Terbit: 16 Oktober 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ada banyak jenis katarak pada mata berdasarkan penyebab dan lokasinya yang patut Anda waspadai. Selengkapnya ketahui jenis kerusakan pada lensa mata di bawah ini! 

15 Jenis Katarak yang Perlu Dikenali dan Diwaspadai!

Jenis-Jenis Katarak yang Patut Diwaspadai

Katarak adalah gangguan penglihatan yang biasanya terjadi pada orang lebih tua, tetapi juga bisa terjadi pada bayi baru lahir, setelah cedera, dan memiliki masalah kesehatan. Katarak memiliki banyak jenis yang berbeda, tetapi semuanya memiliki satu kesamaan, yakni lensa keruh.

Berikut ini adalah jenis-jenis katarak:

1. Katarak Nuklir

Jenis yang paling sering terjadi pada lansia ini juga memiliki nama katarak sklerotik nuklir. Katarak nuklir terbentuk pada bagian tengah lensa. Ketika semakin memburuk, penglihatan mungkin menjadi lebih baik pada awalnya. Ini disebut pandangan kedua, tapi berumur pendek.

Seiring waktu, lensa akan mengeras dan berubah menjadi kuning atau bahkan cokelat. Penderitanya akan kesulitan melihat detail kecil, mulai kesulitan melihat dan membedakan warna, dan melihat lingkaran cahaya pada sekitar objek terang ketika malam hari.

2. Katarak Subkapsular Posterior

Katarak ini terbentuk dalam bagian belakang kapsul lensa, yakni bagian mata yang mengelilingi lensa dan menahannya pada tempatnya. Ini berada tepat pada jalur cahaya saat melewati lensa.

Jenis katarak ini lebih cepat muncul daripada katarak lainnya, dan seseorang mungkin mendapatkan gejala dalam beberapa bulan. Ini dapat memengaruhi penglihatan dari dekat dan membuatnya lebih sulit melihat dalam pencahayaan terang.

3. Katarak Kortikal

Jenis ini terbentuk pada tepi luar lensa atau bernama korteks. Ini mulai muncul sebagai irisan putih yang mengelilingi bagian tengah mata. Saat tumbuh, irisan putih ini menyebabkan cahaya yang masuk.

Jika memiliki katarak jenis ini, gejala utamanya adalah sering mengalami silau (menyebabkan sulit mengemudi pada malam hari). Katarak kortikal juga dapat membuat penglihatan kabur, kesulitan membedakan warna yang sama, atau susah menilai seberapa jauh sebuah benda.

4. Katarak Subkapsular Anterior

Jenis katarak ini terbentuk tepat pada bagian depan kapsul lensa, sehingga mengalami masuknya cahaya ke retina. Cedera atau bengkak pada mata dapat menyebabkan katarak subkapsular anterior. Begitu pun jenis eksim atau bernama dermatitis atopik, yang dapat menyebabkan katarak.

5. Katarak Bawaan

Ini adalah katarak yang terjadi sejak lahir atau yang terbentuk saat masih kecil. Sedangkan beberapa kasus lainnya terkait dengan gen dan penyakit seperti rubella, yang terjadi selama kehamilan.

Jika ukuran katarak kecil atau berada pada luar bagian tengah lensa, ini mungkin tidak memerlukan perawatan. Tetapi ketika bayi lahir dengan gangguan penglihatan, katarak harus mendapatkan pengobatan karena dapat menghambat mata untuk belajar melihat.

Baca Juga: Katarak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

6. Katarak Traumatik

Berbagai macam cedera bisa menyebabkan katarak. Siapa pun bisa mengalaminya jika cedera pada bola mata karena terluka akibat luka bakar, bahan kimia, atau serpihan.

Jenis katarak ini bisa muncul segera setelah mengalami cedera atau bahkan tidak muncul hingga bertahun-tahun kemudian.

7. Katarak Sekunder

Katarak sekunder adalah gangguan penglihatan yang terjadi akibat perawatan medis atau kondisi lain. Kemungkinan penyebabnya adalah diabetes, mengonsumsi steroid seperti prednison, atau operasi katarak.

Ketika mendapatkannya setelah operasi katarak, ini disebut posterior capsule opacification (PCO).

8. Katarak Radiasi

Selain merusak kulit, radiasi ultraviolet (UV) matahari juga dapat merusak mata. Seseorang terkadang bisa terkena katarak jika terlalu lama terpapar sinar matahari tanpa pelindung mata.

Orang yang bekerja pada luar ruangan, seperti nelayan dan petani, lebih mungkin terkena jenis katarak ini. Untuk mencegahnya, menggunakan kacamata hitam dengan perlindungan 100% UVA dan UVB.

Katarak juga merupakan kemungkinan efek samping terapi radiasi untuk mengobati kanker.

9. Katarak Lamelar atau Zonular

Jenis ini biasanya terjadi pada anak-anak yang lebih kecil dan pada kedua mata. Penyebabnya adalah gen diturunkan dari orang tua ke anak.

Katarak ini berupa titik putih halus pada tengah lensa dan berbentuk Y. Seiring waktu, seluruh bagian tengah lensa bisa menjadi putih.

10. Katarak Polar Posterior

Katarak ini terjadi pada bagian tengah belakang lensa dan sering kali disebabkan oleh gen yang diturunkan dari keluarga. Jenis ini biasanya tidak menimbulkan gejala, merupakan nilai tambah yang besar karena sulit dihilangkan.

Baca Juga: 10 Gejala Katarak yang Harus Diwaspadai

11. Katarak Polar Anterior

Salah satu dari jenis-jenis katarak ini terbentuk pada bagian depan dan tengah lensa dan ini terlihat seperti titik putih kecil. Kabar baiknya adalah katarak ini biasanya tidak mengganggu penglihatan.

12. Katarak Pasca Vitrektomi

Vitrektomi adalah operasi untuk mengangkat cairan vitreous, gel bening yang terdapat pada tengah mata. Operasi ini bisa membantu mengatasi masalah mata tertentu, tetapi dapat menyebabkan katarak. Operasi katarak dapat mengobatinya dan meningkatkan penglihatan.

13. Katarak Christmas Tree

Ini juga memiliki nama katarak polikromatik, yang membentuk kristal berwarna mengkilap pada lensa mata. Christmas tree paling sering terjadi pada orang yang memiliki distrofi miotonik.

14. Katarak Brunescent

Jika tidak mengobati katarak nuklir, warna pada lensa menjadi sangat pekat dan berwarna cokelat. Jika terjadi, ini bernama brunescent.

Katarak jenis ini menyulitkan penderitanya untuk membedakan warna, terutama biru dan ungu. Operasi untuk mengangkatnya lebih sulit, lebih lama, dan lebih berisiko daripada saat perawatan sebelumnya.

15. Katarak Diabetes

Jenis-jenis katarak berikutnya adalah jenis langka yang dapat terjadi jika seseorang menderita peningkatan kadar gula dalam darah, yang menyebabkan oksidasi metabolik dalam lensa. Kondisi ini dapat memburuk dengan cepat dan membentuk pola abu-abu putih yang terlihat seperti kepingan salju.

Orang yang menggunakan steroid, peningkatan gula darah, dan pasien retinitis pigmentosa dapat mengembangkan jenis ini dan bisa berkembang cukup cepat. Ini memengaruhi penglihatan dalam membaca dan menyebabkan silau yang mengganggu dari cahaya.

 

  1. Anonim. 2020. Types of Cataracts. https://www.webmd.com/eye-health/cataracts/cataracts-types#1. (Diakses pada 16 Oktober 2020)
  2. Bedinghaus, Troy. 2020. Types of Cataracts. https://www.verywellhealth.com/types-of-cataracts-3421562. (Diakses pada 16 Oktober 2020)
  3. Khan, Jaheed. 2016. Ten types of cataract. https://jaheedkhan.co.uk/ten-types-of-cataract/. (Diakses pada 16 Oktober 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi