Terbit: 7 April 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Adrian Setiaji

Berikut ini adalah berbagai jenis batuk yang sebaiknya Anda kenali. Batuk adalah refleks sistem pertahanan yang berguna untuk melindungi tubuh dari iritasi seperti lendir, asap, dan alergen seperti debu, jamur, serta serbuk sari. Selain itu, batuk juga bisa menjadi gejala dari banyak penyakit dan kondisi. Terkadang, karakteristik batuk bisa memberi tahu Anda mengenai penyebabnya.

jenis-batuk-doktersehat

Jenis Batuk yang Perlu Diwaspadai

Banyak kondisi medis yang dapat menyebabkan batuk, hal itu tergantung jenis batuk yang Anda miliki dan berapa lama Anda mengalami kondisi ini. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejalanya karena beberapa batuk bisa hilang dengan sendirinya, sementara yang lain harus mendapatkan bantuan medis.

Berikut ini adalah berbagai jenis batuk yang bisa terjadi, antara lain:

1. Batuk Dahak

Batuk basah adalah batuk yang biasanya menimbulkan lendir. Batuk basah umumnya disebabkan oleh pilek atau flu. Kondisi ini dapat bertahan lama di tubuh atau hilang dalam waktu cepat. Saat Anda mengalami jenis batuk ini, Anda mungkin merasa ada sesuatu yang tersangkut atau menetes di bagian belakang tenggorokan atau di dada. Bahkan, batuk bisa membawa lendir ke dalam mulut.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan batuk basah, antara lain:

  • Pneumonia
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), termasuk emfisema dan bronkitis kronis
  • Bronkitis akut
  • Asma

Batuk pada bayi, balita, dan anak-anak yang bertahan kurang dari tiga minggu biasanya selalu disebabkan oleh pilek atau flu.

2. Batuk Kering

Jenis batuk berikutnya adalah batuk kering. Batuk kering adalah batuk yang tidak mengeluarkan lendir. Rasa gatal di belakang tenggorokan yang diakibatkan dari kondisi inilah yang memicu timbulnya batuk. Kondisi ini sering kali sulit dikendalikan dan bertahan dalam waktu yang lama.

Batuk kering sering disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan atas, seperti pilek atau flu. Pada anak-anak dan orang dewasa, biasanya batuk kering berlangsung beberapa minggu setelah pilek atau flu. Beberapa penyebab batuk kering lainnya adalah:

  • Radang tenggorokan
  • Sakit tenggorokan
  • Croup
  • Radang amandel
  • Radang selaput lendir
  • Asma
  • Alergi
  • Gastroesophageal reflux disease
  • Obat-obatan, terutama ACE inhibitor
  • Pajanan terhadap iritan seperti polusi udara, debu, atau asap

3. Batuk Paroksismal

Batuk paroksismal adalah gejala dari batuk rejan. Batuk rejan adalah infeksi bakteri yang menyebabkan batuk hebat. Selama serangan terjadi, paru-paru bisa melepaskan semua oksigen yang dimiliki, sehingga menyebabkan seseorang menarik napas panjang hingga menimbulkan suara melengking.

Batuk paroksismal sering disebabkan oleh batuk rejan. Namun, terdapat kondisi lain yang bisa menyebabkan kondisi ini, antara lain:

  • Asma
  • Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
  • Pneumonia
  • TBC
  • Tersedak

4. Batuk Croup

Batuk Croup adalah infeksi virus yang biasanya menyerang anak-anak usia 5 tahun ke bawah. Jenis batuk ini menyebabkan saluran napas bagian atas menjadi iritasi dan bengkak. Kondisi ini membuat seorang anak akan sulit untuk bernapas.

Gejala yang bisa dikenali dari kondisi ini adalah batuk keras seperti ‘menggonggong’. Pembengkakan di dalam dan di sekitar pita suara juga menimbulkan suara serak dan suara napas melengking. Dalam kasus yang parah, kondisi ini bisa membuat pucat atau kebiruan.

5. Batuk Rejan

Batuk rejan atau dikenal dengan sebutan pertusis adalah jenis batuk yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Bayi baru lahir dan orang yang belum divaksinasi dapat mengalami penyakit ini karena infeksi bakteri yang sangat menular.

Seseorang dengan batuk rejan biasanya memiliki gejala pilek atau flu, dari yang ringan hingga batuk yang agresif. Seseorang yang terinfeksi kemungkinan besar akan menularkannya sekitar 2 minggu sejak mereka batuk.

6. Batuk Asam

Batuk dengan rasa asam yang berlangsung selama dua bulan atau lebih mungkin merupakan tanda gastroesophageal reflux disease (GERD). GERD terjadi ketika isi lambung naik ke tenggorokan. Guna mendiagnosis kondisi ini, dokter bisa menguji keasaman cairan di tenggorokan.

