Terbit: 4 Maret 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Anda mungkin pernah mengalami jantung berdebar atau sensasi dimana jantung terasa berdetak tidak teratur, lebih cepat, tidak berdetak, atau berdetak lebih keras dalam kondisi tertentu. Ketahui apa itu jantung berdetak, gejala, penyebab, pengobatan, pencegahan, dll.

Jantung Berdebar: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Jantung Berdebar?

Jantung berdebar adalah sensasi dimana jantung berdetak terlalu keras, cepat, berdegup kencang, berdetak lemah, atau ritme tidak beraturan yang dirasakan di leher, tenggorokan, atau dada.

Jantung berdebar atau yang disebut juga dengan palpitasi umumnya terjadi setelah seseorang dengan kondisi tertentu mengonsumsi kafein, obat-obatan tertentu, alkohol, atau akibat stres serta efek pasca olahraga berat.

Umumnya, kondisi ini tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya, namun dalam kondisi medis tertentu gejala jantung berdebar diikuti dengan:

  • Sesak napas
  • Berkeringat hebat
  • Lemas
  • Sakit Kepala
  • Nyeri dada

Gejala tersebut bisa jadi tanda dari kondisi jantung yang lebih serius seperti detak jantung tidak beraturan atau aritmia. Segera hubungi dokter apabila jantung Anda berdegup kencang dan diikuti dengan gejala lain yang lebih serius.

Gejala Jantung Berdebar

Jantung berdebar umumnya hanya berlangsung selama hitungan detik atau menit dengan gejala sebagai berikut:

  • Berdegup kencang
  • Berdebar-debar
  • Berdetak lemah
  • Berdetak cepat dan kuat
  • Berdetak tidak beraturan

Gejala ringan akan berhenti dan hilang dengan sendirinya. Apabila kondisi ini sering terjadi dan diikuti dengan gejala lain yang berat seperti nyeri dan sesak napas, maka segera hubungi dokter karena dikhawatirkan merupakan tanda kondisi medis lainnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila palpitasi tidak sering terjadi dan hanya berlangsung dalam hitungan detik, Anda tidak perlu penanganan medis.

Hubungi dokter apabila palpitasi sering terjadi dan dengan gejala memburuk, seperti:

  • Lemas
  • Sakit kepala hebat
  • Nyeri dada, leher, rahang, dan punggung
  • Sesak napas
  • Denyut nadi istirahat lebih dari 100 denyut per menit
  • Pingsan

Dokter mungkin akan menyarankan tes jantung untuk diagnosis apakah palpitasi akibat masalah jantung serius.

Penyebab Jantung Berdebar

Seringkali penyebabnya tidak diketahui secara pasti, namun berikut ini beberapa penyebab jantung berdebar secara umum:

1. Pengaruh Psikologis

Kondisi yang memengaruhi kesehatan mental seperti gangguan kecemasan, ketakutan, atau serangan panik sering memicu kerja jantung lebih kuat dan cepat dalam kondisi tersebut.

Respon emosi lainnya seperti terkejut, syok, atau pengaruh stres juga membuat jantung berdegup kencang dalam durasi sangat singkat.

2. Pengaruh Gaya Hidup

Pola hidup sehari-hari seperti kebiasaan merokok atau cerutu, kurang istirahat, dan waktu tidur yang tidak teratur juga memicu timbulnya gejala jantung berdetak cepat yang mungkin bisa menjadi tanda bahwa tubuh Anda kelelahan.

3. Pengaruh Pola Makan

Beberapa orang mengalami palpitasi setelah mengonsumsi beberapa jenis makanan dan minuman, seperti:

  • Kafein
  • Karbohidrat dalam porsi berat
  • Gula
  • Lemak
  • Monosodium glutamat (MSG)
  • Nitrat atau natrium
  • Makanan pedas

4. Pengaruh Aktivitas Olahraga

Saat Anda sedang atau setelah latihan berat, jantung mungkin berdebar lebih cepat untuk beberapa detik. Bila itu terjadi, Anda mungkin harus beristirahat beberapa saat.

Baca Juga: 6 Penyebab Serangan Jantung yang Harus Diwaspadai

5. Pengaruh Perubahan Hormon

Perubahan hormon seperti:

  • Kekurangan atau kelebihan hormon tiroid
  • Selama menstruasi
  • Sebelum menopause
  • Masa kehamilan yang mungkin tanda anemia

6. Konsumsi Kandungan Tertentu

Beberapa kandungan yang memicu jantung berdebar, seperti:

  • Minuman beralkohol
  • Penggunaan obat-obatan terlarang termasuk amfetamin, kokain, ekstasi, atau ganja
  • Produk tembakau

7. Penggunaan Obat-Obatan Tertentu

Efek samping dari penggunaan beberapa obat, seperti:

  • Obat tanpa resep
  • Pil diet
  • Dekongestan
  • Inhaler asma
  • Obat untuk aritmia
  • Suplemen herbal dan nutrisi
  • Obat flu dan batuk yang mengandung pseudoefedrin

8. Kondisi Medis Tertentu

Beberapa gangguan kesehatan yang memengaruhi detak jantung, seperti:

  • Demam
  • Kelainan elektrolit
  • Gula darah rendah
  • Hipertiroidisme
  • Dehidrasi
  • Pendarahan
  • Kadar oksigen atau karbon dioksida yang rendah dalam darah

Kondisi medis yang lebih serius terkait penyakit jantung, termasuk:

  • Aritmia atau detak jantung tidak beraturan
  • Bradikardia atau detak jantung sangat lambat
  • Takikardia atau detak jantung terlalu cepat
  • Kerusakan pada katup jantung

Apabila kondisi ini didasari faktor risiko penyakit jantung, maka harus segera ditangani untuk perawatan kesehatan yang lebih efektif.

Diagnosis Jantung Berdebar

Dokter akan mengecek kesehatan fisik, riwayat kesehatan, observasi seputar obat-obatan yang sedang dikonsumsi, gaya hidup, tingkat stres, dan seberapa sering gejala jantung berdebar muncul.

Apabila dicurigai terdapat kondisi medis yang lebih serius, dokter akan menyarankan untuk melakukan tes darah dan beberapa pemeriksaan jantung, seperti:

  • Elektrokardiogram (EKG): Pemeriksaan irama jantung dalam keadaan detak jantung istirahat dengan sinyal listrik.
  • Holter Monitoring: Menggunakan monitor untuk merekam sinyal listrik jantung Anda selama 24-48 jam untuk mengidentifikasi perbedaan ritme dari hasil EKG.
  • Rontgen Dada: Mengidentifikasi perubahan paru-paru yang mungkin berasal dari masalah jantung.
  • Ekokardiografi: Pemeriksaan bentuk, struktur, dan cara kerja jantung menggunakan ultrasound.

Dokter akan merujuk Anda ke dokter spesialis jantung untuk perawatan lebih lanjut apabila didiagnosis mengalami masalah jantung tertentu.

Pengobatan Jantung Berdebar

Cara mengatasi jantung berdebar tergantung pada penyebab yang menyertainya. Apabila tidak ada masalah jantung serius, dokter tidak akan meresepkan obat jantung berdebar namun hanya memberikan saran perubahan pola hidup.

Berikut ini cara mengatasi jantung berdebar secara umum:

1. Mengelola Emosi dan Stres

Apabila kondisi jantung berdebar dipicu oleh faktor psikologi, makan Anda dianjurkan untuk mengelola emosi dan stres dengan cara berikut ini:

  • Meditasi
  • Latihan relaksasi
  • Yoga
  • Tai Chi
  • Menggunakan aromaterapi
  • Biofeedback atau teknik untuk mengendalikan respons tubuh Anda
  • Guided imagery atau teknik untuk memberikan imajinasi menyenangkan menggunakan audio visual kinestetik

2. Mengelola Pola Makan dan Pola Hidup

Anda dianjurkan untuk membatasi makanan atau minuman pemicu seperti kafein, makanan pedas, gula, lemak, dan karbohidrat dalam porsi besar. Selain itu, hindari juga konsumsi alkohol dan penggunaan obat-obatan ilegal.

3. Hindari Obat-obatan Tertentu

Beberapa jenis obat memiliki efek samping yang membuat jantung berdebar, seperti obat-obatan yang bertindak sebagai stimulan, obat batuk dan pilek, serta jenis suplemen herbal dan nutrisi tertentu. Konsultasikan pada dokter tentang efek samping tersebut.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan memberikan resep obat jantung berdebar seperti beta-blocker atau calcium-channel blocker. Apabila gejala jantung berdebar akibat indikasi penyakit jantung, dokter akan merujuk Anda ke spesialis irama jantung atau ahli elektrofisiologi.

Baca Juga: 10 Penyebab Dada Terasa Panas dan Sakit, Bukan Cuma Serangan Jantung!

Pencegahan Jantung Berdebar

Apabila Anda mengalami palpitasi yang tidak memerlukan perawatan khusus, Anda dianjurkan untuk mengurangi risiko palpitasi terjadi lagi dengan beberapa cara, seperti:

  • Apabila pemicunya adalah akibat konsumsi kafein, maka hindari produk kafein tersebut.
  • Dianjurkan untuk latihan relaksasi dan pernapasan untuk mengelola cemas atau stres.
  • Jangan merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya.
  • Tanyakan pada dokter obat-obatan lain yang tidak memicu jantung jadi berdegup kencang.
  • Olahraga secara teratur.
  • Jaga tekanan darah dan kadar kolesterol.

Itulah pembahasan lengkap tentang penyebab jantung berdebar, gejala, pengobatan, dll. Umumnya, gejala ini tidak memerlukan perawatan medis khusus, namun dalam beberapa kasus ini bisa menjadi tanda penyakit jantung. Konsultasikan pada dokter untuk diagnosis lengkap.

 

  1. MayoClinic. 2019. Heart palpitations. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-palpitations/symptoms-causes/syc-20373196. (Diakses pada 4 Maret 2020).
  2. Pietrangelo, Ann. 2017. What You Should Know About Heart Palpitations. https://www.healthline.com/health/heart-palpitations. (Diakses pada 4 Maret 2020).
  3. WebMD. 2019. Heart Palpitations. https://www.webmd.com/heart-disease/guide/what-causes-heart-palpitations#2-4. (Diakses pada 4 Maret 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi