Penelitian: Jahe Memang Ampuh Mengatasi Mual dan Muntah

doktersehat_manfaat_jahe
Photo Source: Flickr/ Kjokkennutsyr Net

DokterSehat.Com– Kadangkala kita merasa mual-mual atau muntah karena badan sedang terasa tidak fit atau saat sedang dalam perjalanan jauh. Untuk mengatasinya, kita biasanya diminta untuk mengonsumsi minuman jahe. Menurut sebuah penelitian, jahe ternyata memang bisa memberikan manfaat bagi tubuh saat terkena gejala mual atau muntah-muntah.

Dilansir dari National Geographic, meski terlihat sebagai masalah kesehatan yang sepele, dalam realitanya mual atau muntah bisa memicu dehidrasi parah jika dibiarkan begitu saja. Beruntung, menurut penelitian yang melibatkan anak dengan masalah gastroenteritis ini, dihasilkan fakta menarik tentang kemampuan jahe dalam meredakan dan menurunkan frekuensi muntah.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Roberto Berni Canani dari University of Napoli, Italia ini dilakukan dengan melibatkan anak penderita gastroenteritis berusia 1 hingga 10 tahun. Hasilnya adalah, setelah mengonsumsi ekstrak jahe, frekuensi muntah berkurang hingga 20 persen. Sebagai informasi, gastroenteritis adalah masalah kesehatan yang disebabkan oleh peradangan pada perut dan usus yang dipicu oleh beberapa jenis bakteri seperti salmonella atau rotavirus.

Jika sampai masalah kesehatan ini menyerang, maka penderitanya akan mengalami muntah-muntah dan diare parah. Jika sampai hal ini terjadi, maka tubuh penderitanya akan kesulitan untuk menyerap nutrisi makanan dan akhirnya berpengaruh besar bagi kondisi tubuh.

Sebenarnya, dehidrasi bisa diatasi hanya dengan mengonsumsi air minum. Namun, karena muntah-muntah, maka semua minuman yang masuk ke dalam tubuh akan kembali keluar sehingga tubuh pun tidak akan mendapatkan cairan yang dibutuhkan. Dengan mengonsumsi jahe, maka muntah-muntah bisa diredakan dan tubuh bisa mendapatkan berbagai minuman atau nutrisi makanan yang bisa mengembalikan kondisi kesehatan tubuh.

Hanya saja, penelitian yang dipresentasikan dalam European Society of Paediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition ini belum menjelaskan apakah jahe juga cukup efektif bagi mereka yang tidak mengalami gastroenteritis atau tidak. Dr. Canani pun akan melakukan penelitian lebih lanjut akan hal ini.