Jenis-Jenis Penyakit Hati yang Harus Anda Waspadai

Doktersehat-jenis-jenis-penyakit-hati

DokterSehat – Hati atau lever adalah salah satu organ terpenting yang ada di tubuh manusia karena mempunyai peran dalam menyaring darah agar tetap bersih dan membuang racun  dari dalam darah.

Akan tetapi banyak orang tidak sadar saat hatinya mengalami masalah—karena sering kali pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala. Gejala baru muncul ketika gangguan hati sudah memasuki tahap lanjut atau bahkan saat kondisi hati sudah rusak parah.

Sementara itu, banyak orang tidak mengira jika nyeri dan rasa penuh pada perut merupakan gejala dari penyakit hati. Oleh karena itu, pemeriksaan medis adalah satu-satunya cara untuk mendeteksi penyakit hati sebelum penyakit ini berkembang menjadi lebih parah.

baca juga: Nyeri Pada Ulu Hati, Waspadai Penyakit Ini

Penyebab dari penyakit hati yang paling banyak dan paling umum disebabkan oleh adanya penyakit hepatitis. Hepatitis dan penyakit hati memiliki hubungan yang sangat erat, penyakit hepatitis merupakan penyakit yang mengawali timbulnya peradangan pada hati.

Hepatitis tidak hanya disebabkan oleh adanya virus dari berbagai jenis hepatitis, ada pula yang disebabkan oleh adanya racun, efek samping dari obat-obatan kimia, dan makanan yang banyak mengandung bahan pengawet.

Gejala yang terlihat dari penderita penyakit hati bermula dari penyakit hepatitis ini, rona atau raut wajah akan terlihat lebih layu, warna selaput putih mata akan berubah serta perubahan warna kulit menjadi kuning. Hal ini disebabkan oleh cairan empedu yang meningkatkan kadarnya dalam darah.

Perlu diketahui, penyakit hati sebelum menjadi kronis, sel-sel hati yang rusak tumbuh menjadi tumor hati yang jinak (benigna) dan ganas (maligna). Kondisi ini akan menyebabkan organ hati mengalami perlemakan yang kemudian menyebabkan hati membengkak.

Saat tumor sudah terdeteksi, hal itu bisa menyebabkan hati mengalami pembesaran dan perdarahan ke dalam rongga perut. Biasanya tumor hati jinak sering ditemukan namun tidak menimbulkan gejala-gejala yang signifikan.

Berikut ini adalah jenis-jenis tumor jinak pada hati yang harus Anda ketahui, di antaranya:

  1. Adenoma hepatoseluler

Merupakan tumor hati yang jinak yang sering ditemukan, umumnya banyak terjadi pada wanita dalam usia produktif. Faktor penyebabnya adalah kemungkinan karena salah penggunaan atau efek samping dari pemakaian pil KB yang dapat meningkatkan risiko terjadinya tumor.

Tumor jenis ini tidak menimbulkan gejala-gejala yang signifikan dan sebagian besar tumor ini tidak dapat terdeteksi. Akan tetapi perlu diwaspadai pula apabila terjadi pemecahan pada tumor jenis ini secara tiba-tiba karena dapat menyebabkan perdarahan hingga ke rongga perut.

Jika hal ini terjadi maka diperlukan pembedahan darurat pada sebelum menjadi tumor ganas dan berkembang menjadi kanker hati kronis. Tumor jinak jenis ini memang sangat jarang berkembang dan tumbuh menjadi tumor ganas, apabila pemakaian alat kontrasepsi dengan pil KB ini dihentikan.

  1. Hemangioma

Hemangioma merupakan jenis tumor hati jinak yang terbentuk melalui massa pembuluh darah yang tidak normal. Sekitar 1-5% hemangioma terjadi pada orang dewasa tanpa menimbulkan gejala.

Jika penyakit hati ini terjadi pada bayi, tumor jenis ini bisa membesar dan menimbulkan gejala seperti pembekuan darah. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pembedahan.

Selain itu, untuk memantau perkembangan tumor hati jenis ini perlu dilakukan pemeriksaan USG atau CT scan. Sedangkan jika hemangioma kecil dan tidak menimbulkan gejala maka tidak perlu dilakukan pengobatan yang lebih besar.

Perlu diketahui, penyakit hati yang digawangi melalui penyakit hepatitis ini—sebelum  berkembang menjadi kanker hati, muncul tumor jinak yang kemudian menjadi tumor ganas.

baca juga: Pengaruh Konsumsi Garam Berlebihan Bagi Organ Hati

  1. Cholangiocarcinoma

Cholangiocarcinoma adalah kanker yang terbentuk di saluran empedu. Saluran empedu menghubungkan hati dengan kantung empedu dan usus kecil. Kanker hati ini bisa menembus dinding saluran empedu dan menyerang organ atau jaringan di sekitarnya.

Kanker hati ini biasanya menyerang orang berusia di atas 50 tahun. Penanganan cholangiocarcinoma dapat berupa operasi, transplantasi hati, terapi radiasi, terapi foto dinamik, kemoterapi, dan drainase empedu.

  1. Hiperplasia fokal nodular

Hiperplasia fokal nodular merupakan tumor hati jinak yang juga sering terjadi selain hemangioma. Tumor ini tidak memiliki gejala tetapi umumnya membuat penderita mengeluh sakit di perut bagian atas.

Pemeriksaan hiperplasia fokal nodular dilakukan melalui CT scan atau MRI. Dokter akan melihat dan menunggu perkembangan tumor yang menentukan tindakan penanganan selanjutnya.