Terbit: 2 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Anak yang memiliki prestasi buruk di sekolah merupakan salah satu keresahan orang tua. Apabila anak Anda termasuk yang mengalami nilai buruk di sekolah, maka sebaiknya perhatikan mengenai jam biologisnya. Menurut penelitian, anak yang memiliki nilai buruk di sekolah umumnya mengalami ketidaksesuaian dengan jam biologis anak sehari-hari.

Jam Biologis Anak Memengaruhi Nilai dan Prestasi di Sekolah

Hubungan jam biologis anak dengan nilai akademis anak

Jika selama ini Anda mengaitkan buruknya nilai akademis anak dengan cara belajar atau gangguan belajar pada anak, mungkin Anda perlu mengubah cara pandang Anda. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa selain anak mungkin mengalami gangguan belajar, jam biologis anak juga ikut memengaruhi prestasi anak di sekolah.

Jam biologis anak didefinisikan sebagai waktu tertentu dalam tubuh anak yang menentukan saat-saat yang tepat untuk menunjukkan produktivitas yang optimal. Beberapa kegiatan perlu disesuaikan dengan jam biologis anak agar terlaksana dengan baik.

Dilansir dari Science Daily, sebuah penelitian yang dilakukan oleh UC Berkeley dan Northeastern Illinois University menunjukkan bahwa anak-anak yang kerap begadang atau lebih aktif di waktu malam cenderung mendapat nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang lain.

Penelitian tersebut membagi jam aktivitas anak berdasarkan aktivitas online yang dilakukan pada situs akademik kampus menjadi tiga kategori yaitu anak yang aktif saat malam atau sering begadang, anak yang aktif pada pagi hari dan juga anak yang baru aktif pada siang hari.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak yang sering begadang menerima nilai yang lebih rendah karena harus mengalami jet lag social, atau perbedaan waktu antara ia dengan lingkungan sekitarnya. Anak-anak tersebut umumnya adalah anak yang memiliki aktivitas lain di pagi hari seperti kursus pagi atau lainnya. Aktivitas tersebut diduga menyebabkan anak yang mengerjakan tugas sekolah di saat malam berkurang tingkat kewaspadaannya sehingga membuatnya mendapat nilai yang buruk.

Berdasarkan penelitian tersebut para ahli menyarankan agar anak dapat menyusun jadwal yang konsisten setiap harinya dan meletakkannya sesuai dengan prioritas. Orang tua juga disarankan untuk ikut memerhatikan apa kegiatan anak mulai dari bangun pagi hingga tidur malam untuk membantu menentukan aktivitas apa saja yang perlu dilakukan pada pagi hari hingga malam hari.

Salah satu hal yang juga penting untuk diperhatikan adalah perlunya anak mendapatkan istirahat yang cukup setiap harinya. Hal ini penting karena istirahat membantu pemulihan tenaga dan juga membantu hormon pertumbuhan anak bekerja dengan baik.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi