Terbit: 16 Desember 2016 | Diperbarui: 29 Oktober 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Obat-obatan parasetamol dan ibuprofen cenderung kerap dikonsumsi oleh banyak orang karena cukup mudah untuk didapatkan tanpa resep dokter. Meskipun cukup manjur untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan layaknya demam, sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di Amerika Serikat ternyata menunjukkan adanya bahaya dari konsumsi parasetamol dan ibuprofen yang sembarangan.

Risiko Tuli Bisa Dialami Apabila Sembarangan Mengonsumsi Parasetamol dan Ibuprofen

Dari penelitian ini, diketahui bahwa wanita yang mengonsumsi kedua obat-obatan ini dua kali dalam sepekan, risiko tuli atau mengalami gangguan pendengaran lainnya mengalami peningkatan.

Penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology ini dilakukan selama lebih dari enam tahun dan menghasilkan fakta mengejutkan di mana obat-obatan ini mampu mengurangi aliran darah menuju koklea atau telinga bagian dalam.

Hal ini ternyata bisa membuat suara yang kita dengar seakan-akan diredam sehingga pendengaran kita pun semakin menurun. Jika dibandingkan dengan pria, kaum wanita ternyata memiliki resiko lebih besar untuk terkena masalah ini.

Dr. Gary Curhan, seorang penulis senior yang berasal dari Brigham and Women’s Hospital, Amerika Serikat, menyebutkan jika parasetamol mampu menguras berbagai antioksidan di dalam organ telinga sehingga area koklea pun sangat rentan pada suara. Obat pereda nyeri juga diyakini mampu membuat bulu lembut di dalam telinga mengalami kerusakan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Pakar kesehatan lain bernama Sohaila Rastan, menyebutkan jika hasil penelitian ini membuat kaum wanita harus lebih berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan parasetamol dan ibuprofen karena bisa meningkatkan risiko tuli.

Meskipun obat-obatan ini dianggap obat biasa dan sangat mudah digunakan, ada baiknya kita mulai berkonsultasi pada dokter mengenai dosis yang aman dalam mengonsumsi obat-obatan tersebut andai mengalami masalah kesehatan sehingga kita pun tidak akan mudah terkena gangguan pendengaran.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi