinid
  • Repaglinid-metformin

3. Sulfonilurea

Sulfonilurea (sulfonylurea) adalah salah satu jenis obat penyakit kencung manis yang paling “tua”. Kendati demikian, dokter masih kerap meresepkan obat tersebut kepada pasien yang ia tangani.

Sama seperti jenis obat lainnya, obat sulfonilurea ini bekerja dengan cara merangsang pankreas untuk memproduksi insulin dengan bantuan dari sel-sel beta. Obat-obatan yang masuk ke dalam golongan sulfonilurea adalah sebagai berikut:

  • Gliclazide
  • Glimepiride
  • Glyburide
  • Glipizide
  • Chlorpropamide
  • Tolazamide
  • Tolbutamide

4. Metformin

Metmorfin adalah obat yang umumnya pertama kali diresepkan oleh dokter kepada penderita penyakit kencing manis. Obat ini bekerja dengan cara menurunkan produksi glukosa pada hati (liver), pun meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Sehingga, tubuh dapat menggunakan insulin dengan lebih efektif.

Obat ini tersedia dalam bentuk pil dan sirup. Mengonsumsi obat ini mungkin akan membuat Anda mengalami sejumlah gejala efek samping seperti diare, mual, dan turunnya berat badan.

5. Thiazolidinediones

Seperti metformin, obat jenis thiazolidinediones memiliki mekanisme kerja yakni membuat jaringan tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Akan tetapi, obat ini jika tidak terlalu mendesak  tidak akan menjadi pilihan dokter. Pasalnya, obat dapat meningkatkan risiko gagal jantung dan anemia.

Obat yang masuk ke dalam golongan ini meliputi:

  • Rosiglitazone
  • Pioglitazone

6. Reseptor Agonis GLP-1

Glucagon-like peptide- 1 receptor agonist (GLP-1) adalah obat yang cara kerjanya adalah dengan meningkatkan pertumbuhan sel B. Selain itu, obat juga menyebabkan penurunan nafsu makan dan memperlambat proses pencernaan. Mekanisme kerja yang sedemikian tentunya sangat penting  bagi penderita penyakit ini.

Beberapa contoh obat GLP-1 adala sebagai berikut:

  • Albiglutide
  • Dulaglutide
  • Exenatide
  • Liraglutide
  • Semaglutide

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa liraglutide dan semaglutide juga dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke pada orang yang berisiko tinggi mengalami kondisi tersebut.

7. Agonis Dopamine

Jenis obat lainnya adalah agonis dopamine. Sebenarnya, bagaimana cara kerja obat ini dalam mengatasi diabetes tipe 2 belum terkonfirmasi secara pasti. Namun, kemungkinan besar obat bekerja dengan cara mencegah terjadinya resistensi urine.

Salah satu contoh obat yang masuk ke dalam golongan agonis dopamine ini adalah bromocriptine.

8. Penghambat DPP-4

Penghambat DPP-4 bekerja dengan cara membantu tubuh untuk memproduksi insulin. Satu hal positif dari obat ini adalah, obat dapat menurunkan gula darah tanpa menyebabkan hipoglikemia (gula darah rendah).

Obat-obatan dari golongan penghambat DPP-4 ini adalah sebagai  berikut:

  • Alogliptin
  • Linagliptin
  • Saxagliptin
  • Sitagliptin

9. Penghambat SGLT2

Penghambat natrium-glukosa transporter atau sodium-glucose transporter inhibitor (SGLT) 2 adalah obat yang cara kerjanya adalah dengan mencegah ginjal dari menahan glukosa. Sebaliknya, tubuh akan membuang glukosa melalui urine.

Pada penderita diabetes yang juga mengalami penyakit kardiovaskular aterosklerotik, gagal jantung, atau penyakit ginjal kronis mendominasi, obat penghambat SGLT2 ini menjadi pilihan pengobatan yang memungkinkan.

Obat penghambat SGLT2 meliputi:

  • Canagliflozin
  • Dapagliflozin
  • Empagliflozin
  • Ertugliflozin

10. Penghambat Alfa-Glukosida

Obat penghambat alfa-glukosida berfungsi untuk membantu tubuh memecah makanan bertepung dan mengandung gula. Ini nantinya dapat menurunkan kadar gula darah Anda.

Obat-obatan yang masuk ke dalam golongan penghambat alfa-glukosida meliputi:

  • Miglitol
  • Acarbose

11. Amilinomimetik

Amilinomimetik adalah golongan obat untuk mengobati diabetes tipe 1. Obat yang tersedia dalam bentuk cairan suntik ini  memiliki mekanisme kerja yaitu menunda proses pengosongan perut. Cara kerja ini dapat mengurangi sekresi glukagon setelah makan sehingga membantu menurunkan gula darah.

Selain itu, obat ini juga akan memberikan efek berupa penurunan nafsu makan. Obat yang termasuk ke dalam golongan amilinomimetik adalah pramlintide.

Pada beberapa kasus, penderita penyakit ini juga perlu mengonsumsi obat-obatan seperti:

  • Aspirin, berfungsi untuk menjaga kesehatan jantung
  • Antikolesterol, bertujuan untuk mengendalikan kadar kolesterol
  • Antihipertensi, berfungsi untuk menurunkan tekanan darah tinggi

Peringatan dan Perhatian Obat Diabetes

Sebelum mengonsumsi atau menggunakan obat diabetes, ada  beberapa hal yang perlu Anda ketahui. Pertama, penggunaan obat harus mempertimbangkan sejumlah faktor, yaitu:

  • Usia
  • Jenis penyakit
  • Tingkat keparahan penyakit
  • Riwayat medis
  • Respons tubuh terhadap obat

Obat-obatan tersebut sangat mungkin menimbulkan gejala efek samping, terutama bagi penderita yang memiliki hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan obat. Oleh karena itu, dokter perlu untuk memastikan faktor-faktor tersebut terlebih dahulu sebelum menentukan jenis obat apa yang cocok dan efektif bagi pasien.

Selain itu, penggunaan obat juga jangan sampai mengesampingkan penerapan pola hidup sehat yakni makan makanan bergizi dan rendah gula, juga olahraga teratur. Hal ini agar proses pengobatan berjalan secara optimal. Kontrol medis secara berkala pun tidak boleh luput guna memantau kondisi tubuh dan efek terapi pengobatan yang pasien jalani.

Sampai Kapan Mengonsumsi Obat Diabetes?

Penderita penyakit ini mungkin bisa tidak lagi mengonsumsi obat, apabila:

  • Kadar gula puasa pada pagi hari tidak sampai 130 mg/dL
  • Kadar gula darah setelah makan kurang dari 180 mg/dL
  • Persentase kadar gula darah melalui tes A1C kurang dari 7 persen

Sebagai catatan, ketika Anda berhenti mengonsumsi obat, penerapan gaya hidup sehat yakni makan bergizi dan olahraga harus tetap berjalan. Jika tidak, maka jangan heran jika kadar gula darah akan kembali naik dan tidak terkendali.

 

  1. Anonim. Treatment. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/type-2-diabetes/in-depth/diabetes-treatment/art-20051004 (accessed on 23 November 2020)
  2. Anonim. Understanding Diabetes. https://www.webmd.com/diabetes/guide/understanding-diabetes-detection-treatment (accessed on 23 November 2020)
  3. Cherney, K. 2020. A Complete List of Medications. https://www.healthline.com/health/diabetes/medications-list#other-drugs (accessed on 23 November 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi