Jangan Asal Konsumsi Suplemen Vitamin C, Ini Cara Sehat Memilihnya

doktersehat-obat-pil-bekuan-darah
pic credit: sarah

DokterSehat.Com– Coba perhatikan suplemen apa yang paling banyak kita temui atau diiklankan di berbagai media? Ya, vitamin C jawabannya. Tidak heran jika vitamin C menjadi sangat hits di banyak kalangan bahkan dianggap sebagai vitamin yang harus dikonsumsi dalam bentuk suplemen. Padahal pemilihan suplemen vitamin C harus dilakukan dengan sangat cermat lho.

Vitamin C memang merupakan vitamin yang harus dikonsumsi setiap hari karena merupakan vitamin larut air. Namun asupannya tentu harus cukup, karena jika kekurangan atau berlebihan konsumsinya maka akan menyebabkan gangguan kesehatan.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi 2013 kebutuhan vitamin C orang dewasa Indonesia adalah 75 mg untuk perempuan dan 90 mg untuk laki-laki.

Angka inilah yang merupakan kebutuhan vitamin C harian kita dan merupakan patokan dalam mengonsumsi suplemen vitamin C. Untuk itu jika kita ingin mengonsumsi suplemen vitamin C, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

1. Sesuaikan dosis vitamin C dengan kebutuhan tubuh

Perhatikan dosis pada suplemen vitamin C. Berbagai jenis bentuk suplemen mulai dari tablet, serbuk atau minuman mengklaim suplemennya baik dipilih karena kandungan vitamin C-nya yang tinggi.

Nyatanya kebutuhan harian vitamin C tubuh kita tidak sebanyak yang dianjurkan dalam produk suplemen. Untuk itu selalu perhatikan dosis vitamin C, jika kadarnya memang tinggi maka bagilah untuk dikonsumsi dalam beberapa hari.

2. Perhatikan kebutuhan karena kondisi tertentu

Beberapa kondisi misalnya ibu hamil, menyusui, sakit atau merokok membutuhkan asupan vitamin C di atas kebutuhan normal. Umumnya 100-120 mg vitamin C dibutuhkan untuk kondisi tersebut.

Jika ingin mengonsumsinya dari suplemen maka tetap perhatikan berapa dosis dari suplemen dan kebutuhan harian karena kondisi tertentu tersebut, ya.

3. Pertimbangkan asupan vitamin C dari makanan yang sudah kita konsumsi

Vitamin C cukup mudah dipenuhi dari asupan masing-masing satu porsi buah dan sayur misalnya tomat, wortel dan jeruk. Maka dari itu perhatikan jika Anda sudah mencukupi kebutuhan buah dan sayur harian maka penggunaan suplemen vitamin C tidak lagi diperlukan, karena seperti yang kita ketahui asupan vitamin C yang berlebih justru akan dibuang melalui urin oleh tubuh, kan?