Bahaya Jahe bagi Penderita Diabetes dan Hipertensi, Benarkah?

jahe-doktersehat
Photo Source: Flickr/Karen Mardahl

DokterSehat.Com– Jahe dikenal luas sebagai salah satu bahan herbal yang memberikan banyak sekali manfaat kesehatan bagi manusia. Rasanya yang hangat bisa membuat tubuh menjadi lebih nyaman, mengatasi gangguan pada perut, meredakan rasa nyeri, sekaligus membunuh sel-sel kanker sehingga mencegah datangnya penyakit ini. Hanya saja, ada mitos yang menyebutkan bahwa terdapat bahaya jahe bagi penderita diabetes, termasuk makanan yang dilarang untuk dikonsumsi bagi penderita hipertensi. Apakah mitos ini sesuai dengan fakta medis?

Bahaya Jahe untuk Diabetes dan Hpertensi

Seperti dilansir WebMD, jahe tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh mereka yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Berdasarkan sebuah penelitian, dihasilkan fakta bahwa penderita diabetes, hipertensi, dan kelainan darah tertentu yang harus rutin minum obat setiap hari sebaiknya tidak sembarangan dalam mengonsumsi jahe. Meskipun jahe memberikan banyak manfaat, bisa jadi kandungan di dalam jahe akan memperburuk kondisi kesehatan yang dideritanya.

Berikut adalah efek yang bisa dirasakan jika mereka mengonsumsi jahe.

1. Bagi orang dengan kondisi kelainan darah

Salah satu efek yang bisa diberikan jahe bagi kesehatan tubuh adalah membuat darah menjadi lebih encer. Hal ini berarti, jika sampai pasien yang rutin minum obat pembekuan darah mengonsumsi jahe, maka efek dari obat tersebut tidak akan terasa. Selain itu, jika kita sedang mengalami perdarahan atau luka, ada baiknya tidak mengonsumsi jahe karena dikhawatirkan akan mengganggu proses penyembuhan perdarahan tersebut.

Mereka yang mengalami kondisi kelainan darah lainnya juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika ingin mengonsumsi jahe, sehingga tidak akan mendapatkan efek sampingnya.

2. Bahaya jahe untuk diabetes

Jahe memang bisa memberikan manfaat berupa menurunkan kadar gula darah dengan efektif. Jahe untuk diabetes sepertinya akan sangat baik, bukan? Sayangnya, pakar kesehatan justru tidak menyarankan penderita diabetes untuk mengonsumsi jahe dengan sembarangan, apalagi jika penderita diabetes sedang mengonsumsi obat sejenis metformin atau harus memakai injeksi insulin demi mengendalikan kadar gula darah.

Jika mereka mengonsumsi jahe, dikhawatirkan bisa membuat kondisi hipoglikemia atau anjloknya kadar gula darah yang bisa menjadi bahaya bagi penderita diabetes.

3. Bahaya jahe untuk hipertensi

Penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi yang sedang mengonsumsi obat pengendali tekanan darah berjenis Norvasc dan Cardizem sebaiknya tidak sembarangan mengonsumsi jahe. Jika tidak, maka tekanan darah dan denyut jantung bisa menurun dengan drastis hingga membahayakan kondisi kesehatan. Jahe untuk hipertensi tidak direkomendasikan, karena bisa jadi hal ini akan menyebabkan gangguan denyut jantung atau efek lain yang berbahaya.

Penderita hipertensi juga sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu jika ingin mengonsumsi jahe.

Cara Mengonsumsi Jahe untuk Diabetes

Sementara penelitian tidak meyakinkan bahwa penderita diabetes harus menghindari jahe sepenuhnya, namun harus sesuai rekomendasi dokter.

Lagipula, jahe merupakan cara yang sehat untuk menambahkan rasa ke banyak makanan dan minuman – dan tentu saja ini pilihan yang lebih baik daripada zat tambahan seperti garam, yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi bila digunakan secara berlebihan.

Penderita diabetes dua kali lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung daripada seseorang tanpa kondisi tersebut. Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah faktor risiko penyakit jantung.

Jadi, bagaimana cara mengonsumsi jahe untuk diabetes?

Pertama, ingatlah jika Anda ingin tetap menggunakan jahe. Entah dalam bentuk minuman olahan seperti wedang jahe dan makanan mengandung jahe lainnya.

Namun, minuman jahe yang mengandung banyak gula tambahan tidak direkomendasikan. Pilihan ini memiliki kebalikan dari efek yang diinginkan, yang berpotensi menyebabkan kadar gula darah melonjak.

l Boshi, juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, menyarankan untuk menonsumsi jahe utuh dalam jenis teh, serta dalam bumbu dan tumis. Jahe untuk diabetes juga bisa ditambahkan dalam makanan yang dipanggang dalam bentuk bubuk jahe. Dia mencatat, bahwa bubuk jahe tidak memiliki risiko kesehatan yang sama dengan suplemen jahe, yang lebih terkonsentrasi pada keduanya.

Sementara penelitian di masa depan dapat mengarah pada temuan yang lebih konklusif tentang hubungan antara diabetes tipe 2 dan jahe. Al Boshi mengatakan, untuk saat ini yang terbaik bagi penderita diabetes tipe 2 adalah sediakan jahe di dapur Anda.

“Yang perlu diperhatikan adalah jika Anda mempertimbangkan menggunakan suplemen jahe untuk diabetes, konsultasikan dengan dokter atau ahli endokrin terlebih dahulu. Kami tidak ingin situasi di mana Anda dapat berakhir dengan gula darah rendah – yang dapat memengaruhi kesehatan. Jika menggunakannya dalam memasak sehari-hari, itu tidak masalah.” Al Boshi menyarankan.

Manfaat Jahe bagi Kesehatan Tubuh

Selain dijadikan bahan yang dipakai untuk membuat makanan, jahe juga sangat cocok untuk dikonsumsi dalam bentuk teh hangat. Apalagi jika dikonsumsi di musim hujan dengan suhu yang cenderung dingin seperti sekarang ini.

Jika kita memiliki tubuh yang sehat atau tidak memiliki gangguan kesehatan seperti diabetes dan hipetensi, rutin minum teh jahe akan bisa memberikan berbagai manfaat kesehatan seperti berikut ini:

1. Menyehatkan sistem pencernaan

Jahe bisa membuat sistem pencernaan lebih sehat dan kinerjanya pun akan meningkat. Salah satu organ pencernaan yang akan mendapatkan manfaat jahe dengan maksimal adalah lambung. Selain itu, minum teh jahe juga akan meredakan masalah mual-mual dengan efektif.

2. Membuat sirkulasi darah meningkat

Di dalam jahe terdapat kandungan asam amino, vitamin, serta mineral yang akan membuat sirkulasi darah menjadi lebih lancar sehingga menurunkan risiko terkena penyakit kardiovaskular.

3. Sistem kekebalan tubuh semakin kuat

Mengonsumsi teh jahe yang tinggi antioksidan akan membuat sistem kekebalan tubuh lebih kuat sehingga kita pun tidak mudah jatuh sakit, khususnya di musim hujan.

4. Meredakan stres

Rasanya yang nikmat membuat teh jahe bisa membuat pikiran dan tubuh menjadi lebih tenang sekaligus meredakan stres.

5. Mengatasi peradangan

Kandungan anti-inflamasi di dalam jahe akan membantu mengatasi peradangan dan rasa nyeri pada persendian dan otot.

Teman Sehat! bagi Anda yang menderita diabetes dan hipertensi, tetap konsultasikan dengan dokter jika ingin mengonsumsi jahe.