Terbit: 17 Januari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

PTSD  termasuk kategori gangguan kecemasan yang membuat penderitanya tidak bisa melupakan atau sebaliknya tidak mau mengingat pengalaman traumatis tersebut, serta berpikir negatif terhadap diri sendiri dan dunia sekitarnya. Berikut ini adalah beberapa jenis PTSD yang disebabkan oleh stresor traumatik:

ptsd-doktersehat

  • Menyaksikan peristiwa yang berakibat luka fisik atau kematian yang menakutkan seperti korban tergulung ombak, tertimpa tanah longsor, terlindas kendaraan, penganiayaan, terkena bom, kepala terpancung, tertembak, pembunuhan masal atau tindakan brutal di luar batas kemanusiaan.
  • Pengalaman berada dalam situasi terancam kematian atau keselamatan jiwanya, misalnya huru-hara kerusuhan, bencana, tsunami, air bah atau gunung meletus, peperangan, upaya pembunuhan, penganiayaan fisik dan mental-emosional, penyanderaan, penculikan, perampokan ataupun kecelakaan.
  • Mengalami tindak kekerasan dalam keluarga.
  • Mengalami secara aktual atau terancam mengalami perkosaan, pelecehan, seksual yang mengancam integritas fisik dan harga diri seseorang.
  • Dipaksa atau terpaksa melakukan tindak kekerasan.
  • Kematian mendadak/berpisah dari anggota keluarga atau orang yang dikasihi.
  • Berhasil selamat dari tindak kekerasan, bencana alam atau kecelakaan hebat.
  • Terpaksa pindah atau terusir dari kampung halaman.
  • Mendadak berada dalam keadaan terasing, tercabut dari lingkungan fisik, budaya, kerabat, teman sebaya yang dikenal.
  • Terputusnya hubungan dengan dunia luar, dilarang melakukan berbagai adat istiadat atau kebiasaan.
  • Kehilangan harta benda, sumber penghidupan, privasi (hak pribadi).
  • Berada dalam kondisi serba kekurangan pangan, tempat tinggal, kesehatan

Gejala dan Tanda Post Traumatic Stress Disorder

Setelah trauma di mana Anda terancam nyawa, melihat seseorang meninggal, atau terluka parah, dan Anda merasa takut, tidak berdaya, atau ngeri, hal itu membuat Anda tertekan dan cemas. Anda mungkin mengalami masalah tidur, mengalami mimpi buruk, sering memikirkan trauma, mencoba menghindari lokasi trauma, atau mencoba menghindari perasaan sama sekali dan menjadi lebih mati rasa.

Bagi kebanyakan orang, masa menyedihkan ini berlalu dalam waktu sekitar empat minggu. PTSD didiagnosis saat gejala ini terus mengganggu kehidupan sehari-hari dan bertahan lebih dari sebulan setelah trauma awal.

Ada empat jenis gejala utama yang berhubungan dengan PTSD:

  1. Pengalaman yang terulang: Kenangan mengganggu, mimpi buruk, atau kilas balik dari trauma.
  2. Penghindaran: Mencoba menghindari pikiran, perasaan, situasi, atau orang yang mungkin mengingatkan Anda akan trauma.
  3. Perubahan negatif dalam pemikiran dan suasana hati (mood): Gejala mungkin termasuk ketidakmampuan mengingat bagian dari peristiwa traumatis, kepercayaan dan perasaan negatif tentang diri sendiri, ketidakmampuan untuk menikmati aktivitas yang menyenangkan, atau menyalahkan diri sendiri atas trauma atau konsekuensinya. Mereka yang mengalami PTSD dapat menunjukkan keterpisahan emosional, isolasi sosial, dan kesepian.
  4. Perubahan rangsangan atau reaktivitas: Masalah dapat mencakup selalu waspada (hypervigilance), masalah tidur, agitasi, mudah tersinggung, permusuhan, sulit berkonsentrasi, respon terkejut yang berlebihan, atau reaktivitas yang meningkat terhadap rangsangan. Orang dengan PTSD mungkin juga lebih cenderung terlibat dalam perilaku sembrono atau berisiko.

Ada juga gejala dan diagnosa lain yang sering dikaitkan dengan PTSD:

  • Serangan panik: Rasa takut yang kuat, yang bisa disertai sesak napas, pusing, berkeringat, mual, dan jantung berdebar kencang.
  • Gejala fisik: Sakit kronis, sakit kepala, sakit perut, diare, sesak atau terbakar di dada, kram otot, atau nyeri punggung bawah.
  • Perasaan ketidakpercayaan: Kehilangan kepercayaan pada orang lain dan menganggap dunia adalah tempat yang berbahaya
  • Masalah dalam kehidupan sehari-hari: Bermasalah dalam pekerjaan, di sekolah, atau dalam situasi sosial
  • Penyalahgunaan zat: Menggunakan obat-obatan atau alkohol untuk mengatasi rasa sakit emosional.
  • Masalah hubungan: Memiliki masalah dengan keintiman atau perasaan terlepas dari keluarga dan teman.
  • Depresi: Mood yang terus-menerus sedih, cemas, atau kosong; kehilangan minat pada kegiatan yang digemari, perasaan bersalah dan malu serta atau keputusasaan tentang masa depan (gejala depresi lainnya juga bisa terjadi).
  • Pikiran untuk bunuh diri: Pikiran untuk menjalani hidup sendiri

PTSD sering dikaitkan dengan masalah kejiwaan dan fisik lainnya.

  • Mayoritas pria dan wanita dengan PTSD juga memiliki gangguan kejiwaan lainnya. Hampir setengah dari penderita PTSD juga menderita depresi berat, dan persentase yang signifikan juga menderita gangguan kecemasan, dan fobia sosial.
  • Mereka juga cenderung melakukan perilaku kesehatan berisiko seperti penyalahgunaan alkohol dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
  • Veteran yang telah didiagnosis dengan kondisi kejiwaan memiliki prevalensi penyakit kardiovaskular yang jauh lebih tinggi secara signifikan (penggunaan tembakau, hipertensi, dislipidemia, obesitas, dan diabetes) dibandingkan mereka yang tidak memiliki diagnosis kesehatan mental.
PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6 7 8

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi