Terbit: 23 November 2020 | Diperbarui: 26 April 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Jenis kista berbagai macam, dari yang ringan hingga yang berat. Pada umumnya, kista adalah kondisi yang tidak dapat dicegah, yang dapat dicegah biasanya keadaan yang disebabkan oleh infeksikus. Simak penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis penyakit kista.

13 Jenis Kista yang Harus Diwaspadai dan Cara Mengatasinya

Jenis Kista yang Perlu Dikenali

Kista dapat tumbuh hampir di seluruh bagian tubuh atau di bawah kulit. Berikut adalah macam-macam kista yang penting untuk Anda ketahui, antara lain:

1. Kista Epidermoid

Jenis penyakit kista ini paling sering ditemukan pada wajah kepala, leher, punggung, atau alat kelamin. Biasanya keadaan ini disebabkan oleh penumpukan keratin di bawah kulit. Jika terinfeksi, kista akan menjadi bengkak, merah, dan nyeri. Pengobatan biasanya mencakup antibiotik, suntikan larutan steroid, atau operasi.

2. Kista Payudara

Sebagian besar benjolan payudara bersifat nonkanker, yang berarti tidak berbahaya. Namun, benjolan payudara juga bisa merupakan tanda kanker. Oleh karena itu, melakukan pemeriksaan untuk setiap benjolan yang Anda temukan pada payudara adalah sesuatu yang penting.

Perawatan untuk keadaan ini berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Tidak semua benjolan payudara membutuhkan perawatan.

3. Jerawat Kista

Ini adalah jenis jerawat yang parah di mana pori-pori kulit tersumbat, menyebabkan infeksi, dan peradangan. Benjolan yang ditimbulkan dari kista jenis ini tampak seperti bisul dan terasa menyakitkan. Beberapa obat resep yang biasanya disarankan untuk mengatasi keadaan ini adalah antibiotik, benzoyl peroxide, retinoid, isotretinoin, spironolactone, atau suntikan steroid.

4. Kista Arachnoid

Kista arachnoid adalah jenis kista otak yang paling umum. Keadaan ini umum terjadi karena bawaan atau hadir saat lahir (kista arachnoid primer). Cedera atau trauma kepala juga dapat menyebabkan kista arachnoid sekunder.

Tujuan utama pengobatan kista ini adalah untuk mengalirkan cairan dari kista dan mengurangi tekanan. Hal itu bisa dicapai dengan kraniotomi (pembedahan membuat lubang di tengkorak) atau shunting (memasukan selang ke dalam kista).

5. Kista Ganglion

Kista ganglion adalah gumpalan jaringan bulat berisi cairan yang biasanya muncul di sepanjang tendon atau persendian, terutama pada tangan, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki. Keadaan ini biasanya dapat hilang tanpa pengobatan khusus. Jika kista tidak menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan, pengobatan tidak diperlukan, kecuali jika tumbuh dan menekan struktur lain.

6. Kista Pilonidal

Ini adalah jenis kista yang menyebabkan benjolan dekat tulang ekor, atau lebih tepatnya di celah bagian atas bokong. Keadaan ini disebabkan oleh kombinasi perubahan hormon (terjadi setelah pubertas), pertumbuhan rambut, gesekan dari pakaian, atau karena duduk terlalu lama.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari kista pilonidal adalah menjaga kebersihan area bokong, menjaganya tetap kering, dan hindari duduk dalam jangka waktu yang lama.

7. Kista Ovarium

Kista ini berkembang pada salah satu atau kedua ovarium dan dapat berkembang sebagai bagian normal dari siklus reproduksi wanita atau bersifat patologis. Ini adalah jenis penyakit kista yang tidak dapat dicegah.

Namun pemeriksaan ginekologi rutin dapat mendeteksi kista ovarium secara dini. Kista ovarium jinak tidak menjadi kanker. Namun, gejala kanker ovarium bisa menyerupai gejala kista ovarium.

Baca Juga: Kista saat Hamil: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pencegahan

8. Kista Baker

Kista yang juga memiliki sebutan kista popliteal ini sering kali menimbulkan benjolan dan nyeri di belakang lutut. Benjolan ini biasanya berkembang karena masalah pada sendi lutut, seperti artritis atau robekan tulang rawan.

Salah satu penyebab munculnya kista baker adalah cedera pada lutut. Guna menghindari cedera, beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan adalah melakukan pemanasan sebelum olahraga, pilih sepatu yang nyaman saat berolahraga, dan segera temui dokter jika lutut terasa nyeri sehabis olahraga.

9. Kista Bartholin

Apabila saluran kelenjar Bartholin yang terletak di dalam vagina tersumbat hal itu dapat menyebabkan kista. Ketika saluran tersumbat, cairan bisa kembali ke dalam kelenjar atau tertampung di dalam saluran.

Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari kista jenis ini adalah dengan menjaga kebersihan organ intim dengan benar (menyeka dari depan ke belakang), hindari aktivitas yang membuat cedera di area sekitar vagina, dan menggunakan kondom untuk mencegah infeksi menular seksual.

10. Kista Pilar

Kista pilar adalah benjolan bulat yang tidak bersifat ganas, berwarna seperti kulit, dan berkembang di bawah permukaan kulit. Benjolan ini disebabkan oleh penumpukan protein folikel rambut. Meski dapat tumbuh di bagian tubuh manapun, kista ini umumnya tumbuh di kulit kepala.

Kista pilar biasanya tidak berbahaya, akan tetapi beberapa orang mempertimbangkan pengangkatan dengan operasi karena alasan kosmetik.

11. Kista Mukosa

Kista mukosa adalah benjolan berisi cairan yang terjadi pada bibir atau mulut. Keadaan ini berkembang ketika kelenjar ludah mulut tersumbat dengan lendir. Kista ini biasanya disebabkan oleh trauma pada rongga mulut, seperti menggigit bibir, tindik, dan gangguan kelenjar ludah.

Pada dasarnya, perawatan didasarkan pada tingkat keparahan kista mukosa. Terkadang kista mungkin tidak memerlukan pengobatan dan akan sembuh dengan sendirinya seiring waktu. Apabila kondisinya tidak terlalu parah, perawatan yang bisa Anda lakukan adalah terapi laser, krioterapi, atau injeksi kortikosteroid intralesi.

12. Kista Kalazion

Jika kelenjar kelopak mata atau disebut juga kelenjar meibom mengalami penyumbatan, hal itu bisa menyebabkan kista kalazion. Fungsi kelenjar ini adalah untuk menjaga permukaan kelopak mata agar tetap terlubrikasi dengan baik.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menghindari keadaan ini adalah cuci tangan sebelum menyentuh mata, rutin periksa mata jika menderita kondisi yang meningkatkan risiko, dan pastikan benda-benda yang menyentuh mata (lensa kontak atau kacamata) selalu bersih.

13. Kista Epididimis

Kista epididimis atau spermatoceles terbentuk di pembuluh yang menempel pada testis. Jenis penyakit kista ini umumnya tidak mengganggu kesuburan dan tidak membutuhkan perawatan khusus. Namun jika Anda merasakan sakit atau ketidaknyamanan, perawatan khusus diperlukan.

Jika infeksi yang mendasari kondisi, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik. Guna mengurangi rasa nyeri, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri atau kompres dingin ke testis. Perawatan khusus diperlukan jika benjolan bersifat kanker.

Nah, itulah berbagai jenis kista yang sebaiknya Anda ketahui.

 

  1. Delgado, Amanda. 2018. What’s Causing This Cyst?. https://www.healthline.com/health/cyst#pictures-of-cysts. (Diakses pada 23 November 2020).
  2. Newman, Tim. 2020. What to know about cysts. https://www.medicalnewstoday.com/articles/160821#types. (Diakses pada 23 November 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi