DokterSehat.Com– Kafein sudah cukup familiar dikenal orang. Namun kita biasanya hanya beranggapan bahwa kafein banyak terdapat pada kopi saja. Padahal kafein ada pada cukup banyak jenis minuman dan makanan yang sering kita konsumsi.



Kafein memang terbukti mampu memberikan manfaat bagi tubuh untuk meningkatkan tenaga hingga melawan kanker dengan kandungan antioksidannya. Namun manfaat tersebut hanya akan kita rasakan jika kita mengonsumsi kafein dalam jumlah yang tepat.

Kafein ada pada cukup banyak minuman dan makanan selain kopi, menurut European Food Safety Authority (ESFA), ada beberapa bahan makanan yang mengandung paling banyak kafein diantaranya adalah minuman berenergi, kopi kemasan atau kopi filter, kopi espresso, teh hitam, minuman bersoda, hingga cokelat batangan rasa tawar.

Kopi dan minuman berenergi memiliki kandungan kafein yang paling banyak yaitu lebih dari 80 mg dalam setiap porsinya.

Kandungan kafein yang cukup tinggi pada bahan makanan diatas dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Mayo Clinic menyebutkan bahwa asupan kafein lebih dari 400 mg dapat menganggu kondisi kesehatan orang dewasa. Sedangkan EFSA membatasi asupan lebih rendah yaitu maksimal 319 mg untuk orang dewasa.

Batasan asupan kafein tersebut bisa kita patuhi jika kita tidak mengonsumsi minuman berkafein lebih dari 4 sajian (masing-masing sajian 200-250 ml, kecuali untuk espresso 60 ml) dalam satu hari.

Asupan kafein yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya sakit kepala sebelah, sulit tidur, gangguan pada pencernaan, detak jantung meningkat dan tremor pada otot.

Agar kita dapat membatasi asupan kafein, kita harus memahami bahwa kafein tidak hanya ada pada kopi saja. Untuk itu kita juga perlu memerhatikan asupan kafein dari minuman atau makanan lain yang mungkin kita konsumsi pada satu hari. Dengan begitu asupan kafein kita dapat terkontrol dengan lebih baik.