Terbit: 22 Juli 2020 | Diperbarui: 27 Juli 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Ada beberapa jenis vaksin yang harus diberikan kepada semua golongan orang, bukan hanya bayi, untuk mencegah beberapa penyakit. Ketahui apa saja jenis vaksin, cara kerja, dan jadwal penggunaannya.

11 Jenis Vaksin untuk Anak dan Dewasa untuk Mencegah Infeksi

Jenis Vaksin untuk Anak dan Dewasa

Vaksin adalah salah satu jenis pencegahan penyakit tertentu yang paling direkomendasikan. Vaksin merupakan obat untuk yang disuntikan ke tubuh untuk melatih sistem kekebalan tubuh agar dapat melawan virus atau kuman penyebab penyakit tertentu yang belum pernah terpapar sebelumnya.

Para ilmuwan membagi vaksin dalam empat klasifikasi, yaitu:

  • Vaksin yang dilemahkan langsung
  • Vaksin tidak aktif
  • Vaksin subunit, rekombinan, polisakarida, dan konjugat
  • Vaksin toksoid

Vaksin dapat melindungi diri Anda dari penyakit berbahaya seperti vaksin influenza untuk mencegah flu musiman, vaksin hepatitis, vaksin MMR, dan lainnya.

Ketahui apa saja jenis vaksin yang dibutuhkan semua orang untuk mencegah penyakit:

1. Vaksin Influenza

Vaksin influenza adalah vaksin untuk mencegah flu musiman atau tahunan yang umum terjadi setiap musim hujan. Vaksin ini tersedia dalam bentuk suntikan atau semprotan hidung.

Vaksin influenza disarankan untuk semua orang termasuk anak dan dewasa. Vaksin ini diberikan satu kali setiap tahun, biasanya pada bulan September atau akhir bulan Mei. Anda disarankan untuk melakukan vaksin influenza sebelum masuk musim flu tahun ini.

Para ilmuwan mengembangkan kandungan vaksin influenza setiap tahun. Misalnya, vaksin influenza tahun ini dibuat berdasarkan penelitian pada tiga atau empat jenis virus influenza yang mungkin akan berkembang pada musim flu tahun ini.

2. Vaksin Pneumokokus (Vaksin PCV)

Vaksin pneumokokus adalah vaksin untuk mencegah penyakit pneumonia, infeksi aliran darah, dan meningitis. Vaksin ini dapat melindungi diri Anda dari semua bakteri pneumokokus.

Vaksin pneumokokus ini dianjurkan untuk lansia di atas usia 65 tahun dan semua orang berusia 2-64 tahun serta memiliki riwayat penyakit kronis, asma, gangguan sistem kekebalan tubuh, atau merokok.

Vaksin pneumokokus tersedia dalam bentuk suntikan vaksin. Jadwal pemberian vaksin ini disesuaikan dengan urutan vaksin apa yang mungkin Anda miliki sebelumnya. Umumnya, vaksin ini digunakan setiap 5 tahun untuk orang dengan riwayat penyakit gagal ginjal atau gangguan sistem imun.

3. Vaksin Tetanus, Difteri, Pertusis (Vaksin Td, Tdap, dan dtAP)

Salah satu vaksin yang juga penting adalah vaksin untuk mencegah penyakit tetanus, difteri, dan pertusis, yaitu vaksin Td, vaksin Tdap, dan dtAP. Vaksin Tdap dapat mencegah ketiga penyakit tersebut. Sementara vaksin Td dapat melindungi Anda dari tetanus dan difteri.

Vaksin Tdap dilakukan sekali, lalu vaksin Td dilakukan setiap 10 tahun sekali. Semua orang yang belum pernah melakukan vaksin Tdap dalam 10 tahun terakhir disarankan melakukan vaksin ini. Konsultasikan lagi dengan dokter jadwal vaksin dan lanjutan vaksin lainnya.

4. Vaksin Hepatitis A

Hepatitis A adalah infeksi akibat virus hepatitis A yang menyebabkan peradangan pada liver. Infeksi hepatitis A ditularkan dari makanan atau air yang terkontaminasi. Infeksi hepatitis A juga dapat terjadi akibat hubungan seksual pria dengan pria atau kebiasaan tidak cuci tangan setelah ke kamar mandi.

Salah satu cara mencegahnya adalah dengan menggunakan vaksin hepatitis A. Vaksin ini diberikan kapan saja setelah balita berusia di atas 1 tahun. Dosis kedua diberikan setelah 6 bulan dari dosis pertama.

5. Vaksin Hepatitis B

Hepatitis B adalah infeksi yang dipaparkan oleh virus Hep B (HBV) yang dipaparkan melalui kontak langsung dengan cairan atau darah dari orang lain yang terinfeksi hepatitis B. Misalnya, berhubungan seksual tanpa pengaman atau menggunakan jarum suntik bersama.

Infeksi ini menyebabkan kerusakan liver serius. Cara untuk mencegahnya adalah dengan vaksin hepatitis B. Anda membutuhkan 3 kali rangkaian vaksin. Dosis pertama dapat dilakukan kapan saja. Dosis kedua dilakukan sekitar 1 bulan dari dosis pertama. Dosis vaksin terakhir dilakukan setelah 4 bulan dari dosis pertama.

6. Vaksin HPV (Human Papillomavirus)

Vaksin HPV adalah vaksin untuk mencegah infeksi virus HPV atau human papillomavirus. Virus human papillomavirus adalah penyebab kanker serviks, kanker anus, kanker vulva, kanker tenggorokan, dan kutil kelamin. Virus ini dipaparkan melalui hubungan seksual.

Cara untuk mencegah infeksi virus HPV adalah dengan vaksin HPV yang baiknya diberikan pada remaja perempuan berusia 11-12 tahun, namun vaksin ini juga penting untuk laki-laki. Vaksin HPV juga disarankan untuk pria dan wanita usia 25 tahun.

Vaksin diberikan sebanyak tiga tahapan. Dosis pertama setelah usia 11-12 tahun. Dosis kedua diberikan 1-2 bulan setelah dosis pertama. Dosis ketiga diberikan 6 bulan setelah dosis pertama.

7. Vaksin MMR (Campak, Gondok, dan Rubella)

Vaksin MR/MMR adalah vaksin untuk mencegah penyakit campak, gondok, dan rubella. Imunisasi campak telah menjadi daftar imunisasi wajib di Indonesia. Vaksin campak diberikan dalam 3 dosis. Dosis pertama pada usia 9 bulan, diikuti dosis kedua di usia 18 bulan, lalu dosis terakhir di usia 6 tahun.

Campak, gondok, dan rubella adalah infeksi menular yang umumnya menyerang saat usia anak-anak. Ketiga infeksi tersebut dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia. Apabila Anda sudah mengalami infeksi ini, maka Anda tidak akan mengalaminya lagi.

8. Vaksin Varicella (Cacar Air)

Cacar air disebabkan oleh infeksi virus Varicella zoster yang umumnya dialami di masa anak-anak. Gejalanya berupa ruam, bintik berisi cairan, dan kulit melepuh.

Cara melindungi diri dari campak adalah dengan vaksin varicella. Vaksin ini diberikan pada anak di atas usia 1 tahun sebanyak 1 kali. Pada orang di atas usia 13 tahun, vaksin cacar air diberikan 2 kali dengan jarak masing-masing dosis 4-8 minggu.

9. Vaksin Meningokokus

Vaksin meningokokus adalah vaksin untuk melindungi diri Anda dari bahaya penyakit meningitis (radang otak). Penyakit meningitis dapat dipaparkan melalui infeksi virus, bakteri, atau jamur.

Penyakit ini dapat mengancam jiwa, sehingga suntik meningitis sangat disarankan. Vaksin meningokokus dapat melindungi paparan bakteri meningokokus yang disebut tipe A, C, W, dan Y. Sementara vaksin meningokokus B dapat melindungi dari bakteri meningokokus tipe kelima.

Vaksin ini disarankan diberikan pada anak usia 11-12 tahun, pasien dengan imun lemah, semua orang yang ingin berpergian ke luar negeri di mana penyakit meningitis mungkin terjadi, dan semua orang yang berisiko.

10. Vaksin Sinanaga/Vaksin VZV (Herpes Zoster)

Herpes zoster adalah infeksi virus Varicella Zoster, yaitu virus yang sama dengan penyebab cacar air. Gejalanya juga serupa dengan cacar air, bintil cacar pada satu bagian tubuh, luka lepuh, hingga berkerak. Penyakit ini juga disebut dengan cacar api.

Anda dapat mencegahnya dengan vaksin sinaga atau vaksin VZV. Vaksin ini diberikan untuk semua orang di bawah usia 50 tahun atau lebih tua. Konsultasikan pada dokter tentang dosis dan jadwal vaksin sinanaga.

11. Vaksin Perjalanan (Vaksin Travel)

Center of Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan untuk orang-orang yang ingin melakukan perjalanan ke negara tertentu untuk melakukan vaksin perjalanan. Vaksin dan obat-obatan akan disesuaikan dengan lokasi kunjungan Anda, bila di negara tersebut mungkin sedang mengalami wabah tertentu.

Lakukan vaksin yang dibutuhkan setidaknya 4-6 minggu sebelum Anda pergi. Dokter juga akan merekomendasikan vaksin dan vitamin apa untuk menjaga kesehatan Anda selama berada di negara tersebut.

Itulah berbagai jenis vaksin untuk anak dan dewasa. Vaksin adalah pencegahan infeksi atau penyakit tertentu yang paling direkomendasikan. Vaksin akan melatih sistem imun untuk melawan kuman atau virus tertentu bila nanti menyerang tubuh. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Vaccines.gov. 2020. Vaccine Types. https://www.vaccines.gov/basics/types. (Diakses pada 22 Juli 2020).
  2. WebMD. 2019. What Is the Vaccine Schedule for Adults?. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/prevention-15/vaccines/basic-adult-vaccines?page=1. (Diakses pada 22 Juli 2020).
  3. WebMD. 2019. Slideshow: Adult Vaccines: Protect Yourself Against Tetanus and More. https://www.webmd.com/vaccines/ss/slideshow-adult-vaccines. (Diakses pada 22 Juli 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi