Terbit: 9 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Meskipun sudah berkali-kali disarankan untuk memakai transportasi umum yang jauh lebih aman, masih banyak masyarakat yang memilih untuk memakai sepeda motor untuk melakukan mudik meskipun jarak yang ditempuh sangatlah jauh. Mereka bahkan bisa membawa benda sangat banyak atau membawa anak kecil saat melakukan perjalanan dengan sepeda motor.

Ini Jam Paling Rawan Kecelakaan Bagi Pemudik Sepeda Motor

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr. Bambang Wibowo menyebutkan bahwa mudik dengan sepeda motor memang bisa menghemat waktu dan biaya, namun risiko untuk mengalami kecelakaan atau penurunan kondisi kesehatan akan meningkat. Karena alasan inilah pemudik sepeda motor disarankan untuk sangat berhati-hati dan memastikan kondisi tubuhnya selalu sehat dan bugar saat melakukannya.

Dr. Bambang menyebutkan bahwa dalam lima tahun terakhir, kasus kecelakaan yang paling sering terjadi adalah yang melibatkan pengguna sepeda motor. Korban yang paling banyak adalah mereka yang masih berusia 14 hingga 19 tahun. Jam-jam yang dianggap paling rawan bagi pengguna sepeda motor karena paling sering terjadi kecelakaan adalah pukul 10.00 hingga 12.00 siang hari. Selain itu, mereka yang mengalami kecelakaan pada jam-jam tersebut biasanya berangkat pada pukul 05.00 pagi.

Beberapa jalur mudik yang dianggap rawan kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor adalah jalur Banyuwangi-Situbondo, jalur Tuban, jalur Purworejo-Magelang, dan jalur lintas Sumatera Padang-Riau.

Agar tidak mudah mengalami kecelakaan, pakar kesehatan menyarankan pengguna sepeda motor untuk selalu beristirahat setiap dua jam sekali dan melakukan peregangan demi menyegarkan pikiran dan fisik. Selain itu, jika memang mulai mengalami dehidrasi, segeralah untuk minum air agar tubuh dan pikiran tetap bisa berkonsentrasi dengan baik saat mengemudi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi