Terbit: 9 Januari 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo


Limfoma Burkitt adalah bentuk limfoma non-Hodgkin di mana kanker mulai tumbuh pada sel darah putih yang disebut sel-B dari sistem kekebalan tubuh, yang dapat menyebar ke daerah luar sistem getah bening, seperti darah, sumsum tulang, cairan spinalis, susunan saraf pusat. Tumor ini tergolong tumbuh dengan cepat dan jika tidak segera diobati akan fatal.

limfoma-burkitt-doktersehat

Limfoma non-Hodgkin merupakan jenis kanker pada sistem limfatik, yang membantu tubuh melawan infeksi. Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak, orang dewasa muda, terutama pada pria. Penyakit ini juga bisa terjadi pada penderita AIDS.

Jenis Limfoma Burkitt

Penyakit ini terbagi menjadi tiga jenis, termasuk sporadis, endemik, dan terkait dengan kekebalan tubuh yang lemah. Ketiganya berbeda berdasarkan lokasi geografis dan bagian-bagian tubuh yang terpengaruh.

Berikut penjelasan dari beberapa jenis limfoma Burkitt:

1. Limfoma Burkitt Sporadis

Jenis yang pertama dapat terjadi di luar Afrika, tetapi jarang di belahan dunia lain. Penyakit ini terkadang dikaitkan dengan virus Epstein-Barr (EBV), dan cenderung memengaruhi perut bagian bawah, tempat di mana ujung usus kecil dan hulu usus besar.

2. Limfoma Burkitt Endemik

Jenis ini paling sering terjadi di Afrika dekat khatulistiwa, tempat di mana terkait dengan malaria kronis dan EBV. Bagian tubuh yang paling sering terkena adalah tulang wajah dan rahang. Tetapi organ lainnya yang mungkin terlibat adalah usus kecil, ginjal, ovarium, dan payudara.

3. Limfoma Terkait Imunodefisiensi

Janis yang terakhir ini terkait dengan penggunaan obat imunosupresif seperti yang digunakan untuk mencegah tubuh menolak transplantasi dan untuk mengobati HIV.

Penyebab Limfoma Burkitt

Penyebab pasti belum diketahui sampai saat ini. Tetapi ada berbagai faktor risiko sesuai dengan lokasi geografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limfoma Burkitt adalah kanker yang paling sering terjadi pada anak di mana terdapat wabah malaria yang tinggi, seperti Afrika. Sementara di tempat lainnya, faktor risiko terbesarnya adalah HIV. Penderita penyakit ini tidak dapat menularkan kepada orang lain.

Faktor Risiko

Semua limfoma non-Hodgkin memiliki faktor risiko yang serupa meskipun beberapa mungkin terkait dengan faktor risiko yang kurang lebih sama dengan limfoma lainnya. Sampai saat ini, faktor risiko untuk penyakit ini telah diidentifikasi walaupun mekanisme di balik beberapa faktor masih belum diketahui.

Limfoma Burkitt memiliki sifat yang mirip dengan bentuk kanker lain meskipun berbeda secara signifikan dalam hal etiologi dan faktor risiko.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit limfoma Burkitt termasuk:

  • Usia. Anak-anak di bawah usia 5 tahun adalah yang paling berisiko terkait dengan malaria, terutama yang tinggal di Afrika.
  • Jenis kelamin. Lebih berisiko pada pria (terutama usia 4 sampai 7 tahun) daripada wanita.
  • Infeksi. Kondisi ini menyebabkan stimulasi sistem kekebalan kronis atau melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti infeksi HIV dan infeksi virus hepatitis C.
  • Paparan bahan kimia tertentu. Obat kemoterapi untuk pengobatan kanker dan paparan radiasi (terutama selama pengobatan radioterapi),

Selain itu, perubahan gaya hidup juga seperti pola makan dan obesitas terkait dengan limfoma non-Hodgkin termasuk limfoma Burkitt meskipun penelitian tentang masalah ini memberikan bukti yang berlawanan.

Baca juga: Kanker Kelenjar Getah Bening: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Gejala Limfoma Burkitt

Penyakit ini secara umum ditandai dengan demam, penurunan berat badan, dan keringat di malam hari. Gejala lain dari limfoma Burkitt bervariasi berdasarkan jenisnya.

1. Sporadis

Sejumlah tanda dan gejala yang bisa dikenali meliputi:

  • Pembengkakan perut
  • Keringat malam
  • Kerusakan pada tulang wajah
  • Penyumbatan pada usus
  • Tiroid yang membesar
  • Amandel yang membesar

2. Endemik

Beberapa gejala limfoma Burkitt endemik di antaranya:

  • Pembengkakan dan kerusakan tulang wajah
  • Pembesaran kelenjar getah bening yang cepat
  • Nodus limfa yang membesar (tidak lunak)

Tumor bisa tumbuh dengan sangat cepat, kadang-kadang ukurannya tumbuh dua kali lipat dalam jangka waktu 18 jam.

3. Imunodefisiensi

Gejala yang muncul terkait dengan imunodefisiensi serupa dengan yang ada pada jenis sporadis.

Gejala lainnya yang terkait dengan limfoma Burkitt termasuk:

  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan
  • Kelelahan
  • Demam yang tidak diketahui penyebabnya

Diagnosis Limfoma Burkitt

Diagnosis yang cepat sangat penting dilakukan, karena penyakit ini menyebar dengan begitu cepat. Jika dicurigai mengalaminya, semua atau sebagian kelenjar getah bening yang membesar akan dilakukan biopsi. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dan  diperiksa di bawah mikroskop, untuk memastikan atau menghilangkan diagnosis penyakit limfoma Burkitt.

Beberapa tes tambahan mungkin dilakukan termasuk:

Stadium Kanker

Modifikasi St Jude dari stadium Ann Arbor secara luas digunakan untuk menentukan stadium yang terdiri dari empat tahap.

Stadium I

Tumor ekstranodal tunggal atau limfoma nodal terlokalisasi (tidak termasuk nodus limfa mediastinum atau abdominal).

Stadium II

  1. Tumor ekstranodal tunggal yang terkait kelenjar getah bening di dekatnya.
  2. Dua tumor ekstranodal tunggal pada sisi yang sama diafragma (± terkait kelenjar getah bening di dekatnya).
  3. Limfoma berasal dari lambung atau usus (± terkait kelenjar getah bening di dekatnya).
  4. Limfoma terkait dua atau lebih area kelenjar getah bening di sisi yang sama pada diafragma.

Stadium III 

  1. Dua tumor ekstranodal tunggal pada sisi yang berlawanan dari diafragma.
  2. Limfoma berasal dari paru-paru, dada atau timus.
  3. Limfoma terkait sumsum tulang belakang.
  4. Limfoma berasal dari perut dan terkait dengan area lainnya.
  5. Limfoma terkait dua atau lebih area kelenjar getah bening di sisi berlawanan dari diafragma.

Stadium IV

Terdiri dari salah satu di atas, pada saat diagnosis, central nervous system (CNS) atau sistem saraf pusat, dan/atau sumsum tulang terlibat.

Komplikasi Limfoma Burkitt

Komplikasi penyakit ini secara umum termasuk penyumbatan  usus dan sindrom tumor lisis.

Sementara pada anak-anak, kemungkinan komplikasi tergantung pada jenis dan stadium limfoma, serta pengobatannya. Anak mungkin memiliki masalah jangka pendek dan jangka panjang dari tumor atau dari perawatan.

Kemungkinan komplikasi termasuk:

  • Peningkatan risiko infeksi
  • Peningkatan risiko perdarahan
  • Penyakit jantung
  • Masalah paru-paru
  • Peningkatan risiko terkena kanker lain di kemudian hari
  • Infertilitas (kesulitan memiliki anak)
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Nafsu makan buruk
  • Rambut rontok
  • Luka di mulut
  • Kematian

Diskusikan dengan dokter tentang apa yang harus diperhatikan dan apa yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah terjadinya komplikasi.

Pengobatan Limfoma Burkitt

Kemoterapi adalah pengobatan utama untuk penyakit ini, karena penyakit ini dapat menjalar ke cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Obat-obatan kemoterapi juga dapat disuntikkan secara langsung ke dalam cairan serebrospinal, perawatan yang disebut sebagai kemoterapi intratekal.

Obat-obatan yang dapat digunakan untuk penyakit limfoma Burkitt meliputi:

  • Methotrexate
  • Etoposide
  • Cytarabine
  • Cyclophosphamide
  • Doxorubicin
  • Vincristine

Perawatan lainnya termasuk kemoterapi intensif yang dikombinasikan dengan:

  • Terapi steroid
  • Terapi radiasi
  • Rituximab – Antibodi monoklonal pada protein dalam sel kanker dan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel kanker.
  • Autologous stem cell transplantation – Sel-sel induk dikeluarkan, disimpan, dan dikembalikan ke tubuh.

Jika usus tersumbat, berdarah, atau pecah, mungkin diperlukan operasi untuk mengangkat bagian usus.

Pencegahan Limfoma Burkitt

Belum ada cara untuk melakukan pencegahan penyakit ini. Tetapi ada beberapa tip yang dapat dilakukan untuk menghindari risiko, seperti menggunakan alat kontrasepsi (kondom) selama berhubungan seks, dan menghindari penggunaan obat intravena dapat mencegah infeksi HIV secara efektif, yang berhubungan dengan limfoma Burkitt terkait sistem kekebalan tubuh yang lemah.

 

  1. Burkitt’s Lymphoma. https://www.baptisthealth.com/pages/services/cancer-care/cancer-types/burkitts-lymphoma.aspx. (Diakses 8 Januari 2020).
  2. Burkitt Lymphoma. https://www.webmd.com/cancer/lymphoma/burkitt-lymphoma-prognosis-diagnosis-treatments#1. (Diakses 8 Januari 2020).
  3. Burkitt Lymphoma in Children. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=160&contentid=2. (Diakses 8 Januari 2020).
  4. Kimuyu, Patrick. 2017. Burkitt Lymphoma. Forms, Effects, Risk Factors, Treatment. https://www.grin.com/document/381285. (Diakses 8 Januari 2020).
  5. Lights, Verneda dan Winnie Y. 2018. Burkitt’s Lymphoma. https://www.healthline.com/health/burkitts-lymphoma#causes. (Diakses 8 Januari 2020).
  6. Tidy, Colin. 2015. Burkitt’s Lymphoma. https://patient.info/doctor/burkitts-lymphoma. (Diakses 8 Januari 2020).



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi