Terbit: 19 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Tak hanya rasa yang enak, banyak orang yang sengaja mengonsumsi fast food atau makanan cepat saji karena mudah dicari di berbagai tempat dengan harga yang terjangkau. Yang menjadi masalah adalah, terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Jangan Makan Fast Food Sampai 3 Kali Dalam Seminggu

Kita tentu sudah sering mendengar tentang risiko penyakit yang disebabkan oleh makanan cepat saji seperti meningkatnya berat badan, penyakit jantung, hingga kanker, bukan? Yang tidak banyak orang tahu adalah, mengonsumsi makanan cepat saji juga bisa memicu gangguan pernapasan karena bisa meningkatkan risiko terkena asma, alergi, dan berbagai gangguan pernapasan lainnya.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Sichuan University, Tiongkok dan dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul Respirology, disebutkan bahwa mengonsumsi makanan cepat saji sepert burger dan pizza hingga 3 kali dalam sepekan sudah cukup untuk meningkatkan risiko kambuhnya asma hingga 4 kali lipat. Kita juga akan lebih rentan terkena gejala seperti demam, hidung tersumbat, sesak napas, bersin-bersin, hingga eksim pada kulit.

Penyebab dari kambuhnya berbagai masalah kesehatan ini disebabkan oleh kandungan di dalam makanan cepat saji, tepatnya lemak yang sangat tinggi. Keberadaan lemak ini bisa memicu peradangan pada saluran pernapasan dan kerongkongan sehingga membuat saluran pernapasan terhambat dan akhirnya menyebabkan asma serta gangguan pernapasan lainnya.

Jika sampai penggemar makanan cepat saji dan mengalami obesitas, maka risiko terkena kekambuhan asma juga meningkat. Hal ini disebabkan oleh adanya kaitan erat antara obesitas dan gangguan pernapasan, termasuk asma.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Melihat adanya fakta ini, sebaiknya kita memang tidak lagi mengonsumsi makanan cepat saji.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi