Terbit: 5 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Makanan atau zat gizi apa yang sudah Anda berikan untuk menjaga kesehatan otak anak? Pertumbuhan dan perkembangan otak anak tentu menjadi hal yang penting untuk kita perhatikan ya, salah satu cara memenuhinya adalah dengan memberikan asupan gizi yang tepat. Lalu, apa sajakah zat gizi yang tepat untuk kesehatan otak anak?

Jaga Kesehatan Otak Anak, Dengan 5 Zat Gizi Ini

Zat gizi yang penting untuk kesehatan otak anak bisa berasal dari zat gizi mikro maupun fitokimia dan senyawa lainnya. Inilah lima jenis zat gizi yang baik untuk kesehatan otak anak:

1. Vitamin E

Vitamin E penting untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan memori otak anak. Selain itu vitamin E merupakan zat gizi yang memiliki fungsi antioksidan paling baik. Penuhi kebutuhan vitamin E anak dengan menyajikan telur, biji bunga matahari dan kacang-kacangan seperti almond atau kacang hazel.

2. Kolin

Kolin menjadi zat yang penting untuk mendukung terbentuknya sistem saraf otak dan terbentuknya proses kognitif otak anak. Untuk memenuhi kebutuhan kolin anak maka konsumsi kacang-kacangan, daging dan telur dianjurkan untuk anak.

3. Antosianin

Zat fitokimia ini mampu mendukung fungsi kesehatan otak anak. Hal ini terjadi karena kandungan antosianin terbukti mampu melancarkan peredaran darah ke otak. Asupan antosianin untuk anak bisa diperoleh dari buah anggur dan blueberry.

4. Lemak tidak jenuh

Tidak hanya baik untuk kesehatan anak secara umum namun lemak tidak jenuh juga mampu menjaga kesehatan otak anak. Asupan lemak tidak jenuh diperoleh dari minyak nabati, misalnya minyak dari kacang atau biji-biijan atau minyak zaitun.

5. Lutein dan zeaxanthin

Pigmen warna buah dan zat antioksidan ini memiliki kandungan gizi yang terbukti efektif untuk mendukung memori otak, penerimaan respon saraf otak hingga disebut mampu meningkatkan performa akademik anak. Konsumsi makanan tinggi lutein dan zexanthin adalah makanan yang berdaun hijau gelap seperti bayam, daun kale, serta telur, jagung, buah kiwi, anggur dan jeruk.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi