Jenis Obat Tidur Beserta Efek Samping & Cara Menggunakannya

jenis obat-tidur-doktersehat

DokterSehat.Com – Orang yang mengalami gangguan tidur (insomnia) akan melakukan berbagai cara untuk mengatasi masalahnya tersebut. Salah satu yang umum dilakukan adalah mengonsumsi obat tidur. Ada bermacam-macam jenis obat tidur yang bisa dikonsumsi. Apa saja jenis obat tidur tersebut?

Apa Itu Obat Tidur?

Obat tidur adalah jenis obat-obatan yang fungsinya adalah untuk mengatasi gangguan tidur seperti insomnia. Obat tidur membantu menghasilkan rasa kantuk, membuat waktu tidur menjadi lebih lama, dan memberikan efek menenangkan (sedatif). Obat tidur adalah “jalan terakhir” yang bisa ditempuh apabila gangguan tidur sudah sangat parah dan tidak bisa diatasi hanya dengan mengubah gaya hidup.

Obat tidur tergolong ke dalam obat resep sehingga pemakaiannya tidak bisa sembarangan dan harus dalam pengawasan dokter. Pasalnya, mengonsumsi obat tidur secara sembarangan dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan mulai dari ketergantungan hingga yang paling parah adalah gangguan daya ingat!

Macam-Macam Jenis Obat Tidur untuk Insomnia

Apabila Anda memang diharuskan untuk mengonsumsi obat tidur agar bisa tidur sebagaimana mestinya, maka ketahui terlebih dahulu apa saja jenis obat tidur yang umum diresepkan oleh dokter bagi para penderita insomnia.

Secara garis besar, jenis obat tidur terbagi menjadi 2 (dua), yakni golongan benzodiazepine dan non-benzodiazepine. Obat tidur benzodiazepine memiliki mekanisme kerja merelaksasi sistem saraf pusat, pun demikian dengan obat tidur non- benzodiazepine. Bedanya, obat dari golongan non- benzodiazepine terbilang lebih aman ketimbang benzodiazepine.

Berikut adalah macam-macam obat tidur yang perlu Anda ketahui.

1. Hipnotik

Jenis obat tidur yang umum diresepkan oleh dokter pada penderita gangguan tidur adalah obat hipnotik.

Obat-obatan hipnotik memiliki fungsi membantu penderita insomnia untuk lebih mudah terlelap sekaligus mempertahankan tidur sehingga bebas dari yang namanya terbangun di sela-sela waktu tidur. Selain itu, obat hipnotik juga berfungsi untuk mengatasi sejumlah masalah yang terjadi selama tidur, seperti restless leg syndrome (RLS).

Jenis obat tidur hipnotik ada banyak, yang umum diberikan antara lain:

  • Zolpidem
  • Zaleplon
  • Eszopiclone
  • Ramelteon

Sementara dalam kasus insomnia yang sudah parah, obat tidur hipnotik yang diberikan umumnya berasal dari golongan benzodiazepine, seperti:

  • Alprazolam
  • Diazepam
  • Lorazepam

Pemberian obat tidur jenis hipnotik dilakukan hanya apabila insomnia yang dialami penderita sudah mencapai tahap kronis dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Penggunaannya juga harus benar-benar diawasi karena salah sedikit saja efek sampingnya tergolong serius.

2. Melatonin

Sejatinya, melatonin adalah senyawa yang diproduksi oleh tubuh secara alamiah. Fungsi melatonin adalah sebagai penanda waktu tidur. Malam hari adalah saat-saat di mana tubuh memproduksi banyak melatonin. Itu sebabnya mengapa kita akan mengantuk di malam hari.

Pada beberapa orang, produksi melatonin tidak berjalan sebagaimana mestinya terutama di malam hari. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya mulai dari gaya hidup hingga usia. Ya, semakin bertambahnya usia produksi melatonin akan semakin menurun.

Akibat produksi melatonin terganggu, siklus tidur pun ikut terganggu. Atas dasar itu, sejumlah produsen obat-obatan menciptakan obat tidur dengan kandungan melatonin di dalamnya. Menurut penelitian yang dirilis oleh Journal of Sleep Medicine Reviews, obat tidur dengan kandungan melatonin efektif untuk memangkas waktu seseorang dari bangun hingga tertidur.

Anda disarankan untuk mengonsumsi jenis obat tidur ini sesaat sebelum tidur malam. Mengingat efektivitas obat tidur melatonin masih memerlukan penelitian lebih lanjut, baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter apabila ingin menggunakannya.

3. Antihistamin Sedatif

Antihistamin sedatif—atau antihistamin generasi pertama—adalah obat anti-alergi yang juga dapat difungsikan sebagai obat tidur.

Hal ini dikarenakan obat antihistamin sedatif memiliki efek samping rasa kantuk. Tak hanya itu, obat antihistamin sedatif bisa meredakan rasa cemas.

Beberapa contoh obat antihistamin sedatif adalah:

  • Cyclizine
  • Diphenhydramine
  • Doxylamine

Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi jenis obat tidur yang satu ini. Dengan catatan, penggunaannya hanya untuk jangka pendek.

4. Akar Valerian

Selain obat-obatan kimia, sejumlah bahan alami juga dipercaya efektif membantu mengatasi gangguan tidur.

Salah satu contoh obat tidur alami adalah akar tanaman valerian. Akar valerian adalah tanaman yang memang sudah sejak dahulu kala dipercaya oleh masyarakat Romawi dan Yunani  dapat menyembuhkan berbagai jenis masalah kesehatan, tak terkecuali insomnia. Kini, tanaman tersebut kerap dijadikan komposisi obat tidur herbal

Kandungan zat di dalam akar valerian diklaim dapat meningkatkan kualitas tidur, mengatasi rasa cemas, dan merelaksasi tubuh secara keseluruhan.

Hal ini didukung oleh sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2010. Dilaporkan oleh penelitian tersebut bahwa akar valerian mampu meningkatkan kualitas tidur para penderita insomnia. Sayangnya, masih sedikit penelitian yang dapat membuktikan manfaat akar valerian sebagai obat tidur. Perlu adanya penelitian lebih lanjut guna menguatkan dugaan khasiat akar valerian yang satu ini.

Efek Samping Obat Tidur

Mengonsumsi obat tidur bukannya tanpa efek samping. Justru, obat tidur dapat menimbulkan efek samping yang cukup mengganggu, terutama apabila obat tersebut tidak dikonsumsi secara benar.

Sejumlah efek samping obat tidur yang harus Anda perhatikan antara lain:

  • Rasa lelah
  • Sakit kepala
  • Pusing kepala
  • Tenggorokan kering
  • Linglung
  • Gatal-gatal
  • Mual
  • Sakit perut
  • Gangguan keseimbangan tubuh
  • Gangguan daya ingat
  • Gangguan irama jantung
  • Reaksi alergi

Efek samping obat tidur juga mencakup kondisi yang disebut sebagai parasomnia, yaitu ketika seseorang melakukan aktivitas dalam keadaan tidak sadar karena tertidur. Kondisi ini tentu saja berbahaya sehingga penggunaan obat tidur harus benar-benar diawasi.

Pada kasus yang lebih parah, efek samping obat tidur meliputi:

  • Rasa cemas
  • Hilang fokus
  • Rasa kantuk sepanjang hari

Cara Menggunakan Obat Tidur yang Benar

Obat tidur dapat menimbulkan ketergantungan. Jika sudah begitu, maka seseorang tidak akan bisa tertidur pulas tanpa “pertolongan” obat tidur.

Guna mencegah Anda mengalami ketergantungan obat tidur, berikut adalah cara menggunakan obat tidur yang benar:

  • Gunakan obat tidur sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan oleh dokter
  • Obat tidur diminum maksimal 15 menit sebelum tidur malam
  • Jangan mengonsumsi obat tidur apabila sebelumnya mengonsumsi alkohol
  • Hentikan segala bentuk aktivitas pasca mengonsumsi obat tidur
  • Apabila merasakan gejala efek samping seperti yang sudah disebutkan di atas, segera kunjungi dokter guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut

Itu dia informasi mengenai macam-macam obat tidur beserta efek samping dan cara menggunakannya. Obat tidur adalah solusi terakhir untuk mengatasi gangguan tidur. Sebaiknya lakukan cara mengatasi gangguan tidur lainnya terlebih dahulu sebelum memutuskan menggunakan obat tidur. Semoga bermanfaat!

 

Informasi ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. Anonim. Sleeping Pills. https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/15308-sleeping-pills (Diakses pada 8 Oktober 2019)
  2. Anonim. Prescription Sleeping Pills: What’s Right for You? https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/insomnia/in-depth/sleeping-pills/art-20043959 (Diakses pada 8 Oktober 2019)
  3. Barrell, A. 2019. What are the Best Sleeping Pills? https://www.medicalnewstoday.com/articles/323775.php (Diakses pada 8 Oktober 2019)
  4. San Martin, F et al. 2010. Effectiveness of Valerian on Insomnia: A Meta-Analysis of Randomized Placebo-Controlled Trials. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20347389 (Diakses pada 8 Oktober 2019)