5 Jenis Anemia – Gejala, Penyebab, dll

jenis-anemia-doktersehat

DokterSehat.com – Anemia adalah kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah. Penyakit anemia adalah gangguan darah yang paling umum terjadi. Ketahui apa saja jenis anemia, gejala, cara mengatasi, dll.

Apa Itu Anemia?

Anemia adalah kondisi yang terjadi pada tubuh Anda bila Anda kekurangan sel darah merah atau hemoglobin. Hemoglobin adalah bagian esensial dari sel darah merah yang berfungsi untuk mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Bila terjadi gangguan dari penyebaran oksigen ke seluruh organ dan sel-sel tubuh, maka itu akan menimbulkan efek berbahaya pada tubuh.

Terdapat banyak bentuk dari anemia, mulai dari anemia yang terjadi sementara saja karena kondisi tertentu sampai anemia yang diderita dalam jangka panjang. Faktor risiko timbulnya anemia pun beragam, seperti:

  • Anemia yang diderita sejak lahir
  • Anemia yang diderita oleh wanita karena pendarahan saat menstruasi atau melahirkan
  • Anemia akibat kondisi medis tertentu

Penyebab anemia yang paling utama adalah karena kekurangan zat besi sebagai penghasil sel darah merah. Ketahui selengkapnya tentang faktor penyebab anemia.

Gejala Anemia

Gejala anemia yang paling umum, meliputi:

  • Merasa lemas dan tidak bertenaga
  • Pusing
  • Sakit dada
  • Sesak napas
  • Detak jantung tidak teratur

Kondisi anemia ringan mungkin tidak memiliki gejala seperti yang disebutkan di atas, namun sebagian gejala anemia tergantung pada jenis anemia yang diderita.

Baca Juga: Mengenal Penyebab dan Gejala Anemia pada Anak

Jenis Anemia

Tahukah Anda bahwa sebenarnya ada lebih dari 400 jenis anemia? Jenis anemia tersebut dikelompokan dalam 3 bagian, yaitu:

  • Anemia yang disebabkan karena tubuh kehilangan darah.
  • Anemia yang disebabkan karena adanya penurunan atau kesalahan produksi sel darah merah.
  • Anemia yang disebabkan karena terjadi kerusakan pada sel darah merah di tubuh.

Dari ratusan jenis anemia tersebut, berikut ini adalah 5 jenis anemia yang paling umum terjadi, yaitu:

  1. Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi besi adalah jenis anemia yang terjadi karena tubuh Anda kekurangan zat besi. Kondisi ini terjadi karena sumsum tulang membutuhkan zat besi untuk memproduksi sel darah merah, kemudian sel darah merah yang akan mengantarkan oksigen ke organ dan sel-sel tubuh.

Bila tubuh kekurangan zat besi, maka produksi sel darah merah pun terganggu dan ini mengakibatkan oksigen tidak bisa disalurkan ke seluruh organ dengan sempurna. Bila tubuh Anda tidak mendapat suplai oksigen yang cukup, maka Anda akan merasa lemas, pusing, dan akan berpengaruh pada organ-organ tubuh lainnya.

Anemia defisiensi besi adalah kondisi yang paling umum terjadi. Penyebab anemia defisiensi besi, yaitu:

  • Tidak mendapatkan asupan zat besi yang cukup dalam konsumsi harian yang dianjurkan.
  • Ibu hamil atau menyusui yang membutuhkan asupan zat besi lebih banyak.
  • Kehilangan banyak darah saat menstruasi.
  • Kondisi pencernaan tertentu
  • Mengkonsumsi obat-obatan tertentu, makanan dan minuman berkafein.

Cara mengatasi anemia defisiensi besi umumnya adalah dengan meminum suplemen khusus penambah zat besi atau makan-makanan yang mengandung sumber zat besi tinggi seperti kuning telur, daging merah, ikan, kacang-kacangan, dll.

  1. Anemia Hemolitik

Anemia Hemolitik adalah kondisi dimana jumlah sel darah merah yang hancur lebih banyak dari jumlah sel darah merah yang diproduksi di sumsum tulang.

Terdapat berbagai macam penyebab anemia hemolitik, seperti:

  • Pembesaran limpa
  • Penyakit hepatitis menular
  • Virus Epstein-Barr
  • Demam tifoid
  • Tumor

Penyebab anemia hemolitik lainnya adalah karena mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti sefaleksin, seftriakson, penisilin, ampisilin, dll. Anemia hemolitik juga dapat terjadi saat Anda mendapat transfusi darah dari golongan darah yang salah.

Kondisi anemia hemolitik dapat disembuhkan apabila dokter dapat menemukan penyebab anemia hemolitik yang Anda derita lalu mengambil perawatan terbaik berdasarkan penyebab anemia tersebut.

  1. Anemia Pernisiosa

Anemia pernisiosa adalah kondisi kekurangan darah merah karena tubuh tidak mampu menyerap vitamin B12 yang juga merupakan salah satu vitamin yang dibutuhkan untuk memproduksi sel-sel darah merah yang sehat.

Menurut Journal of Blood Medicine, kondisi anemia pernisiosa umumnya terjadi pada orang tua di atas usia 60 tahun dengan gejala umum berupa sakit kepala, lemas, sakit dada, serta penurunan berat badan.

Cara mengatasi anemia pernisiosa adalah dengan injeksi vitamin B12 atau mengkonsumsi suplemen B12 dengan dosis yang dianjurkan. Anda juga disarankan untuk mengkonsumsi makanan dengan sumber vitamin B12 seperti daging merah, unggas, kerang, telur, produk susu, dll.

  1. Anemia Megaloblastik

Anemia megaloblastik adalah kondisi anemia karena tulang sumsum Anda memproduksi sel darah merah yang terlalu muda atau terlalu besar, dimana sel darah merah tersebut abnormal dan tidak sehat sehingga tidak dapat membawa oksigen ke seluruh organ dengan sempurna.

Kondisi ini juga disebabkan karena Anda kekurangan asupan asam folat yang cukup dan vitamin B12. Terdapat beberapa penyebab anemia megaloblastik, diantaranya adalah:

  • Tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12 dan asam folat seperti yang terkandung dalam sayuran hijau, kacang-kacangan, buah jeruk, atau biji-bijian.
  • Kondisi kehamilan dimana janin mengambil asupan asam folat dari ibunya.
  • Masalah pencernaan dimana perut tidak mencerna nutrisi dengan baik, termasuk asam folat.
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan sehingga tubuh tidak mampu menyerap asam folat.

Cara mengatasi anemia megaloblastik adalah dengan menjalani pola makan sehat dengan sumber asam folat yang cukup serta konsultasikan pada dokter untuk perawatan terbaik untuk menghindari komplikasi penyakit.

  1. Anemia Aplastik

Anemia aplastik adalah kondisi saat sumsum tulang tidak memproduksi sel darah merah dengan cukup, atau bahkan berhenti memproduksi ketiga sel darah yaitu sel darah merah, darah putih, dan trombosit.

Penyebab anemia aplastik, meliputi:

  • Virus HIV atau Epstein-Barr
  • Zat kimia beracun
  • Radiasi atau kemoterapi untuk kanker
  • Pengobatan tertentu

Cara mengatasi anemia plastik tergantung pada penyebab anemia tersebut. Dokter mungkin akan merekomendasikan antibiotik atau antijamur. Pada kondisi tertentu, transfusi darah mungkin dibutuhkan.  

Penyakit anemia aplastik merupakan jenis anemia yang langka dan sangat membahayakan jiwa bila terjadi. Anemia aplastik dapat terjadi pada siapa saja, namun yang memiliki faktor risiko Anemia aplastik paling besar adalah remaja di awal usia 20 tahun dan lansia.

Cara Mencegah Anemia

Beberapa jenis anemia tidak dapat dicegah, namun Anda dapat mengurangi faktor risiko anemia dengan mengkonsumsi berbagai sumber makanan berikut ini:

  • Zat Besi: Zat besi terkandung dalam daging, sayuran hijau, kacang-kacangan, dll.
  • Asam Folat: Asam folat terkandung dalam sayuran hijau, kacang polong, kacang merah, kacang tanah, gandum, dll.
  • Vitamin B12: Makanan yang kaya akan vitamin B12 adalah produk olahan susu, daging, kacang kedelai, dll.
  • Vitamin C: Makanan yang kaya akan vitamin C seperti brokoli, tomat, jeruk, melon, stroberi, dll.

Sementara cara mengobati anemia tergantung pada jenis anemia yang Anda alami. Perawatan anemia jenis tertentu mungkin berbeda dengan jenis lainnya. Informasi tentang jenis anemia ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter.

 

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo.

 

 

Sumber:

  • WebMD. 2018. Understanding Anemia — the Basics. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-anemia-basics#1. (Diakses pada 14 Oktober 2019).
  • Lam, Peter. 2017. Everything you need to know about anemia. https://www.medicalnewstoday.com/articles/158800.php. (Diakses pada 14 Oktober 2019).
  • Mayo Clinic, 2019. Anemia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anemia/symptoms-causes/syc-20351360. (Diakses pada 14 Oktober 2019).
  • Weatherspoon, Deborah PhD, RN, CRNA. 2018. Pernicious Anemia. https://www.healthline.com/health/pernicious-anemia. (Diakses pada 14 Oktober 2019).
  • WebMD. 2018. Rare Types of Anemia. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/anemia-rare-types#3-9. (Diakses pada 14 Oktober 2019).