Korban Tewas Gempa Palu dan Donggala Harus Segera Dimakamkan

doktersehat-jenazah-korban-gempa-di-petobo
Photo Source: Antara Foto

DokterSehat.Com– Bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu, Donggala, dan wilayah lain di Sulawesi Tengah telah menelan lebih dari 1200 korban jiwa. Kemenkes pun mulai mengkhawatirkan banyaknya jenazah korban yang belum bisa dievakuasi karena bisa jadi jenazah ini mulai membusuk dan bisa menyebabkan risiko infeksi di wilayah tersebut.

“Jenazah-jenazah ini dikumpulkan di rumah sakit. Kami harap korban bisa segera dimakamkan secara massal karena pasien lain yang berada di lokasi yang sama bisa saja tercemar penyakit dari jenazah-jenazah ini dan terkena infeksi,” ucap Menkes Nila Moeloek.

Menurut Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, dr. Achmad Yurianto, proses pembusukan jenazah diawali sejak satu jam pertama setelah seseorang meninggal. Organ yang paling cepat mengalaim proses pembusukan adalah otak dan saluran pencernaan. Proses ini juga menyebabkan timbulnya gas sehingga membuat ukuran tubuh jenazah cenderung mengembung.

“Proses pembusukan ini jika tidak ditangani dengan benar bisa sangat mengkhawatirkan. Cairan yang keluar dari tubuh jenazah bisa mengalir kemana-mana dan membahayakan pasien lain, apalagi yang memiliki luka terbuka. Karena alasan inilah korban meninggal dunia harus segera dimakamkan,” ucap dr. Achmad.

Proses penguburan massal biasanya dilakukan setelah mayat diidentifikasi oleh kepolisian. Jika kemudian tidak ditemukan tanda pengenal, jenazah akan difoto dan diberi label sehingga bisa menjadi pedoman bagi para kerabat yang berusaha untuk mencarinya.

Ada banyak sekali alasan mengapa proses penguburan massal harus dilakukan saat terjadi bencana. Salah satunya adalah jumlah korban yang sangat banyak. Jika harus dikubur satu per satu, maka akan membutuhkan waktu dan sumber daya yang terlalu banyak. Selain itu, proses penguburan bisa menjadi solusi demi mencegah pengotoran sanitasi akibat proses pembusukan dari jenazah. Selain itu, hal ini juga bisa mencegah datangnya bau busuk yang menyengat.

Proses penguburan massal juga dilakukan demi mencegah datangnya wabah penyakit akibat proses pembusukan massal. Beberapa jenis penyakit yang bisa didatangkan akibat pembusukan jenazah adalah keracunan makanan atau gastroenteritis. Selain itu, proses penguburan massal bisa membantu mengatasi trauma berat yang dialami oleh korban lainnya yang masih hidup.