Vaksin Rotavirus – Jenis dan Cara Pemberian

doktersehat-suntik-syringe-eutanasia-euthanasia-injeksi-injection-vaksin-palsu

Vaksin rotavirus yang beredar di Indonesia saat ini ada 2 macam merk, jumlah banyaknya pemberian tergantung merk vaksin rotavirus yang digunakan.

  • Pertama RotaTeq (RV5) diberikan sebanyak 3 dosis: pemberian pertama pada usia 6-14 minggu dan pemberian ke-2 setelah 4-8 minggu kemudian, dan dosisi ke-3 maksimal pada usia 8 bulan.
  • Kedua, Rotarix (RV1) diberikan 2 dosis: dosis pertama diberikan pada usia 10 minggu dan dosis kedua pada usia 14 minggu (maksimal pada usia 6 bulan).

Kedua vaksin adalah dalam bentuk oral (melalui mulut), bukan melalui suntikan.  Dosis pertama dari masing-masing vaksin paling efektif diberikan sebelum anak berusia 15 minggu. Anak juga perlu menerima semua dosis rotavirus sebelum berusia 8 bulan. Apabila bayi belum diimunisasi pada usia lebih dari 6-8 bulan, maka tidak perlu diberikan karena belum ada studi keamanannya.

Efektivitas vaksin rotavirus di negara berkembang ditemukan lebih rendah dibandingkan di negara maju saat uji klinis dilakukan. Berbagai faktor diduga sebagai penyebabnya yaitu antara lain

  • interferensi dengan antibodi ibu,
  • karena menyusui,
  • infeksi virus dan bakteri di saluran pencernaan sebelumnya,dan
  • malnutrisi

Selain itu efikasi vaksin juga tergantung terhadap derajat proteksi yang diberikan oleh vaksin terhadap infeksi oleh galur rotavirus yang berbeda dari galur virus yang ada dalam vaksin (cross protection). Untuk itu perlu diperhatikan dan dievaluasi efektivitaas vaksin yang akan digunakan di Indonesia untuk mengetahui apakah dapat melindungi seluruh anak Indonesia terhadap galur rotavirus yang beredar di Indonesia. Hal ini perlu diperhatikan mengingat luasnya wilayah Indonesia dengan kemungkinan tingginya variasi galur rotavirus yang beredar. Analisa ekonomi vaksin rotavirus di Indonesia telah dilakukan dalam jumlah yang masih terbatas. Walaupun hasil studi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa program vaksinasi Rotavirus adalah efektif dari segi biaya, namun hasil di negara maju dan berkembang lain nya menunjukkan dengan harga vaksin yang tinggi, maka program ini tidak efektif dari segi biaya. Bila harga vaksin dapat lebih rendah dari US$ 2,70 per pemberian maka dapat dianggap hemat (cost saving) dari perspektif tenaga kesehatan. Pertimbangan ekonomi sangat diperlukan untuk dapat menjamin sustainabilitas dari suatu program vaksinasi.

Industri manufaktur vaksin Indonesia sedang dalam proses untuk dapat memproduksi vaksin Rotavirus. Dengan potensi ketersediaaan vaksin dari produksi dalam negeri maka diharapkan program vaksinasi rotavirus dapat menjadi lebih efektif secara biaya, daripada harus impor dari luar negeri.

Vaksin Rotavirus: 1 2 3