Terbit: 17 Desember 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Jengkol seringkali dianggap sebagai lauk yang digemari oleh masyarakat kelas bawah. Padahal, dalam realitanya banyak masyarakat kelas atas yang juga menyukainya. Yang tidak disangka adalah, jengkol ternyata memiliki manfaat kesehatan yang cukup banyak. Salah satunya adalah membantu menurunkan kadar kolesterol.

Jengkol Bisa Turunkan Kolesterol?

Cara jengkol menurunkan kolesterol

Di dalam 100 gram jengkol terdapat 23,3 gram protein nabati yang bisa membantu proses regenerasi sel dengan efektif. Selain itu, kandungan protein nabati ini juga akan menyehatkan sistem hormon dan membuat fungsi otak meningkat. Selain itu, di dalam jengkol juga ada 140 mg kalsium yang bisa membuat tulang menjadi lebih kuat dan menurunkan risiko osteoporosis.

Pakar kesehatan menyebut protein nabati mampu mampu menurunkan proses penyerapan kolesterol pada usus. Selain itu, kandungan ini juga mampu menghambat proses pembentukan kolesterol dan hanya dibuang bersama dengan kotoran saat buang air besar. Sementara itu, kandungan kalsium di dalam jengkol juga akan mampu menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL hingga 11 persen.

Dampak makan jengkol lainnya bagi kadar kolesterol tubuh

Selain mencegah proses penyerapan kolesterol di dalam usus dan membantunya terbuang bersama dengan kotoran, pakar kesehatan menyebut ada manfaat lain yang bisa didapatkan dari makan jengkol.

Berikut adalah beberapa dampak lain dari mengonsumsi jengkol.

  1. Mampu mengikat kolesterol dan asam empedu dengan efektif

Kandungan kalsium di dalam jengkol ternyata mampu mengikat asam empedu dan kolesterol pada usus. Efeknya mirip dengan kinerja serat. Dengan terikatnya dua kandungan ini, maka kolesterol tidak akan mudah diserap oleh tubuh dan dikeluarkan melalui buang air besar. Kita pun tidak akan mudah mengalami kenaikan kadar kolesterol tubuh.

  1. Menyehatkan ginjal

Kandungan vitamin C di dalam ginjal cukup tinggi. Selain bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, hal ini bisa membantu menurunkan kadar kolesterol, khususnya yang ada di dalam ginjal. Hal ini tentu akan membantu ginjal menjadi lebih sehat.

  1. Membuat kolesterol lebih mudah larut

Kandungan vitamin C di dalam jengkol ternyata juga bisa membuat kolesterol lebih mudah terlaur dalam darah sehingga tidak akan memicu penumpukan plak pada dinding bagian dalam pembuluh darah. Sebagaimana kita ketahui, penumpukan plak ini bisa berimbas menjadi berbagai macam penyakit berbahaya seperti aterosklerosis atau hilangnya kelenturan pembuluh darah, hingga penyakit yang dipicu oleh tersumbatnya pembuluh darah seperti stroke dan penyakit jantung.

  1. Tinggi serat

Banyak orang yang tidak tahu jika jengkol juga memiliki kadar serat yang cukup tinggi. Padahal, serat bisa membantu proses penurunan kadar kolesterol. Sebagai informasi, di dalam jengkol terdapat serat larut yang mampu menurunkan jumlah zat empedu yang diserap oleh usus. Zat ini kemudian akan dikeluarkan melalui kotoran saat buang air besar.

Kondisi ini akan merangsang hati untuk memproduksi semakin banyak garam empedu yang harus diolah dengan cara memakai kolesterol di dalam tubuh. Kondisi ini tentu akan membuat kadar kolesterol menurun dengan signifikan.

Jangan makan jengkol sembarangan

Meskipun bisa membantu menurunkan kolesterol, bukan berarti kita bisa makan jengkol dengan frekuensi yang sering atau dalam jumlah yang banyak. Pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali dampak dari makan jengkol terlalu banyak. Salah satunya adalah keracunan jengkol dengan gejala nyeri pada perut, muntah, rasa sakit saat buang air kecil, atau bahkan adanya darah pada saat buang air kecil. Jika hal ini tidak segera ditangani, dikhawatirkan proses produksi urine terganggu.

Melihat fakta ini, sebaiknya kita memang membatasi asupan jengkol meski ada manfaatnya bagi kesehatan.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi