Terbit: 2 September 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Jika kita berbicara tentang masalah dehidrasi, hal pertama yang akan kita pikirkan biasanya adalah suhu panas yang membuat kita banyak berkeringat sehingga kehilangan cairan tubuh atau berpuasa yang membuat kita tidak mengonsumsi makanan atau minuman apapun dalam waktu yang lama. Jika suhu udara tidak terlalu panas sehingga kita tidak berkeringat, maka kita pun terkadang lupa untuk mengonsumsi air putih. Sebenarnya, apakah hal ini juga bisa menyebabkan dehidrasi?

Jarang Berkeringat Tetap Bisa Terkena Dehidrasi?

Pakar kesehatan menyebut dehidrasi terjadi jika cairan yang keluar dari dalam tubuh lebih banyak dari cairan yang masuk. Hanya saja, kadangkala kita tidak menyadari jika jumlah cairan yang keluar dari dalam tubuh lebih banyak karena tubuh tidak mengeluarkan sinyal haus. Biasanya, penyebab hal ini adalah suhu udara yang dingin atau karena kita berada di dalam ruangan ber-AC. Jika sampai kita lama tidak mengonsumsi minuman meskipun tidak berkeringat, tetap saja tubuh akan lebih rentan terkena dehidrasi.

Jika sampai kondisi ini terjadi, berbagai sistem dan organ dalam tubuh bisa terganggu. Jika kita sering melakukannya, dikhawatirkan organ-organ tubuh ini lebih rentan mengalami kerusakan dan akhirnya memicu datangnya penyakit.

Salah satu penyakit yang bisa muncul jika kita sering mengalami dehidrasi atau tidak mencukupi kebutuhan air minum setiap hari adalah gagal ginjal. Sebagai informasi, organ ini membutuhkan cairan yang cukup demi menyaring berbagai hal yang ada di dalam tubuh. Jika sampai jumlah cairan ini kurang, maka ginjal akan bekerja dengan terlalu keras sehingga rentan mengalami kerusakan atau bahkan akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali.

Gagal ginjal termasuk dalam penyakit yang bisa menyebabkan kematian. Karena alasan inilah ada baiknya kita memang selalu mencukupi kebutuhan air putih setiap hari, yakni sekitar 8 gelas air minum.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi