Terbit: 16 Januari 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Jatuh cinta tak hanya akan membuat suasana hati kita semakin membaik. Dalam realitanya, dampak dari hal ini bahkan bisa sangat besar bagi kesehatan tubuh, lho. Salah satunya adalah bisa membantu menjaga tekanan darah tetap normal. Sebenarnya, bagaimana bisa jatuh cinta bisa memberikan manfaat kesehatan ini?

Jatuh Cinta Bisa Jaga Tekanan Darah

Manfaat Jatuh Cinta bagi Tekanan Darah

Penelitian yang dilakukan di University of Western Virginia, Amerika Serikat, menghasilkan fakta bahwa jatuh cinta adalah hasil dari 12 aktivitas yang ada di dalam otak. Secara luar biasa, sensasi jatuh cinta ini bisa muncul hanya dalam waktu seperlima detik setelah kita melihat orang yang kita sukai.

Saat hal ini terjadi, maka di dalam otak akan dipenuhi dengan senyawa kimia dopamin dan oksitosin yang bisa mengendalikan resons emosional, menurunkan rasa cemas, dan akhirnya membuat tekanan darah menurun dengan signifikan.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul Annals of Behavioral Medicine ini, disebutkan bahwa mereka yang sedang jatuh cinta cenderung memiliki tekanan darah yang lebih rendah. Bahkan, jika kita mendapatkan sentuhan dari pasangan, akan merangsang reaksi dari saraf vagus yang bisa membuat jumlah oksitosin semakin meningkat.

“Tanpa kita sadari, berbagai kejadian yang kita alami bisa memberikan dampak fisik dan emosional yang dalam. Salah satunya adalah jatuh cinta. Hal ini bisa mempengaruhi sistem imun tubuh, hormon, dan berbagai hal lainnya,” ucap Prof. Sir. Cary Cooper dari University of Manchester.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Jatuh cinta bisa membuat tubuh lebih baik dalam melawan infeksi. Fakta ini terungkap dari penelitian yang melibatkan 50 wanita. Hasilnya adalah, saat mengalami jatuh cinta, terjadi perubahan hingga ke level genetik yang membuat senyaw tertentu meningkat jumlahnya. Hal ini bisa membantu tubuh melawan virus.

Kasmaran juga bisa membuat kita seperti tidak mudah merasa sakit. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Stanford University dengan menggunakan pemintai otak, disebutkan bahwa partisipan yang melihat foto orang yang mereka cintai mengalami penurunan sensasi nyeri hingga 40 persen saat menyentuh benda panas jika dibandingkan dengan mereka yang tidak melihat foto orang yang dicintai.

Tak hanya melihat orang yang dicintai, pelukan pada orang yang terkasih juga akan membuat tekanan darah dan denyut jantung menjadi lebih stabil. Pasangan yang sering berpelukan juga cenderung tidak mudah mengalami depresi dan rasa cemas.

Apakah Jatuh Cinta Selalu Bisa Memberikan Manfaat bagi Kesehatan Tubuh?

Pakar kesehatan menyebut banyak orang yang kesulitan untuk membedakan antara jatuh cinta dan nafsu untuk berhubungan intim. Satu hal yang pasti, ada sisi emosi dan ikatan yang kuat saat kita merasakan jatuh cinta. Fakta ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Brian Baker dari University of Toronto, Kanada.

Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa banyak pasangan yang sudah menikah dan memiliki hubungan yang kuat meski jarang melakukan hubungan intim. Meskipun hal ini memang bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan mental, dalam realitanya, ikatan emosional pasangan memberikan dampak yang jauh lebih besar.

Pakar kesehatan menggambarkan memiliki pasangan sebagai memiliki orang yang bisa kita jadikan tempat untuk saling mencurahkan perasaan, hingga tempat bercerita saat ada masalah. Hal ini bisa memberikan sensasi aman dan nyaman. Dampak dari hal ini sangatlah besar karena akan membuat kesehatan mental meningkat, menurunkan rasa cemas, sekaligus mencegah depresi.

 

Sumber:

  1. Dobson, Roger. 2018. Why falling in love is good for blood pressure, pain relief and even allergic reactions.dailymail.co.uk/health/article-6381807/Why-falling-love-good-blood-pressure-pain-relief-allergic-reactions.html. (Diakses pada 16 Januari 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi