Terbit: 29 Desember 2020 | Diperbarui: 30 Desember 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Asma adalah penyakit pernapasan yang ternyata terbagi lagi menjadi beberapa jenis. Apa saja jenis-jenis asma tersebut? Simak informasi selengkapnya berikut ini!

10 Jenis Asma Berdasarkan Pemicu & Tingkat Keparahan

Apa Itu Asma?

Asma adalah suatu kondisi medis yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan bernapas. Hal ini disebabkan oleh saluran udara yang menyempit akibat adanya pembengkakan. Penyakit ini juga menyebabkan produksi lendir di saluran udara. Secara umum, asma ditandai oleh gejala berupa mengi, sesak napas, dan batuk.

Asma bisa sangat ringan dan membutuhkan sedikit perawatan medis atau bahkan tidak sama sekali. Namun, kondisi ini bisa juga sangat parah dan mengancam nyawa. Sayangnya, penyakit ini tidak bisa benar-benar disembuhkan. Penderita asma hanya dapat melakukan langkah-langkah pengendalian gejala, termasuk menghindari faktor pemicu serangan asma.

Jenis-Jenis Asma Berdasarkan Faktor Pemicu

Secara umum, asma dibagi ke dalam dua jenis, yaitu asma pada anak (child-onset asthma) dan asma pada orang dewasa (adult-onset asthma). Akan tetapi, terdapat pula macam-macam penyakit asma lainnya yang dibedakan berdasarkan situasi dan pemicu terjadinya, yakni sebagai berikut:

1. Asma Alergi (Allergic Asthma)

Asma jenis ini adalah jenis asma yang disebabkan oleh paparan alergen (zat pemicu alergi), seperti bulu binatang, jenis makanan tertentu, debu, jamur, serbuk sari, dan zat-zat alergen lainnya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

2. Asma Nonalergi (Non-Allergic Asthma/Intrinsic Asthma)

Asma tipe ini terpicu oleh suatu zat mengganggu yang terdapat di udara, namun bukan termasuk ke dalam golongan alergen. Zat-zat seperti parfum, debu dalam rumah, asap rokok, dan polusi udara dapat menimbulkan gejala susah bernapas bagi penderita asma tipe ini.

3. Occupational Asthma

Seperti namanya, asma tipe ini adalah asma yang berhubungan dengan pekerjaan. Banyak penderita asma yang mengalami gejala atau serangan asma saat berada di tempatnya bekerja, ini disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan yang dapat memicu asma, misalnya kondisi udara, debu, asap rokok, atau bahkan situasi stres yang sering muncul di tempat kerja.

4. Exercise-Induced Asthma (EIA)

Jenis asma selanjutnya adalah exercise-induced asthma (EIA). Sesuai dengan namanya, penyakit asma ini dipicu oleh aktivitas fisik tertentu, misalnya olahraga dengan intensitas tinggi. Setelah mencapai titik tertentu, serangan asma akan terjadi dan menyebabkan mengi (berbunyi saat bernapas), dada terasa sesak, dan batuk.

5. Nocturnal Asthma

Ini adalah tipe asma yang biasanya terjadi di malam hari. Sebenarnya, gejala asma nokturnal bisa muncul kapan saja. Akan tetapi pada malam hari—atau bahkan saat tidur—serangan asma akan semakin parah.

6. Cough-Variant Asthma

Tipe asma ini didominasi oleh batuk kering yang sangat parah dan biasanya tidak memiliki gejala-gejala asma lainnya (sesak napas, mengi, dan lain-lain). Hal ini menyebabkan asma kerap terlambat terdeteksi dan tertangani, karena serangan asma yang terjadi hanya berupa batuk.  

Ada sejumlah faktor yang ditengarai menjadi pemicu cough-variant asthma ini, antara lain bisa karena kondisi udara yang buruk atau akibat aktivitas fisik yang berat.

Baca Juga: Asma: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan

Jenis-Jenis Asma Berdasarkan Tingkat Keparahan

Selain karena faktor pemicunya, jenis-jenis asma juga dibagi berdasarkan tingkat keparahan atau intensitasnya. Berikut ini adalah macam-macam asma jika dilihat dari intensitas gejala:

1. Asma Ringan Berselang

Sesuai dengan namanya, jenis asma ini tergolong ringan, pun gejalanya yang tidak selalu muncul. Mengalami asma ringan berselang (mild intermittent asthma), berarti Anda akan mengalami gejala asma kira-kira hingga dua hari per minggu atau dua malam per bulan. Jenis asma ini biasanya tidak akan menghalangi aktivitas Anda dan dapat mencakup asma yang disebabkan oleh aktivitas fisik seperti olahraga.

Gejalanya meliputi:

  • Mengi atau bersiul saat bernapas
  • Batuk
  • Saluran udara bengkak
  • Terdapat lendir pada saluran udara

2. Asma Ringan Berkelanjutan

Jika Anda menderita asma ringan yang berkelanjutan (persisten), gejala Anda masih ringan tetapi terjadi lebih dari dua kali seminggu. Untuk jenis ini, Anda tidak mengalami gejala lebih dari sekali per harinya.

Gejalanya asma ringan berkelanjutan atau mild persistent asthma tetap sama, yakni meliputi:

  • Mengi atau bersiul saat bernapas
  • Batuk
  • Saluran udara bengkak
  • Terdapat lendir di saluran udara

Akan tetapi, penderita asma ini juga akan merasakan gejala berupa rasa sesak di dada.

3. Asma Sedang Berkelanjutan

Sementara itu, asma sedang yang berkelanjutan (moderate persisten asthma) akan membuat penderitanya mengalami gejala setiap hari sebanyak satu kali atau hampir setiap hari.

Gejalanya meliputi:

  • Mengi atau bersiul saat bernapas
  • Batuk
  • Saluran udara bengkak
  • Lendir di saluran udara
  • Sesak atau nyeri dada

4. Asma Parah Berkelanjutan

Jika Anda mengalami gejala beberapa kali dalam satu hari, kemungkinan Anda menderita asma parah berkelanjutan (severe persistent asthma). Asma persisten yang parah tidak merespons pengobatan dengan baik bahkan ketika dikonsumsi secara teratur.

Gejalanya meliputi:

  • Suara mengi atau bersiul saat bernapas
  • Batuk
  • Saluran udara membengkak
  • Lendir di saluran udara
  • Sesak atau nyeri dada

Cara Mengobati Asma

Asma memang penyakit yang sangat mengganggu penderita karena sulit disembuhkan. Obat yang ada pada umumnya hanya untuk mengendalikan penyakitnya agar aktivitas penderita sehari-hari tidak terganggu.

Bila penderita hanya mengalami mengi dan sesak napas sekali-kali saja, ia cukup diberi obat pelonggar asma. Namun jika mengi dan sesak napasnya cenderung menetap, terus-menerus, dan ada kalanya akut (asma berlanjut), pengobatannya tentu lain. Agar menjadi responsif terhadap obat pelonggar asma, hendaknya penderita asma berlanjut ini diobati dulu dengan obat antiradang seperti steroid atau kromolin.

Golongan obat steroid misalnya metilprednisolon (lameson) atau prednison yang pada umumnya diberikan dalam dosis tunggal pagi hari untuk menghindari efek sampingan atau bisa juga steroid hirup. Pada beberapa kasus, fisioterapi diperlukan untuk membuang dahak yang berlebihan, pun slat diathermy yang berfungsi untuk mengurangi produksi lendir.

Selain itu, penderita asma hendaknya rajin berolahraga yang disarankan dokter, terutama yang mengandung nilai aerobik dengan durasi dan intensitas yang konsisten. Berenang, jalan kaki, bisbol, serta mendayung sangat disarankan. Sebaliknya, jangan lari atau main bola basket.

 

  1. Anonim. Types of Asthma. https://www.webmd.com/asthma/types-asthma (accessed on 29 December 2020)
  2. Bass, P. 2020. What Type of Asthma Do You Have? https://www.verywellhealth.com/asthma-types-200539 (accessed on 29 December 2020)
  3. Brazier, Y. 2020. Types, causes, and diagnosis of asthma. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323523#what-is-asthma (accessed on 29 December 2020)
  4. Lewsley, J. 2020. What are the different types of asthma? https://www.medicalnewstoday.com/articles/types-of-asthma (accessed on 29 December 2020)
  5. Wells, D. 2019. Asthma Classification. https://www.healthline.com/health/asthma/asthma-classification#moderate-persistent-asthma (accessed on 29 December 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi