Terbit: 9 Januari 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Ada beberapa jenis gangguan kecemasan yang harus dikenali gejalany sejak dini. Kecemasan adalah salah satu emosi natural yang diekspresikan manusia saat mengalami situasi berbahaya, namun kondisi yang berlebihan dan berbeda menyebabkan gangguan kecemasan atau anxiety disorder yang merupakan gangguan mental paling umum. Ketahui apa itu gangguan kecemasan, ciri gangguan kecemasan, jenis, penyebab, dll.

jenis-gangguan-kecemasan-doktersehat

Apa Itu Gangguan Kecemasan?

Gangguan kecemasan adalah perasaan takut, cemas, dan khawatir yang berlebihan terhadap sesuatu di masa depan. Gangguan kecemasan atau yang disebut juga dengan anxiety disorder adalah gangguan mental paling umum yang terjadi pada 30% orang dewasa pada suatu fase tertentu hidupnya.

Penderita gangguan kecemasan hampir selalu merasa takut akan sesuatu yang buruk yang mungkin terjadi padanya atau orang-orang sekitar, seperti masalah pekerjaan, keluarga, pertemanan, hubungan dengan seseorang, hingga masalah-masalah kecil yang umumnya tidak perlu dikhawatirkan.

Rasa cemas dan takut ini membuat penderita gangguan kecemasan berpikir keras untuk melalui atau menghindari kejadian tersebut, namun mereka lebih cenderung menghindarinya agar tidak memicu perasaan yang lebih buruk. Hal ini malah menyebabkan mereka mengalami kendala dalam aktivitas sehari-hari.

Pada tingkat tertentu yang lebih parah, gejala gangguan kecemasan membuat penderitanya mengalami kemunduran dalam hidupnya karena mereka secara konstan memiliki rasa takut yang tak beralasan hingga tidak mampu menyelesaikan tugasnya.

Umumnya, penderita gangguan kecemasan bisa sembuh apabila didiagnosa lebih awal dan mendapat perawatan dan terapi secara berkala.

Jenis Gangguan Kecemasan yang Harus Diwaspadai

Berikut ini adalah beberapa jenis gangguan kecemasan atau anxiety disorder yang paling umum terjadi, yaitu:

1. Serangan Panik

Serangan panik adalah salah satu jenis gangguan kecemasan yang ditandai dengan episode rasa cemas dan takut tak terduga yang menyerang penderitanya secara tiba-tiba. Serangan panik umumnya dipicu oleh situasi yang membuat penderitanya menjadi gugup seperti berada di tempat ramai, menjadi pusat perhatian, atau respon terhadap sesuatu yang ditakuti.

Gejala serangan panik atau panic attack adalah jantung berdebar-debar, nyeri dada, gangguan pernapasan, pusing, dan masalah perut. Gejala yang parah dapat serupa dengan gejala serangan jantung. Dalam kondisi yang lebih kompleks, serangan panik memang dapat memicu terjadinya serangan jantung.

Usia rata-rata orang yang memiliki risiko mengalami serangan panik adalah antara umur 22-23 tahun, namun gejala serangan panik dapat terjadi pada siapa saja yang mengalami kelainan mental seperti depresi dan PTSD.

2. Gangguan Kecemasan Sosial

Gangguan kecemasan sosial adalah kondisi dimana seseorang merasa takut dan malu saat menghadapi dunia sosial. Penderita gangguan kecemasan sosial atau fobia sosial umumnya terpaku pada penilaian sosial akan dirinya, serta merasa bahwa dirinya dilabeli negatif dari berbagai aspek di mata sosial.

Ciri-ciri orang yang memiliki gangguan kecemasan sosial adalah memiliki rasa ketidaknyamanan saat berada di lingkup sosial serta selalu memiliki pemikiran bahwa mereka akan ditolak, dipermalukan, atau dihina dalam hubungan sosial.

Gangguan kecemasan sosial ini menyebabkan penderitanya cenderung memilih menghindar dari pergaulan sosial, ketakutan bersosialisasi, berkomunikasi, bahkan tidak berani untuk sekadar hadir dalam keramaian.

Baca Juga: Mengatasi Cemas yang Sering Muncul di Malam Hari

3. Fobia Spesifik

Fobia adalah rasa ketakutan berlebih terhadap suatu benda atau sesuatu hal spesifik. Penyebab fobia yang biasanya adalah karena trauma di masa lalu yang tidak dapat diatasi. Jenis fobia paling umum adalah fobia terhadap ketinggian, darah, jarum suntik, atau binatang tertentu seperti kecoa, anjing, ular, dll.

Pada kondisi tertentu, fobia spesifik dapat memicu gangguan serangan panik dengan gejala yang hampir serupa. Penderita fobia cenderung menghindari terpapar objek atau situasi yang membuat mereka ketakutan.

Salah satu cara mengatasi fobia spesifik adalah dengan terapi perilaku kognitif . Terapi perilaku kognitif adalah salah satu jenis dari psikoterapi tertentu yang bertujuan untuk mengajarkan pasien dalam mengenali dan mengubah pola pikirnya terhadap hal-hal yang memicu timbulnya gejala gangguan kecemasan. Terapi ini juga ditujukan untuk mengontrol rasa takut.

4. Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD)

Gangguan stres pasca trauma (PTSD) adalah jenis gangguan kecemasan level lanjut yang terjadi karena berbagai faktor traumatis seperti kekerasan pribadi, kejadian mengerikan di masa kecil, kecelakaan, trauma pasca bencana alam, dll.

Penderita PTSD atau Post-Traumatic Stress Disorder memiliki trauma yang mengancam kejiwaan secara intens yang mengganggu kehidupannya. Mereka cenderung mengingat kejadian buruk tersebut dan efeknya memiliki reaksi negatif bagi kesehatan mental secara berkelanjutan.

Salah satu cara mengatasi PTSD adalah dengan menjalani psikoterapi. Psikoterapi adalah konseling untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan mental dengan cara membahas respon emosional pasien terhadap gejala mental yang dialami.

Dalam prosesnya, seorang spesialis akan membantu pasien untuk mengungkapkan keluhannya dan membantu memahami gejala tersebut untuk penanganan gangguan kecemasan selanjutnya.

5. Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)

Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) adalah jenis gangguan kecemasan yang ditandai oleh obsesi atau perilaku berulang terhadap sesuatu. Misalnya, mereka memiliki obsesi terhadap kebersihan tangan maka mereka akan mencuci tangan berulang-ulang karena rasa cemas dan khawatir apabila mencuci tangan sekali tidak akan bersih.

Salah satu cara mengatasi OCD adalah dengan terapi Exposure and Response Prevention (ERP) atau pencegahan paparan dan respons. Cara menjalankan terapi ini adalah dengan memaksa Anda untuk melakukan hal-hal yang memicu kecemasan Anda hingga Anda belajar cara-cara baru untuk merespon pemicu tersebut hingga dapat mengendalikan rasa cemas tersebut.

Baca Juga: OCD: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

6. Gangguan Kecemasan Umum

Gangguan kecemasan umum adalah gangguan kecemasan yang ditandai dengan rasa khawatir, cemas, dan tegang berlebihan hingga mengganggu aktivitas umum sehari-hari. Rasa cemas tersebut umumnya tidak beralasan dan tidak terbukti.

Ciri-ciri gangguan kecemasan umum adalah:

  • Sulit konsentrasi
  • Mudah lelah
  • Otot tegang
  • Tidak bisa tidur

Gangguan kecemasan umum juga disebut sebagai gejala kecemasan kronis dan harus ditangani dengan tepat karena dikhawatirkan dapat mengganggu kehidupan penderitanya, mulai dari tanggung jawab pekerjaan, keluarga, pergaulan, dll.

Cara mengatasi gangguan kecemasan ini adalah dengan psikoterapi, terapi perilaku kognitif, dan obat-obatan sesuai dengan anjuran dokter.

7. Agoraphobia

Agoraphobia adalah salah satu jenis gangguan kecemasan yang ditandai dengan rasa takut terhadap situasi yang diperkirakan dapat memicu keadaan bahaya dan menyebabkan panik. Karena tidak mau merasakan kepanikan tersebut, orang dengan agoraphobia cenderung menghindari berbagai tempat atau aktivitas.

Contoh penderita agoraphobia mengalami ketakutan untuk:

  • Berdiri dalam barisan.
  • Berada di tengah orang banyak.
  • Menggunakan transportasi umum.
  • Berada di ruang terbuka.
  • Berada di tempat tertutup.
  • Berada di tempat ramai
  • Berada di luar rumah sendirian.

Agoraphobia dengan gejala akut dan tidak ditangani dengan tepat dapat berdampak serius bagi kehidupannya hingga orang tersebut mungkin takut keluar rumah. Gangguan mental ini harus didiagnosis dan ditangani dengan profesional.

Salah satu cara mengatasi gangguan kecemasan ini adalah dengan obat-obatan antidepresan. Umumnya, dokter akan mendiagnosa terlebih dahulu dan obat-obatan diberikan sesuai dengan indikasi.

Contoh obat untuk mengatasi gangguan kecemasan adalah escitalopram, fluoxetine, alprazolam, dll. Pengobatan untuk mengatasi gangguan kecemasan dibarengi dengan terapi minimal 3-6 bulan atau sesuai dengan kondisi pasien.

8. Separation Anxiety Disorder

Separation Anxiety Disorder (SAD) adalah gangguan kecemasan yang ditandai dengan rasa takut akan perpisahan atau kehilangan anak dengan orang tua.

Kecemasan akan perpisahan adalah tahap awal perkembangan yang normal bagi bayi dan balita usia sekitar 3 tahun atau usia pra sekolah. Anak-anak yang mengalami Separation Anxiety Disorder (SAD) akan merasa cemas saat ditinggal oleh orang tuanya.

Ciri-ciri Separation Anxiety Disorder (SAD) pada anak adalah:

  • Takut berada jauh dari orang tua.
  • Takut berada jauh dari rumah.
  • Rasa khawatir berlebihan pada orang tua atau orang yang dicintai.
  • Takut berada di rumah sendirian.
  • Mimpi buruk akan perpisahan dengan orang-orang yang dicintai.
  • Perasaan cemas terus-menerus akan sesuatu yang buruk terjadi hingga menyebabkan perpisahan.

Gangguan kecemasan akan perpisahan yang berkepanjangan akan mengganggu pertumbuhan anak karena anak mungkin tidak mau sekolah karena akan jauh dari orang tua. Separation Anxiety Disorder (SAD) juga dapat terjadi pada remaja dan dewasa hingga mereka tidak mau keluar rumah.

Itulah berbagai jenis gangguan kecemasan yang perlu diketahui. Gangguan kecemasan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Bila Anda mengalami ciri gangguan kecemasan, harap segera konsultasi pada dokter untuk diagnosa dan pengobatan yang tepat.

Faktor Risiko Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan dapat dipicu berbagai faktor, seperti:

  • Kombinasi faktor genetik
  • Faktor lingkungan
  • Faktor psikologis
  • Peristiwa traumatis

Faktor risiko gangguan kecemasan tersebut memicu terjadinya gangguan kecemasan pada seseorang.

Penyebab Gangguan Kecemasan

Penyebab gangguan kecemasan pada seseorang berbeda-beda dan tidak mudah dipastikan. Umumnya, gangguan kecemasan dikaitkan dengan kombinasi faktor keluarga, perubahan otak, dan pengendalian emosi.

Berikut ini adalah penyebab gangguan kecemasan yang paling umum, yaitu:

  • Trauma akan kejadian buruk yang pernah dialami.
  • Trauma pasca pelecehan seksual.
  • Penumpukan rasa stres yang menjadi depresi.
  • Stres akan suatu kondisi penyakit yang dialami.
  • Faktor genetik dan kepribadian tertentu.
  • Kompilasi gangguan kesehatan mental.
  • Gangguan kecemasan dari efek samping penyakit tertentu seperti diabetes, penyakit jantung, pernapasan, dll.
  • Konsumsi obat-obatan terlarang dan alkohol.

Gangguan kecemasan juga dapat terjadi karena efek samping dari pengobatan penyakit tertentu.

Tanda-Tanda Gangguan Kecemasan

Semua jenis gangguan kecemasan umumnya memiliki beberapa gejala yang sama. Berikut ini adalah tanda-tanda gangguan kecemasan, yaitu:

  • Gugup
  • Gelisah
  • Tegah
  • Panik
  • Khawatir
  • Hiperventilasi atau bernapas lebih cepat
  • Detak jantung meningkat
  • Merasa lemah dan lelah
  • Mulut kering
  • Berkeringat
  • Gemetaran
  • Gangguan tidur
  • Tidak fokus
  • Selalu berpikir berlebihan terhadap sesuatu

Tanda-tanda gangguan kecemasan tersebut muncul berasam gejala gangguan kecemasan, namun Anda harus konsultasi pada dokter untuk diagnosa yang tepat dalam memastikan apakah hal tersebut merupakan bagian dari ciri gangguan kecemasan.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Kecemasan Saat Bercinta yang Mengganggu

Cara Mengatasi Gangguan Kecemasan

Anda juga dianjurkan untuk mengatasi gejala gangguan kecemasan dengan manajemen stres. Manajemen stres adalah cara mengelola diri Anda terhadap hal-hal sekitar yang umumnya mengganggu pikiran dan perasan Anda. Hal ini adalah pendukung internal untuk menjaga emosi Anda dan mengontrol faktor pemicu gejala tersebut.

Cara mengelola emosi dan manajemen stres adalah:

  • Meditasi
  • Olahraga
  • Minta dukungan keluarga dan teman
  • Tidur yang cukup
  • Kurangi kafein

Itulah cara mengatasi gangguan kecemasan atau anxiety disorder. Gangguan kecemasan adalah salah satu gangguan mental yang paling umum terjadi. Semoga informasi tentang jenis gangguan kecemasan ini dapat membantu Anda dalam mengatasi gejala gangguan kecemasan.

 

  1. American Psychiatric Association. 2017. What Are Anxiety Disorders?. https://www.psychiatry.org/patients-families/anxiety-disorders/what-are-anxiety-disorders. (Diakses pada 9 DeSember 2019).
  2. HHS. 2019. What are the five major types of anxiety disorders?. https://www.hhs.gov/answers/mental-health-and-substance-abuse/what-are-the-five-major-types-of-anxiety-disorders/index.html. (Diakses pada 9 Desember 2019).
  3. MayoClinic. 2018. Anxiety disorders. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anxiety/symptoms-causes/syc-20350961. (Diakses pada 9 DeSember 2019).
  4. WebMD. 2019. What Are Anxiety Disorders?. https://www.webmd.com/anxiety-panic/guide/anxiety-disorders#1. (Diakses pada 9 Desember 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi