Jangan Makan Terlalu Cepat, Bisa Bikin Umur Pendek!

Doktersehat-makanan-panas

DokterSehat.Com– Seberapa lama sih kita biasanya menghabiskan sepiring makanan? Dilansir dari Lifehack, masyarakat Inggris setidaknya menghabiskan waktu 45 menit dalam sehari untuk makan.

Waktu ini bisa dibagi menjadi 8 menit untuk sarapan, 13 menit untuk makan siang, dan 19 menit untuk makan malam. Sementara itu, masyarakat Amerika Serikat cenderung makan dengan waktu yang lebih lama, yakni sekitar 1 jam 14 menit.

Sayangnya, karena keterbatasan waktu atau terburu-buru, kita cenderung makan lebih cepat dari durasi rata-rata tersebut. Bahkan, ada yang mengaku bisa makan dalam waktu kurang dari 5 menit.

Padahal, menurut pakar kesehatan, makan terlalu cepat bisa bikin umur lebih pendek karena meningkatkan risiko terkena penyakit berbahaya seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, atau stroke.

Menurut pakar kesehatan, makan terlalu cepat bisa menyebabkan sindrom metabolik yang akhirnya berimbas pada datangnya penyakit-penyakit tersebut. Hal ini disebabkan oleh makan terlalu cepat yang membuat otak tidak benar-benar bisa mendapatkan sinyal kenyang dari perut tepat waktu.

Kita pun akan terus makan dengan porsi yang berlebihan hingga akhirnya kekenyangan. Padahal, kebiasaan mengonsumsi makanan dengan berlebihan bisa memicu datangnya kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko terkena diabetes.

Makan dengan cepat juga membuat kita tidak mengunyah makanan dengan benar. Makanan tidak benar-benar halus saat masuk ke dalam perut. Bahkan, bisa jadi makanan ini masih berada dalam kondisi yang sangat panas. Hal ini akan menyiksa saluran pencernaan dan akhirnya membuat organ-organ di saluran pencernaan lebih rentan mengalami kerusakan.

Melihat adanya fakta ini, makanlah dengan lebih tenang. Kunyahlah makanan hingga benar-benar halus sebelum menelannya. Dengan melakukan hal ini, kita juga akan menikmati makanan dengan lebih baik sekaligus membuat tubuh tidak mudah terkena penyakit.