7. Batuk Berdarah

Jika Anda mengalami jenis batuk ini, segera ke rumah untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Darah yang keluar mungkin berasal dari paru-paru atau saluran udara. Batuk berdarah adalah tanda bahwa Anda memiliki masalah medis seperti infeksi, peradangan kronis, hingga tumor.

Jenis Batuk Berdasarkan Waktu Terjadinya

Perlu diketahui juga, batuk sendiri dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu batuk akut dan batuk kronis, keduanya dikelompokkan berdasarkan waktu.

8. Batuk Akut

Batuk akut biasanya hanya bertahan sekitar tiga minggu dan biasanya disebabkan oleh virus. Jenis batuk ini bisa menghasilkan lendir atau tidak berlendir. Batuk akut biasanya disebabkan oleh beberapa penyakit berikut, antara lain:

  • Demam
  • Flu
  • Pneumonia
  • Infeksi sinus
  • Croup
  • Batuk rejan
  • Bronkitis
  • Emboli paru

9. Batuk Subakut

Batuk subakut biasanya berlangsung antara tiga hingga delapan minggu. Jenis batuk ini mungkin perlu dievaluasi oleh dokter tergantung pada keparahan gejala, karena 60 persen batuk subakut sembuh secara spontan.

Penyebab umum batuk subakut meliputi:

  • Batuk pasca infeksi (paling umum)
  • Post-nasal drip
  • Cough-variant asthma (CVA)
  • Bronkitis eosinofilik

10. Batuk Kronis

Batuk kronis biasanya bertahan lebih lama dari delapan minggu. Penyebab batuk kronis sulit untuk diketahui. Diperlukan beberapa tes untuk menentukan penyebabnya dengan pasti.

Penyebab paling umum dari batuk kronis adalah merokok. Penyebab umum lainnya, antara lain:

  • Asma
  • Alergi
  • Post-nasal drip
  • Gastroesophageal reflux disease
  • Penyakit Paru Obstruktif Kronik
  • Obat-obatan, terutama ACE inhibitor
  • Gagal jantung

Cara Menghilangkan Batuk

Setelah Anda mengetahui berbagai jenis batuk seperti di atas, hal penting yang perlu diketahui adalah mengenai obat batuk. Berikut ini adalah cara mengobati batuk yang bisa dicoba, di antaranya:

Obat Batuk Kronis

  • Antihistamin, kortikosteroid, dan dekongestan. Obat-obatan ini adalah pengobatan standar untuk alergi dan post-nasal drip.
  • Inhaled asthma drugs. Perawatan yang paling efektif untuk batuk terkait asma adalah kortikosteroid dan bronkodilator karena bisa mengurangi peradangan dan melancarkan saluran udara.
  • Antibiotik. Jika infeksi bakteri menyebabkan batuk, dokter mungkin akan meresepkan obat ini untuk mengatasi infeksi.
  • Acid blockers. Ketika perubahan gaya hidup tidak mengatasi gangguan asam lambung, Anda mungkin diobati dengan obat yang menghambat produksi asam.

Cough Suppressants

Selain beberapa obat batuk seperti di atas, dokter juga bisa meresepkan cough suppressants untuk menekan gejala yang muncul.

Obat batuk dan pilek yang dijual bebas dimaksudkan untuk mengobati gejala batuk dan pilek, bukan penyakit yang mendasarinya. Jangan menggunakan obat-obatan bebas, kecuali obat penurun demam dan penghilang rasa sakit untuk mengobati batuk dan pilek pada anak di bawah 6 tahun. Meski begitu, pertimbangkan untuk tidak menggunakan obat-obatan ini untuk anak di bawah 12 tahun.

 

  1. Villines, Zawn. 2019. Types of coughs: What do they mean?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327142#dry. (Diakses pada 7 April 2020).
  2. Osborn, Corinne O’Keefe. 2018. What Does My Type of Cough Mean?. https://www.healthline.com/health/types-of-coughs. (Diakses pada 7 April 2020).
  3. Hayes, Kristin, RN. 2019. The 3 Different Types of Cough. https://www.verywellhealth.com/what-is-causing-my-cough-1191888. (Diakses pada 7 April 2020).
  4. Rushlow, Amy. 2019. The Different Types of Coughs (and What They Could Mean). https://www.healthgrades.com/right-care/lungs-breathing-and-respiration/the-different-types-of-coughs-and-what-they-could-mean. (Diakses pada 7 April 2020).
  5. Chronic cough. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-cough/diagnosis-treatment/drc-20351580. (Diakses pada 7 April 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi