Terbit: 10 Maret 2018 | Diperbarui: 15 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Setelah berolahraga, tubuh akan merasakan lelah dan lemas karena mengeluarkan banyak energi. Selain itu, tubuh juga mengeluarkan banyak keringat sehingga kita merasa dahaga dan ingin meneguk minuman segar, seperti air es. Dan hal tersebut seakan menjadi tradisi yang dilakukan oleh banyak orang, khususnya di Indonesia.

Jangan Minum Air Es Setelah Olahraga Jika Tidak ingin Terkena Gangguan Ini

Padahal, jika pelajari lebih lanjut dan mendetail, sebenarnya setelah olahraga kita tidak diperkenankan meminum air es. Lebih tepatnya, hindari minum air es setelah berolahraga sebab bisa memberikan beberapa efek kurang baik bagi tubuh. Jika Anda termasuk orang yang sering minum air es setelah olahraga, ada baiknya Anda menghilangkan kebiasaan tersebut.

Sebenarnya air es lebih tidak bisa menghilangkan dahaga jika dibandingkan air biasa. Efek air es hanya bisa dirasakan sesaat, tidak lama setelahnya Anda akan merasa haus kembali. Maka, tanpa disadari Anda akan meminum air es dalam jumlah banyak.

Dengan begitu, sodium dalam darah akan menurun drastic secara tiba-tiba maka terjadilah Hyponatermia. Perlu diketahui pula, sodium merupakan elektrolit yang mengontrol kadar air dan tekanan darah. Maka, ketika jumlah sodium berkurang maka tubuh akan mengalami pembengkakan.

Selain itu, dehidrasi tidak dapat dipulihkan dengan air es. Setelah cairan dikuras begitu banyak saat berolahraga, maka tubuh Anda akan mengalami dehidrasi yang artinya butuh cairan pengganti.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Namun, air es ternyata tidak efisien sebagai pengganti cairan tersebut. Justru, dengan meminum air es, Anda akan lebih sering buang air kecil yang mengakibatkan cairan di dalam tubuh semakin berkurang.

Maka dari itu, hindarilah minum es setelah berolahraga. Anda bisa menggantinya dengan air putih biasa atau air hangat agar kebugaran tubuh tetap terjaga.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi