Jangan Minum Teh di Waktu Ini

doktersehat-manfaat-teh-darjeeling
Photo Credit: Pexels.com

DokterSehat.Com– Salah satu minuman yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia adalah teh. Minuman yang nikmat ini bisa dikonsumsi dalam kondisi hangat ataupun dingin. Selain bisa menyegarkan badan, pakar kesehatan juga menyebut minum teh bisa memberikan banyak manfaat kesehatan karena kaya akan nutrisi menyehatkan. Hanya saja, ada baiknya kita juga memperhatikan kapan waktu meminumnya.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak mengonsumsi teh saat perut masih berada dalam kondisi kosong. Padahal, banyak orang yang langsung minum teh setelah bangun tidur atau sebelum mengonsumsi sarapan pagi. Jika kita melakukannya saat perut masih kosong, maka kandungan senyawa alkali di dalam teh yang bersifat asam ini bisa menyebabkan kenaikan asam lambung yang tentu akan membuat perut terasa tidak nyaman atau mual-mual.

Kebiasaan minum teh setelah makan hampir selalu kita lakukan, apalagi jika kita makan di restoran atau tempat makan lainnya. Padahal, kebiasaan ini bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan. Di dalam teh terdapat kandungan polifenol dan tanin yang mampu mengikat zat besi yang ada di dalam makanan yang kita konsumsi. Hal ini akan membuat proses penyerapan zat besi terhambat. Padahal, tubuh sangat membutuhkan zat besi bagi kondisi kesehatan darah dan berbagai sistem yang berjalan di tubuh. Kebiasaan minum teh langsung setelah makan juga bisa menyebabkan anemia.

Banyak orang yang minum obat bersama dengan teh demi menurunkan sensasi pahit dari obat tersebut. Padahal, hal ini bisa menyebabkan penurunan kinerja obat dalam menyembuhkan penyakit. Kandungan tanin di dalam teh ternyata bisa mengikat banyak senyawa aktif di dalam obat yang membuatnya tidak bisa diserap oleh pencernaan. Kita pun tidak akan bisa cepat sembuh akibat hal ini.

Meski bisa menghilangkan stres dan menenangkan pikiran, minum teh sebelum tidur ternyata bisa menyebabkan insomnia atau susah tidur. Sebagaimana kopi, di dalam teh terdapat kandungan kafein yang bisa mempengaruhi tekanan darah, denyut nadi, serta frekuensi pernapasan kita yang akhirnya membuat tubuh tak kunjung bisa memejamkan mata untuk beristirahat.